Buka menu utama

Mang Udel

pemeran laki-laki asal Indonesia

Drs. R. Panji Poernomo Tedjokusumo (lahir di Pasuruan, Jawa Timur, 7 Oktober 1923 – meninggal di Jakarta, 27 Oktober 2006 pada umur 83 tahun) atau lebih dikenal dengan nama Mang Udel adalah seorang aktor, pembawa acara, radio, dan pelawak Indonesia. Nama populer Mang Udel diambil dari nama tokoh dalam acara obrolan Sepintas Lalu di RRI yang dibawakan oleh dirinya dan Mang Cepot pada akhir 1946. Ia menikah dengan Sri Sufinati, anak dari Ibu Sud, pencipta lagu anak-anak Indonesia, dan dikaruniai tiga orang anak.

Mang Udel
Mang udel.jpg
LahirDrs. R. Panji Poernomo Tedjokusumo
7 Oktober 1923 (umur 95)
Bendera Hindia Belanda Pasuruan, Jawa Timur
Meninggal27 Oktober 2006(2006-10-27) (umur 83)
Bendera Indonesia Jakarta, Indonesia
Nama lainMang Udel
PekerjaanAktor, pelawak, pembawa acara, radio

Daftar isi

Pendidikan dan karier non hiburanSunting

Mang Udel adalah putra seorang wedana di daerah Pasuruan. Ia menamatkan sekolah dasar zaman Belanda, HIS, tahun 1930 lalu melanjutkan sekolah lanjutan yaitu MULO, di Solo tahun 1936. Mang Udel yang di kalangan dekatnya dipanggil juga Mas Pung, melanjutkan studi di sekolah pertanian LMS di Bogor pada tahun 1940. Pada tahun 1945, ia mengisi acara Sepintas Lalu di Radio Republik Indonesia (RRI) di Jakarta serta berjuang di daerah Cikampek tahun 1946 semasa perang kemerdekaan.

Setelah vakum kegiatan siaran selama masa revolusi itu, pada tahun 1951 Mang Udel bertemu dengan pasangannya, yaitu Hardjodipuro, lantas meneruskan acara Sepintas Lalu-nya. Keduanya sepakat membentuk duet Mang Cepot dan Mang Udel dan bertahan hingga akhir dekade 70-an. Sementara itu, karier Mang Udel di luar panggung cukup bagus. Ia mendapatkan gelar sarjana muda biologi pada tahun 1961 dari Fakultas Biologi Universitas Nasional dan menjadi asisten ahli anatomi patologi di Fakultas Kedokteran UI tahun itu juga. Pada tahun 1966, arek Pasuruan ini menjadi dosen luar biasa di Fakultas Kedokteran Gigi UI dan juga dosen biologi di Universitas Tarumanegara, Jakarta. Lalu antara tahun 1967 dan 1971, Mang Udel menjadi pejabat Dekan Universitas Nasional. Mang Udel kemudian pensiun dari Universitas Indonesia pada tahun 1975 dan untuk mengisi kegiatannya setelah itu, Mang Udel menjadi pemandu wisata tahun 1977.

Karier dunia hiburanSunting

Karier filmSunting

Mang Udel untuk pertama kali bermain film pada tahun 1952 berjudul Heboh, kemudian bermain dalam sebuah film adopsi dari Rusia berjudul Si Mamad di bawah arahan sutradara Syuman Jaya. Di film yang cukup monumental itu, ia mendapat penghargaan atas aktingnya sebagai pegawai negeri miskin yang tertimpa masalah.

Dalam film serial TV Losmen arahan sutradara Wahyu Sihombing (almarhum), dan yang diputar oleh TVRI Stasiun Pusat Jakarta pada tahun 1980, permainan Mang Udel cukup mengesankan dan ia lantas diidentikkan dengan tokoh Pak Broto, suami pemilik losmen Srikandi yang menderita post power syndrome setelah pensiun sebagai pejabat sebuah instansi pemerintah. Dalam beberapa episode, Mang Udel acapkali berakting sambil memainkan alat musik ukulele.

Karier lawakSunting

Duet Mang Cepot dan Mang Udel itu juga boleh dianggap sebagai grup lawak pertama di Indonesia yang menggunakan naskah dalam setiap penampilannya, sehingga semua detail adegan sudah diperhitungkannya. Dalam salah satu wawancaranya dengan sebuah penerbitan, Mang Cepot almarhum pernah menjelaskan bahwa dengan naskah itu mereka sejak awal sudah menuangkan ide, konsep secara terinci dan menampilkannya dengan terencana, dan dengan segala perhitungan reaksi audience-nya.

Lawakan mereka sering menyindir keadaan waktu itu, di mana republik masih sangat muda dan banyak terjadi kelucuan-kelucuan dalam ukuran intelektualitas keduanya. Padahal, mereka adalah para pejabat tinggi negara yang punya posisi penting di instansi masing-masing. Maka tak mengherankanlah kalau PM Soebandrio pernah melarang kegiatan dua orang tersebut. Pada tahun 1958 mereka berdua mencoba membuat trio Los Gilos yang terdiri dari Mang Cepot, Mang Udel dan Bing Slamet. Setelah berjalan beberapa lama akhirnya trio itu pecah, kendati faktor penyebabnya tidak diketahui pasti. Banyak persoalan yang membuat trio Los Gilos tidak langgeng. Kendati demikian, trio Los Gilos waktu itu dipandang sangat bagus karena memadukan kematangan ide, konsep yang berkualitas dengan kepiawaian olah tubuh serta gaya Bing Slamet yang sangat terkenal itu. Dengan kata lain, perpaduan antara komedi ide dengan lawakan slapstick.

PenghargaanSunting

Dia pernah mendapatkan penghargaan sebagai aktor terbaik dengan pujian FFI tahun 1974 dalam film Si Mamad. Selain itu, dia pernah tergabung dalam grup komedi Trio Los Gilos bersama Bing Slamet dan Mang Cepot.

FilmografiSunting

Serial TVSunting

Pranala luarSunting