Pahala Mansury

Pahala Nugraha Mansury (lahir di Bogor, 8 April 1971; umur 49 tahun) adalah bankir asal Indonesia. Pahala menjabat Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara sejak 23 Desember 2020 menggantikan Budi Gunadi Sadikin yang menjadi Menteri Kesehatan[1]. Sebelumnya, ia adalah direktur utama Bank Tabungan Negara sejak 27 November 2019[2]. Sebelumnya ia, menjabat sebagai Direktur Keuangan Pertamina[3] dan Direktur Utama Garuda Indonesia[4].

Pahala Nugraha Mansury
Pahala Nugraha Mansury, Wakil Menteri BUMN.JPG
Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara ke-3
Mulai menjabat
23 Desember 2020
Menjabat bersama Kartika Wirjoatmodjo
(2019-Sekarang)
PresidenJoko Widodo
PendahuluBudi Gunadi Sadikin
Direktur Utama Bank Tabungan Negara
Masa jabatan
27 November 2019 – 23 Desember 2020
PresidenJoko Widodo
PendahuluMaryono
Oni Febriarto Rahardjo (Pjs.)
PenggantiNixon Napitupulu (Plt.)
Direktur Utama Garuda Indonesia ke-16
Masa jabatan
12 April 2017 – 12 September 2018
PresidenJoko Widodo
PendahuluMuhammad Arif Wibowo
PenggantiAri Askhara
Informasi pribadi
Lahir8 April 1971 (umur 49)
Bendera Indonesia Bogor, Jawa Barat
Kebangsaan Indonesia
Alma materUniversitas Indonesia
Leonard N. Stern School of Business

PendidikanSunting

Pahala berkuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Kemudian memperoleh gelar S2 MBA Finance di Leonard N. Stern School of Business[4].

KarierSunting

Pahala memulai karier sebagai change management consultant di Andersen Consulting Jakarta hingga tahun 1997. Setelah itu ia bekerja di sebuah perusahaan pengelolaan investasi di New York, bersamaan saat ia menjalani pendidikan S2 nya[4]. Tahun 1999 menjadi tahun dimana karier Pahala semakin baik dengan bergabung ke Booz Allen Hamilton sebagai konsultan senior. Pada tahun yang sama, ia juga beberapa pemimpin proyek perbankan di Asia Tenggara[4] yang dilakukan oleh Boston Consulting Group[3]. Pada kurun waktu 2003-2006, Bank Mandiri lalu merekrutnya dan ia berganti-ganti posisi sebagai group head corporate development lalu pindah ke divisi change management office, divisi accounting, dan divisi economic research. Pada tahun 2006 ia diangkat menjadi EVP Coordinator Finance & Strategy and Chief Financial Officer. Kegiatan Wirausaha Muda Mandiri (WMM) yang diadakan Bank Mandiri juga merupakan buah pemikirannya.

Pada tahun 2017, Pahala dijadikan menjadi direktur utama Garuda Indonesia melalui Rapat Pemegang Saham (RUPS). Pada awal masa kepemimpinannya kerugian perusahaan membengkak hingga 283,8 juta dolar AS, walaupun angka tersebut bisa ditekan menjadi 213,4 juta dolar AS pada akhir tahun. Padahal pada tahun 2016 Garuda Indonesia mencatatkan laba bersih sebesar 9,3 juta dolar AS. Pada kuartal pertama 2018, Garuda Indonesia kembali mengalami kerugian sebesar 64 juta dolar AS, padahal penumpang secara tahunan naik 5% dan kargo yang dimuat juga naik 3,2%. Pahala berdalih bahwa perusahaan terbebani dengan naiknya biaya operasional yang dipicu kenaikan harga minyak dunia. Selain itu saham Garuda Indonesia (IDX : GIAA) juga tidak pernah melewati harga Rp 500 per lembar saham. Hubungan dengan serikat pekerja dan asosiasi pilot juga tidak baik, karena asosiasi menuntut direksi yang tidak cakap dicopot saja. Protes dilakukan dengan mengancam mogok kepada perusahaan saat menjelang Idul Fitri. Selain beberapa masalah, capaian positif juga dicatatkan Garuda Indonesia pada era kepemimpinan Pahala, yaitu tingkat keterisian penumpang yang naik 71 persen dan kinerja ketepatan waktu penerbangan mencapai 88,8 persen atau meningkat dibandingkan OTP tahun lalu sebesar 86.5 persen. Hal lain yang meningkat adalah aircraft utilization (rata-rata pesawat mengudara dalam periode 24 jam), dari 9.19 jam menjadi 9.41 jam[5].

Pada 11 September 2018, Pahala dicopot dari jabatan Direktur Utama Garuda dan digantikan oleh Ari Askhara. Ia lalu dipindahkan sebagai Direktur Keuangan Pertamina di bawah Direktur Utama Nicke Widyawati[6]. Setahun kemudian, ia diangkat oleh Menteri BUMN Erick Thohir menjadi direktur utama Bank Tabungan Negara (BTN)[2] setelah kisruh yang terjadi bank tersebut saat pencopotan direktur utama Maryono oleh Menteri BUMN Rini Soemarno dan digantikan oleh Suprajarto yang sebelumnya menjabat direktur utama BRI. Suprajarto menolak pengangkatan tersebut dan BTN dipimpin pejabat sementara Oni Febriarto Rahardjo[7]. Ia diangkat menjadi dirut bersama dengan pengangkatan Komisiaris Utama Chandra Hamzah, yang dulunya merupakan komisioner KPK.

Sebelum menjadi direktur utama BTN, nama Pahala juga dikait-kaitkan sebagai kandidat direktur utama Bank Mandiri. Meskpin akhirnya yang terpilih adalah Royke Tumilaar[8].

ReferensiSunting

  1. ^ Taylor, Gloria Safira (23 Desember 2020). "Jokowi Tunjuk Pahala Mansury Jadi Wamen BUMN". Diakses tanggal 23 Desember 2020 – via cnnindonesia.com. 
  2. ^ a b Putri, Cantika Adinda (27 November 2019). "Sah! Pahala Mansury Jadi Dirut BTN, Chandra Hamzah Jadi Komut". Diakses tanggal 10 Desember 2019. 
  3. ^ a b Afriyadi, Achmad Dwi (13 September 2018). "Ini Rekam Jejak Pahala Mansury Direktur Keuangan Baru Pertamina". Diakses tanggal 10 Desember 2019. 
  4. ^ a b c d Ispurwanti, Dewi (12 April 2017). "Ini Profil Pahala Mansury, Dirut Baru Garuda". Diakses tanggal 10 Desember 2019. 
  5. ^ Apinino, Rio (12 September 2018). "Rekam Jejak Pahala Mansury di Garuda: Banyak Konflik, Terus Rugi". Diakses tanggal 10Desember 2019. 
  6. ^ Subiantoro, Raydion (13 September 2018). "Pahala Mansury Resmi Jadi Direktur Keuangan Pertamina". Diakses tanggal 10 Desember 2019. 
  7. ^ Wareza, Monica (30 Agustus 2019). "Kisruh Direksi BTN, Oni Febriarto Jadi Plh Dirut Bank BTN". Diakses tanggal 9 Desember 2019. 
  8. ^ Nurhayat, Wiji (9 Desember 2019). "Royke Tumilaar dan Pahala Mansury Jadi Calon Kuat Dirut Bank Mandiri". Diakses tanggal 9 Desember 2019 – via kumparan.com. 
Jabatan pemerintahan
Didahului oleh:
Budi Gunadi Sadikin
Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara
2020-sekarang
Petahana
Didahului oleh:
Maryono
Direktur Utama Bank Tabungan Negara
2019–2020
Diteruskan oleh:
Didahului oleh:
Muhammad Arif Wibowo
Direktur Utama Garuda Indonesia
2017–2018
Diteruskan oleh:
I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra