Moelyono

Moelyono (lahir di Tulung Agung, 5 Agustus 1957; umur 63 tahun) adalah seniman kelahiran Indonesia yang terkenal sangat peduli kepada rakyat kecil.[1] Karya dan kegiatannya dilandasi atas sikap atau upayanya dalam membantu rakyat atau keluarga miskin dalam menyuarakan penderitaannya. Sarjana lulusan ISI (Institut Seni Indonesia) di Yogyakarta[1] ini sejak masa kuliah telah menghasilkan karya-karya seni yang memperlihatkan kepeduliannya pada golongan masyarakat marginal. Salah satu karya Moelyono pada saat mengikuti pendidikan tinggi di ISI yang berjudul "Kesenian Unit Desa (KUD)" tidak mendapatkan dukungan dari ISI untuk dipentaskan. Setelah lulus sarjana, Moelyono tinggal di Tulungagung, Jawa Timur.[1]

Bagi Moelyono, kebudayaan merupakan hasil dari seluruh golongan masyarakat,[butuh rujukan] untuk itu setiap orang atau masyarakat adalah subjek yang sama kreatifnya dengan seniman. Antara tahun 1987 hingga 1990, Moelyono merintis pameran keliling buah karya seni anak-anak nelayan dan petani Teluk Brumbun dan Nggerangan di Tulungagung, Surabaya, Yogyakarta, Salatiga, dan Surakarta.[1]

Dalam mendukung aktivitas seninya, Moelyono mendirikan Yayasan Seni Rupa Komunitas (YSRK) pada tahun 1993.[2] Bersama YSRK, Moelyono melakukan kegiatan pendampingan sosial di pelbagai daerah seperti Pacitan, Surabaya dan Lombok. Bahkan kegiatan sosial Moelyono juga sampai di Aceh dan Wamena.[butuh rujukan] Atas dedikasi dan komitmen Moelyono dalam "Seni Rupa Penyadaran" pada tahun 1992, ia terpilih menjadi anggota Ashoka Fellowships Innovator for The Public dari Yayasan Ashoka Indonesia.[butuh rujukan]

Sejak pertengahan tahun 1980-an, Moelyono ditunjuk sebagai guru seni di Sekolah Menengah Atas (SMA) Katolik di Kota Tulungagung.[butuh rujukan] Di samping itu, Moelyono juga menjadi guru pada pendidikan tinggi di Kota Kediri serta Institut Kesenian di Surabaya.[2] Selain sebagai seniman dan guru, Moelyono juga aktif menulis dalam berbagai media sebagai bagian dari upayanya dalam memopulerkan Seni Rupa Penyadaran. Kumpulan dari tulisan-tulisan Moelyono pada berbagai media selanjutnya diterbitkan dalam buku oleh Yayasan Bentang pada tahun 1997 dengan judul "Seni Rupa Penyadaran".[1]

Daftar karya:

  • 1983 - Proyek Joko Budheg[3]
  • 1985 - Gotong Royong Naik Jaring[3]
  • 1985 - Kesenian Unit Desa[3]
  • 1994 - Refleksi Bendungan Wonorejo[3]
  • 1994 - Seni Rupa Untuk Marsinah[4]
  • 1996 - Who Are Dawn[3]
  • 2000 - Seni Rupa Refleksi Kehidupan Brumbun & Nggerengan[3]
  • 2004 - Genosida Budaya[3]
  • 2010 - Dream My Gold Crown[3]
  • 2011 - Retak Wajah Anak-Anak Bendungan[5][6][7]


ReferensiSunting

  1. ^ a b c d e Almanak seni rupa Indonesia : secara istimewa Yogyakarta. Jakarta. ISBN 9789791436298. OCLC 848263279. 
  2. ^ a b Jurriëns, Edwin (2017-02-24). Visual Media in Indonesia: Video Vanguard (dalam bahasa Inggris). Taylor & Francis. ISBN 978-1-315-30254-6. 
  3. ^ a b c d e f g h "Moelyono". Indonesian Visual Art Archive. Diakses tanggal 8 Februari 2021. 
  4. ^ "Fotografi Pameran Seni Rupa Untuk Marsinah". Indonesian Visual Art Archive. 1994. Diakses tanggal 8 Februari 2021. 
  5. ^ Schott, Christina (Februari 2013). "25 years of the Cemeti Art House". Universes in Universe. Diakses tanggal 8 Februari 2021. 
  6. ^ "Dokumentasi Foto Karya Pameran Retak Wajah Anak-anak Bendungan (Moelyono)". Indonesian Visual Art Archive. Agustus 2011. Diakses tanggal 8 Februari 2021. 
  7. ^ "Dokumentasi Foto Suasana Pameran Retak Wajah Anak-anak Bendungan (Moelyono)". Indonesian Visual Art Archive. Agustus 2011. Diakses tanggal 8 Februari 2021.