Buka menu utama

Meterai Gedalya adalah suatu bekas stempel meterai pada kepingan tanah liat (disebut bulla) yang memuat nama "Gedalya bin Pasyhur", yaitu seorang tokoh yang tercatat namanya dalam Alkitab Ibrani dan bagian Perjanjian Lama di Alkitab Kristen, terutama dalam Kitab Yeremia. Tokoh ini adalah seorang pejabat tinggi pada istana Kerajaan Yehuda semasa pemerintahan raja Zedekia (597-586 SM).

Daftar isi

PenemuanSunting

Pada tahun 2008, arkeolog Dr. Eilat Mazar, memimpin tim ekskavasi dari Hebrew University of Jerusalem, sedang melakukan penggalian di bagian utara "Kota Daud". Mereka sedang memperbesar tempat galian dan menyaring debu tanah dari lokasi ekskavasi di mana mereka menemukan "Meterai Yukhal" pada tahun 2005. Hanya beberapa meter dari tempat penemuan Meterai Yukhal, Dr. Mazar sedang membersihkan kotoran dan debu dari suatu kepingan tanah liat lain yang berusial 2600 tahun, ketika tulisan dari kepingan yang sudah agak bersih itu dapat dibaca dan ukiran dalam huruf Ibrani Kuno itu berbunyi “le Gedalyahu ben Pashur” — ”milik Gedalya bin Pasyhur” [1] Sangat jarang terjadi penemuan di mana ada dua artefak arkeologi yang memuat dua nama yang tercatat dalam Alkitab pada satu ayat yang sama, diketemukan di sekitar bekas reruntuhan istana Kerajaan Yehuda dan secara ilmiah bertarikh pada zaman nabi Yeremia, dan keduanya terlibat dalam penangkapan nabi itu, sehingga hal ini menguatkan kebenaran catatan kitab yang ditulis atas nama Yeremia.[1]

TokohSunting

"Gedalya bin Pasyhur" dicatat namanya satu kali pada Alkitab Ibrani, yaitu dalam Kitab Yeremia sebagai berikut:

Tetapi Sefaca bin Matan, Gedalya bin Pasyhur, Yukhal bin Selemya dan Pasyhur bin Malkia mendengar perkataan yang tidak henti-henti diucapkan oleh Yeremia kepada segenap orang banyak itu:[2]

Perbuatannya, bersama ketiga sejawatnya, terhadap nabi Yeremia dicatat sebagai berikut:

Maka mereka mengambil Yeremia dan memasukkannya ke dalam perigi milik pangeran Malkia yang ada di pelataran penjagaan itu; mereka menurunkan Yeremia dengan tali. Di perigi itu tidak ada air, hanya lumpur, lalu terperosoklah Yeremia ke dalam lumpur itu.[3]

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting

Pranala luarSunting