Buka menu utama

Pacta sunt servanda (dalam bahasa Latin berarti "perjanjian harus ditepati") adalah asas dasar dalam hukum perdata dan hukum internasional. Pada dasarnya asas ini menyatakan bahwa perjanjian mengikat pihak-pihak yang melakukan perjanjian, sehingga kewajiban-kewajiban yang ditetapkan oleh perjanjian ini harus dilaksanakan dengan iktikad baik.

Asas ini tercantum dalam Pasal 26 Konvensi Wina tentang Hukum Perjanjian 1969.[1] Terdapat beberapa pengecualian untuk asas ini, misalnya jika isi perjanjian bertentangan dengan jus cogens (norma yang tidak boleh dilanggar dalam keadaan apapun).[2] Asas clausula rebus sic stantibus (seperti yang disebutkan dalam Pasal 62 Konvensi Wina 1969) juga memungkinkan negara untuk mengakhiri perjanjian apabila telah terjadi perubahaan keadaan yang mendasar asalkan keadaan tersebut melandasi iktikad negara untuk terikat dengan perjanjian ini.[3]

Catatan kakiSunting

  1. ^ Shaw 2017, hlm. 685.
  2. ^ Shaw 2017, hlm. 93-95.
  3. ^ Aust 2007, hlm. 293.

Daftar pustakaSunting