Mus Mujiono

Musisi Indonesia

Mus Mujiono (lahir 15 Maret 1956) adalah seorang musisi jazz Indonesia. Nono, demikian biasa dipanggil sangat menyukai musik dan menguasai hampir semua alat musik, dari keyboard, drum, gitar, saksofon, kecuali trompet. Nono juga mendapat julukan sebagai 'George Benson Indonesia'.

Mus Mujiono
LahirMus Mujiono
15 Maret 1956 (umur 65)
Surabaya, Jawa Timur, Indonesia
KebangsaanIndonesia
Pekerjaan
Tahun aktif1971–sekarang
KerabatMus Mulyadi (kakak)
KeluargaHelen Sparingga (ipar)
Karier musik
Genre
Instrumen
Artis terkait

KeluargaSunting

Nono besar di keluarga musisi. Ayahnya adalah musisi keroncong, sedangkan kakaknya, Mus Mulyadi, juga penyanyi keroncong. Sejak kelas enam SD, Nono sudah belajar gitar. Salah satu gurunya adalah Harris Sormin dari group band AKA. Kemampuannya bermain musik sangat memikat, bahkan diusianya yang baru 18 tahun, Nono telah rekaman dengan bandnya, The Hands.

KarierSunting

Popularitas Nono terangkat bersama The Hands, grup musiknya. Mereka sangat terkenal terutama dengan lagu "Hallo Sayang". Sayangnya tak lama kemudian, mereka bubar. Nono pun bersolo karier dan sampai menghasilkan tujuh album.

Nono belajar jazz dari Jun Sen, gitaris jazz terkemuka asal Surabaya seangkatan Bubi Chen. Dari musisi yang juga pengusaha alat musik itulah ia mulai mengenal berbagai teori jazz. Nono juga belajar privat gitar klasik, agar bisa membaca not balok dengan baik. Pada tahun 1980-an Nono tertarik pada George Benson, karena kesederhanaan permainan gitarnya. Saat itu kebanyakan gitaris ngerock dengan berbagai macam efek aneh-aneh, berbeda dengan George Benson yang hanya memakai mulut saja. Oleh karena itu, Nono mulai mempelajari teknik scating yang merupakan ciri dari George Benson.

Setelah menekuni "jurus-jurus" George Benson, Nono pun mulai dilirik para musisi lain. Nono diajak bergabung dengan Jakarta Power Band. Akhirnya Nono hijrah ke Jakarta yang memang telah menjadi obsesinya.

Pada tahun 1995 bersama Glenn Fredly (vokal), Inang Masalo (drum), Yance Manusama (bass), Eka Bhakti (kibor) dan Irvan Chesmala (kibor), berdirilah Funk Section, dengan Nono pada gitar. Mereka membuat album perdana bertajuk "Terpesona". Album ini tidak sukses, begitu juga dengan keberadaan band.

Tahun 2004, bersama grup Canizzaro merilis album Reinkarnasi Canizzaro yang mengandalkan tembang "Seperti Dulu" (dengan menghadirkan Trie Utami sebagai bintang tamu).

Sampai usianya yang hampir setengah abad, bersama dengan Agus Dhukun, Erren Dwi Pratiwi alias Tiwi KDI 4, Irghi Barens, Vino D Rossy dan Deddy Namoza, Nono tetap ingin berkarya dengan mendirikan A-Dhu Band. Kendati terbilang baru tetapi delapan lagu telah disiapkan A-Dhu Band untuk mengisi album perdana mereka. Sebagian lagu dalam album tersebut diciptakan oleh Nono. Judul-judul lagu di album A-Dhu Band antara lain Sedaci, Siti Djainab, Ini Duniaku, Dosa Cinta?, Kejujuran Cinta Agus Dhukun, Ly, @ku Adalah @ku dan Mba Yayu.

DiskografiSunting

  • Kutakut Tuhan Marah - Mus Mujiono & Deddy Dhukun
  • Tertunda
  • Sun Dipipi
  • Gelombang Hidup
  • Bebas
  • Forever You
  • Kembalilah Waktu - duet dengan Vina Panduwinata
  • Masih Ada Keindahan - duet dgn Tommy Marie
  • Dunia semakin Tua
  • Keagungan Cinta - duet dgn Dorie Kalmas (2002)
  • Dia Lagi, Dia Lagi (1986)
  • Dunia Semakin
  • Gara-Gara Dia - duet dgn Wachid Ajie
  • Yang Pertama (1988)
  • Nada Cinta
  • Lestari
  • Takut (Lima Tahun Lagi) duet dgn Deddy Dhukun (1999)
  • Kata Hatiku - duet dgn Yongki Alamsyah (2001)
  • Suara Hati (1992) - duet dgn Deddy Dhukun
  • Apa Kabar
  • Dilema
  • Melody - duet dengan Budi B
  • Adinda
  • Hard Rock Cafe
  • Kebimbangan - duet dengan Phardi A
  • Bebas (1989)
  • Perdamaian - (1988) bernyanyi bersama Dian Pramana Poetra & Deddy Dhukun, Jayanthi Mandasari, Ramona Purba, dan Helda Febrina
  • The Best Of Yopie Latul and Mus Mujiono diproduksi Harpa record
  • Sunday Jazz diproduksi oleh Enteng Tanamal

-->

Pranala luarSunting