Buka menu utama

Musa lebih dikenal dengan Musa Hafizh cilik (lahir di Bangka, 2008; umur 10 tahun) merupakan seorang penghafal Alquran (hafizh) dari Indonesia.[1] Selain menghafal Alquran ia juga menghafalkan matan-matan hadis penting, seperti Arbain Nawawi dan lainnya.[2] Namanya terkenal ke khalayak ramai baik di dalam negeri maupun di Malaysia dan Singapura setelah mengikuti dan meraih juara pertama pada program Hafiz Indonesia 2014 di RCTI.[3] Ia menjadi pusat perhatian karena meski kala itu berusia sangat muda yakni 5,5 tahun namun telah mampu menghafalkan 29 Juz dari total 30 Juz Alquran. Iapun dikirim untuk mengikuti perlombaan hafalan Alquran tingkat Internasional di Jeddah, Arab Saudi. Musa menjadi yang termuda dalam ajang tersebut dan menduduki peringkat ke-12 dari 25 peserta yang ikut bertanding. Musa mendapatkan nilai Mumtaz yakni 90,83 poin dari 100 nilai sempurna.[4] Pasca perlombaan Musa berhasil menuntaskan hafalannya menjadi keseluruhan 30 juz Alquran, hal ini dapat terlaksana karena sebelum mengikuti acara sebenarnya ia hanya kurang dua surah saja.[5][6] Pada bulan Agustus 2014, Musa memperoleh piagam penghargaan tingkat nasional dari MURI sebagai Hafiz Al-Quran 30 Juz termuda di Indonesia. Pada bulan April 2016, dikirim untuk mengikuti perlombaan hafalan Alquran tingkat Internasional di Sharm El-Sheikh, Mesir. Musa menjadi yang termuda dalam ajang tersebut dan menduduki peringkat ke-3 dari 80 peserta yang ikut bertanding.[7]

Musa (hafiz)
Musa (hafiz)
Musa memegang Piagam penghargaan dari MURI.
Latar belakang
Nama lahir Musa
Lahir 26 Juli 2008 (umur 10)
Bangka Barat, Bangka Belitung
Pekerjaan Penghafal Alquran
Orang tua La Ode Abu Hanafi Abu Musa (Ayah)
Yulianti (ibu)

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting

Pranala luarSunting