Buka menu utama

Tradisi MerantauSunting

Dalam tradisi turun temurun dari suku Minangkabau, anak lelaki yang sudah berusia remaja dewasa dari suku ini diharuskan untuk merantau ke negeri orang. Ini diakibatkan oleh masyarakat dari etnis ini menggunakan sistem Matrilineal (menarik keturunan dari pihak ibu) yang mengakibatkan pihak lelaki hanya mendapatkan sedikit "harto pusako", oleh karena itu sebagian besar dari kaum pria Minang ini berusaha untuk mendapatkan harta yang bebas dari "harto pusako Bundo" dengan cara Merantau ke negeri orang.

Ada juga sebagian orang yang sudah sukses di rantau kembali pulang ke kampung halaman dan menceritakan kisah sukses mereka di rantau orang. Juga ada rasa malu tersendiri dan dicemoohkan oleh teman-teman sepermainan bila tidak pernah merasakan pengalaman di rantau orang, mendorong lelaki Minangkabau untuk melakukan pengembaraan meninggalkan kampung halaman dan saudara saudara tercinta demi kehidupan yang berarti bagi mereka.

SinopsisSunting

Di Minangkabau, Sumatra Barat, Yuda (Iko Uwais), seorang pendekar silat Minangkabau aliran Harimau dalam persiapan akhir untuk memulai perantauannya. Ia harus meninggalkan keluarganya, ibu tercinta, Wulan (Christine Hakim), dan udanya, Yayan (Donny Alamsyah), kenyamanan, keindahan kampung halamannya, dan mencari eksistensi dirinya di keserabutan kota Jakarta.

Nasib mempertemukan Yuda dengan yatim piatu Adit (Yusuf Aulia) dan kakaknya, Astri (Sisca Jessica), yang akan menjadi korban organisasi ilegal human trafficking. Organisasi yang memperlakukan manusia seperti barang ini dipimpin seorang Eropa berhati batu, Ratger (Mads Koudal) dan tangan kanannya Luc (Laurent Buson). Seketika markas mereka kacau karena perkelahian antara Johni (Alex Abbad) dan para tukang pukulnya dengan Yuda, Ratger bersikeras mencari Astri, atau “barangnya”, yang berhasil diselamatkan Yuda dan mereka ingin pembalasan berdarah setimpal.

Perkenalan Yuda dengan kota serabutan ini seperti api yang menyulut ketika situasi memaksanya untuk melarikan diri bersama Astri dan Adit dari kejaran mucikari dan preman-preman yang menguasai malam, menggerayangi setiap jalanan, dan mengejar setiap langkah mereka.[1]

ReferensiSunting

Pranala luarSunting