Buka menu utama

Muhammad Padang (juga ditulis dengan ejaan Mohammad Padang, lahir di Sirisori Islam (sekarang Sirisori Amapatti), Saparua, Maluku, Hindia Belanda pada tahun 1920 – meninggal di Jakarta, Indonesia, tanggal tidak diketahui)[1] adalah seorang politisi Indonesia pada masa-masa peralihan dari Orde Lama ke Orde Baru. Ia merupakan Gubernur Provinsi Maluku yang ketiga, yang menjabat dari tahun 1960 sampai 1965, setelah menggantikan pejabat sebelumnya, Muhammad Djosan yang menjabat Gubernur dari tahun 1955 sampai 1960.[2] Pada tahun 1965 Muhammad Padang digantikan oleh gubernur berikutnya, G.J. Latumahina, yang menjabat sampai tahun 1968.[3]

Muhammad Padang
Gubernur Maluku 3
Masa jabatan
1960–1965
PendahuluMuhammad Djosan
PenggantiG.J. Latumahina
Informasi pribadi
Lahir1920
Bendera Belanda Sirisori Islam, Saparua Timur, Maluku Tengah, Maluku, Hindia Belanda
Meninggal duniaBendera Indonesia Jakarta, Indonesia
KebangsaanBendera Indonesia Indonesia
PekerjaanPolitisi
Dikenal karenaGubernur Maluku, pejuang

Adiknya, Usman Padang juga seorang politisi yang pernah menjabat Ketua DPRD Provinsi Maluku selama dua periode (10 tahun) dari tahun 1972–1982 sebelum digantikan oleh R.M.S. Latuconsina.[4]

Biografi singkatSunting

Mohammad Padang lahir tahun 1920 di Desa Sirisori Islam di Pulau Saparua. Ibunya seorang putri dari desa kelahirannya dan berasal dari keluarga besar Pattisahusiwa.[1] Ayahnya seorang perantau dari Koto Anau, Kabupaten Solok, Sumatra Barat yang dibuang Belanda ke Saparua pada zaman penjajahan Belanda.[5] Mohammad menamatkan pendidikan dasar pada Saparoeasche School di Saparua dan melanjutkan ke sekolah menengah MULO di Kota Ambon. Kemudian ia merantau ke Pulau Jawa. Pada masa mudanya di Pulau Jawa, Mohammad Padang adalah seorang pejuang kemerdekaan pada fase “Revolusi Fisik” (Perang Kemerdekaan).

Sebagai seorang tokoh pemuda pejuang, ia mulai memasuki badan- badan perjuangan pemuda untuk mempertahankan Proklamasi Kemerdekaan. Mulanya menjadi anggota Angkatan Pemuda Indonesia (API-Ambon) yang dipimpin oleh H. Tanasale dan J.D. de Fretes.[1] Setelah pindah ke Surabaya ia menjadi anggota pengurus besar organisasi “Pemuda Republik Indonesia” (PRI-Ambon) yang dipimpin M. Sapya dan Kolibongso.[1] Pemuda-pemuda Maluku juga mempunyai jasa yang besar dalam pertempuran 10 November di Surabaya melawan Tentara Sekutu (Inggris). Sewaktu hijrah ke Yogyakarta ia bergabung pada Organisasi “Pemuda Indonesia Maluku” (PIM). Di Yogyakarta ia berjuang dalam Partai Politik Maluku (Parpim) yang didirikan oleh A.J. Patty. Sebagai anggota Parpim beliau mewakili Maluku pula di dalam KNIP (Komite Nasional Indonesia Pusat) dan bersama-sama dengan Mr. J. Latuharhary dan Dr. G.A. Siwabessy menanggulangi kesulitan dan penderitaan orang-orang Maluku untuk tetap berada dalam wadah Negara kesatuan RI.[1]

Setelah pemberontakan RMS pada tahun 1950 dapat ditumpas ia bersama Gubernur Mr. J. Latuharhary berjuang membangun Maluku. Sebagai seorang tokoh pejuang anak daerah Maluku, Mohammad Padang dipercaya untuk menjadi Gubernur Maluku yang ketiga (1960–1965).[2] Sebelum itu beliau bersama A.J. Patty ditunjuk sebagai wakil Maluku dalam Parlemen RIS (Republik Indonesia Serikat).[1] Mohammad Padang juga tercatat sebagai salah seorang pendiri Universitas Pattimura dan menjadi anggota Presidium Unpatti dari tahun 1962–1971.[1] Tokoh Maluku dan pejuang kemerdekaan ini meninggal dunia di Jakarta dan beliau dihargai sebagai pejuang kemerdekaan dan pengabdi rakyat di daerah Maluku.[1]

ReferensiSunting

  1. ^ a b c d e f g h "Mohammad Padang". Balagu.50webs.com. Diakses tanggal 11 November 2017. 
  2. ^ a b Siri Antoni. "Mengapa Orang Minang Mampu Bertahan Diperantauan?". ANTARA. 15 Juni 2012. Diakses pada 21 Mei 2014.
  3. ^ Edi Songo, Genius Senior
  4. ^ John Pieris, Tragedi Maluku: sebuah krisis peradaban: analisis kritis aspek politik, ekonomi, sosial budaya, dan keamanan
  5. ^ sumbaronline.com "Urang Awak" di Ambon Banyak Pegang Jabatan Penting

Pranala luarSunting