NTRL

grup musik asal Indonesia
(Dialihkan dari Ntrl)

NTRL, sebelumnya bernama Netral, adalah sebuah grup musik bergenre rock alternatif yang resmi dibentuk pada tahun 1992. Kelompok musik ini dimotori oleh Bagus Dhanar Dhana. Awal kemunculan kelompok ini adalah pada rilisnya video klip berjudul Wa..lah!! di stasiun televisi MTV Indonesia yang saat itu masih bekerjasama dengan ANTV. Tembang ini merupakan andalan album perdana yang dijadikan klip video pada era rock alternatif yang sedang berjaya di era 90-an.

NTRL
Berkas:Netral Band.jpg
Informasi latar belakang
Nama lainNetral (1992–2015)
GenrePop punk, Rock alternatif, punk rock
Tahun aktif1992–sekarang
Label
  • Bulletin (1995–2004)
  • Kancut Records (2005–sekarang)
Anggota
Mantan anggota

Saat pertama kali dibentuk, kelompok ini terdiri dari 3 personel, yaitu Bagus Dhanar Dhana (Bagus) - vokalis dan bassist, Gabriel Bimo Sulaksono (Bimo) - drummer dan Ricky Dayandani (Miten) - gitaris. Dari perjalanan dekade 90-an tersebut saat ini hanya menyisakan Bagus sebagai personel dan pendiri band yang bertahan. Posisi drummer dan gitaris yang sempat kosong karena ditinggalkan Bimo dan Miten, telah digantikan oleh Eno Gitara Ryanto (Eno) dan Christopher Bollemeyer (Coki). Sama halnya dengan label, dari label arus utama, sekarang mereka berdiri dengan bendera sendiri yakni dengan label bernama Kancut Records.

Sejarah sunting

NTRL (dulunya bernama Netral) pertama kali dibentuk oleh 3 orang siswa sekolah pada tahun 1990. Awalnya, band ini dibentuk dengan nama Spektakuler. Setelah lulus sekolah, tepatnya pada 11 November 1992 Bimo mengajak teman-temannya untuk ngeband kembali bersama Bagus dan Miten, pada akhirnya tercetus nama Netral.[1][2] Pada awalnya, Netral memainkan musik dari kelompok musik luar negeri seperti Nirvana, Sex Pistols, Sonic Youth, The Cure dan lain-lain. Mereka juga tampil dalam acara di sekolah maupun universitas di Jabotabek. Penampilan serta atraksi mereka di panggung cukup menghibur para anak muda pada era itu. Termasuk juga remaja asing yang bersekolah di Jakarta International School (JIS) yang kemudian membuat band ini kerap kali diundang untuk menjadi pengisi acara rutin sekolah tersebut bernama Black Hole.

Banyaknya pementasan yang dilakukan membuat Netral semakin dewasa dalam penampilan. Sehingga mereka mulai memikirkan untuk membuat album sendiri. Pada tahun 1995, Netral mendapatkan produser untuk album perdananya, di bawah naungan PT. Indosemar Sakti.[3] Netral berhasil menjual album pertama Wa..lah yang terjual lebih dari 80.000 unit kaset dan Compact Disc.[1]

Netral semakin dikenal banyak orang sehingga ketika Foo Fighters, Sonic Youth dan Beastie Boys hadir di Indonesia pada acara Jakarta Pop Alternatif Music Festival (1996), Netral ditemani PAS Band dan Nugie diminta untuk menjadi pendamping band mereka. Tercatat lebih dari 50.000 orang menyaksikan pementasan Netral. Tidak hanya sukses di pementasan, tetapi sukses Netral juga diikuti dengan masuknya Netral dalam nominasi BASF Award untuk kategori Pendatang Baru Terbaik dari Grup Rock Terbaik.

Kepribadian sederhana dan apa adanya yang dimiliki Netral membuat mereka mendapat apresiasi positif dari pers, promotor, produser maupun pendengar. Daya tarik mereka mulai berkembang seiring dengan berkembangnya era. Di mana masyarakat tidak statis terhadap perubahan, tetapi mulai membuka diri untuk mengambil apa yang cocok dan baik buat dirinya.

Hal ini membuat promotor Indonesia dan media asing tertarik untuk mementaskan Netral. Tercatat sebanyak lebih dari 50 pementasan dalam setahun di seluruh Indonesia. Sejak saat itu berita tentang Netral sering memenuhi halaman berbagai media, baik media cetak maupun elektronik.

Netral disebut oleh pers Indonesia dikatakan sebagai Band Alternatif di era itu. Terlepas dari yang diberikan pers Indonesia ini benar atau tidak. Yang jelas band yang dibentuk dari hasil persahabatan di SMA Negeri 55 dan SMA Negeri 60 Jakarta ini hanya memainkan musik yang murni keluar dari hati nurani mereka sendiri. Begitulah tekad personel awal yaitu Bagus Dhanar Dhana (vokal & bass), Gabriel Bimo Sulaksono (drum) dan Ricky Dayandani alias Miten (gitar).

Hampir semua majalah remaja di Indonesia pernah memuat ulasan tentang band Netral, bahkan majalah sekelas Gatra, kepunyaan Bob Hasan, memuat tentang band ini 1 halaman penuh. Album Kedua Netral berjudul Tidak Enak dirilis pada tanggal 16 Februari 1997 dan konferensi pers di Jazz Rock Café Jakarta dihadiri hampir seluruh rekan pers di Jakarta dan daerah lainnya.

Album Kedua ini memang berkesan Tidak Enak, tetapi bila diamati ada keseriusan dan kepedulian dalam musik Netral sehingga menimbulkan suatu daya tarik bagi yang mendengarnya. Dengan lagu Bobo, Boring Day dan Desaku, penjualan album kedua dan angka komersialnya tidak kalah dengan album pertama.

Pada tanggal 16 Januari 1998, Netral mengeluarkan album ketiga dengan judul Album Minggu Ini dan langsung menggelar tur ke 24 kota di Sumatra-Jawa. Dengan video klip Pucat Pedih Serang buatan Rizal Mantovani, berpengaruh pada penjualan album ini. Tembang Pucat Pedih Serang, Kau, Selamat Datang dan Dukun Kebo Ijo mendapat apresiasi pasar. Berbeda dengan album sebelumnya, album ini lebih mudah didengar, sesuai target mereka untuk menyerap pasar musik yang lebih luas.

Pada 4 Juni 1998, Bimo menyatakan hengkang dari Netral karena ingin mencoba warna musik baru. Setelah hengkang dari Netral, Bimo sempat menjadi drummer Ahmad Band, Dewa 19, Romeo, TBK (cikal bakal Juliette), Bonus Band hingga akhirnya menjadi drummer band Juliette. Walaupun berat hati namun akhirnya Netral harus melepas Bimo. Masa-masa tanpa drummer harus dilewati dengan additional drummer untuk mengisi jadwal pementasan. Atas desakan produser, Netral harus segera mencari drummer tetap untuk menggantikan Bimo. Sesudah keluarnya Bimo dan kekosongan itu digantikan oleh Pasha Akbar Firmansyah alias Pasha AF seorang yang saat itu baru keluar dari Ungu di ajak Bagus dan Miten untuk menjadi drummer baru yang sangat kental alternatif dan memiliki semangat rock alternatif Indonesia, namun ia tidak bertahan lama dan tidak sempat merilis album berikutnya bersama Netral. Tidak lama kemudian secara kebetulan Bagus dan Miten bertemu Eno, seorang drummer berusia belasan tahun yang juga merupakan mantan drummer Djakarta Band (1996-1998). Bagus menyarankan bahwa mengajak Eno dibutuhkan oleh Netral yang terlibat untuk mini konser dan Eno langsung menyetujui menerima tawaran dari Netral setelah Eno mencapai kesepakatan dengan grup Djakarta Band untuk bergabung dengan Netral sementara. Akhirnya tempat Pasha Akbar diambil alih oleh Eno. Posisi Eno bergabung sebagai drummer baru Netral sejak tanggal 1 November 1998.

Bersama Eno, Netral merilis album keempatnya Paten pada tanggal 9 Juni 1999. Album ini didukung oleh Dhani Ahmad (personil Dewa 19) dan Dessy Fitri. Tembang berjudul Nurani dipercaya menaikkan angka penjualan album hingga diatas 150.000 kopi. Plus materi lagu seperti Babi, 98 dan Pecah Belah, yang mudah dipahami dan dapat mewakili suara anak muda yang selama ini merasa kurang didengar. Suara gitar milik Miten dan gebukan drum khas Eno yang dinamis dianggap menjadikan album ini lebih matang dari album sebelumnya. Setelah merilis album Paten, Miten hengkang dari Netral dengan alasan meneruskan pendidikan di Amerika Serikat. Di negeri Paman Sam, Miten hampir lolos audisi gitaris yang diadakan Limp Bizkit, band nu metal & rap rock yang saat itu kehilangan gitarisnya Wes Borland yang hengkang pada tahun 2001.

Pada tahun 2000, Netral merilis album kompilasi The Best of Netral : Is The Best dengan hits single Cahaya Bulan dan Warna Biru. Dengan dibantu musisi pendukung seperti Dessy Fitri, Taras Bistara dan Apoy (Deni Iskandar). Tahun 2001, dengan 2 orang personel Netral merilis album kelima yang berjudul Oke Deh dengan singlenya Bertarung. Album ini berisikan lagu-lagu terbaru karya Eno dan Bagus serta dibantu oleh beberapa additional guitarist. Apoy (Deni Iskandar) sempat menjadi additional guitarist tetap untuk band Netral.

Pada tahun 2002, Netral mendapat gitaris baru yang menggantikan posisi Miten yaitu Coki (mantan gitaris Base Jam), setelah melalui audisi yang panjang dan beberapa kali ikut sebagai additional guitarist di beberapa konser musik bersama Netral. Pada tahun 2003, Netral merilis album terbaru berjudul Kancut dengan single pertamanya yang berjudul I Love You.[1] Album ini cukup sukses dan merebut perhatian anak muda karena membawa angin segar, unik, tetapi memiliki ciri khas Netral yang kental.

Akhir tahun 2003, Netral mengeluarkan video klip keduanya berjudul Namanya Juga Netral. Lagu ini sedikit berbau bossas tetapi disertai lirik yang lucu dan tetap diakhiri dengan hentakan ala Netral yang kencang dan bertenaga. Tembang ini menjadi sesuatu yang baru dan unik bagi pasar musik Indonesia.

Pada tanggal 7 Februari 2005, Netral merilis album ketujuh, dengan materi 7 lagu dan hanya dicetak 7000 keping CD saja. Dengan produksi terbatas, album ini menjadi persembahan khusus bagi para pecinta musik netral. Dan lebih menjadi khusus ketika mereka menjadi produser album sendiri dan mendirikan label bernama Kancut Record. Pada era ini Netral merilis album Hitam, dengan single pertamanya Haru Biru.[1][4] Album ini disertai bonus DVD berisi film tentang pembuatan album.

Pada tahun 2005 pula, sekuel album kedelapan Netral berjudul Putih[1] diluncurkan dengan tembang Sorry dan Terbang Tenggelam.[5] Sejak album-album tersebut, Netral telah merilis albumnya melalui label indie Kancut Records.[6] Selanjutnya, tahun 2007, album 9th diluncurkan oleh Netral dengan hits single Pertempuran Hati dan Cinta Gila.[7] Tahun 2009, album The Story Of diluncurkan dengan single Garuda di Dadaku dan Hari Yang Indah. Tahun 2012, album Unity diluncurkan dengan single Dia dan Senyum, album ini sekaligus menjadi album terakhir dengan menggunakan nama Netral.[8]

Pada tahun 2009, Netral merilis lagu berjudul "Garuda Di Dadaku" sebagai bagian dari soundtrack untuk film berjudul sama. Anggota band ini beberapa kali mengalami kesulitan saat menulis lirik dan merekam lagu.[9] Pada akhir tahun 2009, lirik lagu tersebut diedit dan lagu tersebut diganti namanya menjadi "KPK Di Dadaku" untuk membela lembaga pemerintah pemberantasan korupsi yang pada saat itu sedang bermasalah.[10]

Pada tahun 2015, grup musik ini resmi berganti nama menjadi NTRL dan meluncurkan tembang Sakit Jiwa sebagai hits single dari album 11/12.[11][12][13] Tahun 2018, NTRL merilis album kompilasi XXV.

Diskografi sunting

Netral sunting

NTRL sunting

Album kompilasi sunting

Model video klip sunting

  • Curhat Lagi - Neo (2016)

Anggota Band sunting

Anggota Sekarang sunting

Mantan Anggota sunting

  • Gabriel Bimo Sulaksono (Bimo) – penabuh drum, vokalis latar (1992–1998)
  • Ricky Dayandani (Miten) – gitaris utama & gitaris ritme, vokalis latar (1992–1999)
  • Pasha Akbar Firmansyah (Pasha Akbar) – penabuh drum (1998)

Garis waktu sunting

NTRL dalam Budaya Musik Pop sunting

Acara Televisi sunting

Referensi sunting

  1. ^ a b c d e Aristi, Yarra (17 Maret 2011). "Netral". Rolling Stone Indonesia (dalam bahasa Indonesian). Diarsipkan dari versi asli tanggal 9 Maret 2012. Diakses tanggal 1 April 2012. 
  2. ^ "Netral". KapanLagi.com. Diakses tanggal 1 April 2012. 
  3. ^ Budiman, Irfan; Riyanto, Agus Slamet; Anom, Andari Karina; Arjanto, Dwi; Wiyana, Dwi (27 Maret 2000). "Generasi Baru Musik Indonesia, Sebuah Alternatif". Tempo. Diarsipkan dari versi asli tanggal 10 Maret 2011. Diakses tanggal 1 April 2012. 
  4. ^ "Album 'HITAM'-nya Netral Edisi Terbatas". KapanLagi.com. 14 Maret 2005. Diakses tanggal 1 April 2012. 
  5. ^ "Netral Band Luncurkan Album 'PUTIH'". KapanLagi.com. 26 May 2005. Diakses tanggal 1 April 2012. 
  6. ^ Wirawan, Rama (8 Februari 2011). "Membongkar Rahasia Panjang Umur Netral". Rolling Stone Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 10 April 2015. Diakses tanggal 1 April 2012. 
  7. ^ "Netral Belum Mau Nge-Pop". KapanLagi.com. 30 November 2007. Diakses tanggal 1 April 2012. 
  8. ^ "The Story Of...: Kiprah Netral 17 Tahun Bermusik". Indonesian Tunes. 29 Juli 2009. Diakses tanggal 1 April 2012. 
  9. ^ Mustholih (10 Juni 2009). "Netral Kesulitan Buat Lagu Pengobar Semangat". Tempo. Diarsipkan dari versi asli tanggal 11 Agustus 2009. Diakses tanggal 1 April 2012. 
  10. ^ Widiastuti, Rina; Aguslia (3 November 2009). "Nada Dering Lagu 'KPK di Dadaku' Laris Manis". Tempo. Diakses tanggal 1 April 2012. 
  11. ^ Edward, Julian (27 November 2015). "Band Netral Ganti Nama Jadi NTRL Karena Tak Mau Bayar Paten?". Liputan 6. Diakses tanggal 23 August 2016. 
  12. ^ NTRL:"BAND INI UDAH JADI RUMAH KEDUA BUAT KITA" (dalam bahasa Inggris), diakses tanggal 2023-01-13 
  13. ^ "Hore! NTRL Boleh Pakai Nama Netral Lagi". suara.com. 2022-09-14. Diakses tanggal 2023-01-13. 

Pranala luar sunting