Mahligai untuk Cinta

seri televisi Indonesia tahun 2023

Mahligai untuk Cinta adalah sinetron Indonesia produksi MNC Pictures yang ditayangkan perdana 20 Juli 2023 pukul 17.00 WIB di RCTI berdasarkan e-Novel Klaklik berjudul Mahligai karya Abi Auliya.[1] Sinetron ini disutradarai oleh Indrayanto Kurniawan dan dibintangi oleh Ranty Maria, Arbani Yasiz, dan Dea Annisa.

Mahligai untuk Cinta
Genre
BerdasarkanMahligai
oleh Abi Auliya
SkenarioNovia Faizal
SutradaraIndrayanto Kurniawan
Pemeran
Penggubah lagu temaMoh. Charly VH
Lagu pembuka"Cinta Tak Harus Memiliki" oleh ST 12
Lagu penutup"Cinta Tak Harus Memiliki" oleh ST 12
Penata musikJoseph S. Djafar
Negara asalIndonesia
Bahasa asliBahasa Indonesia
Jmlh. musim1
Jmlh. episode74
Produksi
Produser eksekutif
  • Filriady Kusmara
  • Kamil Wahyudi
  • Mudakir Rifai
ProduserReno Marciano
SinematografiMemet Nakesh
Penyunting
  • Nugraha S. Persada
  • Joko Utomo
  • Maryono
  • Muchlis
  • Amrih
  • Iman
  • Anto
Pengaturan kameraMulti-kamera
Rumah produksiMNC Pictures
DistributorMNC Media
Rilis asli
JaringanRCTI
Rilis20 Juli (2023-07-20) –
19 Oktober 2023 (2023-10-19)

Sinopsis sunting

Ridho merupakan pria sederhana dari desa yang dipasangkan oleh Mutia, gadis bernasib sama dengannya. Mereka merupakan sahabat dekat Putri, anak orang kaya yang mempunyai perusahan sayur-mayur. Pertemanan mereka terbilang manis, sampai akhirnya konflik besar menimpa Putri dan keluarganya.

Pemeran sunting

Lagu tema sunting

Judul lagu Penyanyi Pencipta Produksi
"Cinta Tak Harus Memiliki" ST 12 Moh. Charly VH Trinity Optima Production
"Putri Iklan" ST 12 Moh. Charly VH Trinity Optima Production
Keterangan
  Lagu tema utama

Distribusi daring sunting

RCTI+ sunting

Sinetron ini didistribusikan di RCTI+ satu jam setelah penayangan.

Vision+ sunting

Sinetron ini juga didistribusikan di Vision+ satu hari setelah penayangan.

Referensi sunting

  1. ^ "Tayang di RCTI Serial Mahligai Untuk Cinta Diadaptasi Dari e-Novel Eksklusif KLAKLIK!". MNC Pictures. 20 Juli 2023. Diakses tanggal 21 Juli 2023. 

Pranala luar sunting