Louis XVI dari Prancis

Raja Prancis

Louis XVI ( Louis-Auguste, 23 Agustus 1754 – 21 Januari 1793) adalah Raja Prancis dari Dinasti Bourbon sejak tahun 1774 hingga 1792. Menggantikan kakeknya Louis XV , Kekuasaannya dihentikan dan dia ditangkap pada Revolusi 10 Agustus, dan akhirnya dihukum dengan guillotine untuk dakwaan pengkhianatan pada 21 Januari 1793, di hadapan para penonton yang menyoraki hukumannya.

Sebuah lukisan Louis XVI karya Joseph Duplessis.

Louis sebenarnya adalah raja yang serius dan dicintai rakyat, tetapi ketidakcakapannya dalam memerintah, sikapnya yang konservatif dan keadaan keuangan yang buruk sejak zaman raja sebelumnya membuat rakyatnya menderita dan mulai menyalahkannya. Istrinya adalah Marie Antoinette, dan bersamanya mereka mempunyai empat orang anak:

Kehidupan awalSunting

Louis XVI lahir dengan nama Louis-Auguste de France pada 23 Agustus 1754 di Istana Versailles. Ia adalah putra Louis-Ferdinand, putra mahkota Prancis, yang juga merupakan satu-satunya putra Louis XV dari Prancis yang masih hidup.[1]

Pernikahan Louis-Ferdinand yang pertama yaitu dengan Infanta Maria-Theresa dari Spanyol. Pernikahan tersebut penuh kasih sayang, hingga kematian merenggut Maria ketika berumur 20 tahun pada saat melahirkan. Kematian istrinya membuat Louis-Ferdinand sangat terpukul. Namun, ia dipaksa untuk segera menikah kembali demi memastikan garis keturunannya. Pada 1747, ia menikahi Marie-Josepha dari Sachsen sebagai istri kedua. Meskipun pernikahan ini relatif tanpa cinta, tetapi pernikahan ini berhasil melahirkan tujuh orang anak.[1]

Louis-Auguste terlahir dengan gelar Adipati Berry, ia merupakan anak ketiga dari Louis-Ferdinand. Dua kakaknya meninggal ketika masih kanak-kanak. Ia memiliki dua adik laki-laki yaitu, Louis-Stanislas, comte de Provence yang lahir pada 1755 dan Charles-Philippe, comte d'Artois, lahir pada 1757. Selain saudara laki-laki, Louis-Auguste juga memiliki dua adik perempuan bernama Marie-Clotilde (1759) dan Elizabeth-Philippa (1764).[1]

 
Louis-Auguste dan adik laki-lakinya saat masih kecil.

Sewaktu kecil, Louis-Auguste adalah anak yang kuat dan sehat. Ia menyukai kegiatan fisik dan sering pergi berburu bersama kakeknya, Louis XV, dan dua adik laki-lakinya. Ia juga tergolong rajin belajar, utamanya dalam bahasa Latin, geografi, dan sejarah.[1]

Kakak laki-lakinya, Louis-Joseph, meninggal saat berumur sembilan tahun pada 1761. Kematian kakaknya membuat Louis-Auguste berada di posisi kedua dalam garis suksesi. Selang empat tahun kemudian, ayahnya meninggal karena TBC—penyakit yang sama yang juga merenggut nyawa ibunya menjelang akhir dekade itu. Sepeninggal ayahnya pada 20 Desember 1765, Louis-Auguste yang berusia sebelas tahun mewarisi gelar putra mahkota, dan menjadi pewaris Kerajaan Prancis.[1]

Ketiadaan figur seorang ayah, membuat tanggung jawab membesarkan calon raja jatuh ke tangan Adipati de La Vauguyon. Sebagai pengajar yang keras dan konservatif; kurikulum Vauguyon sebagian besar terdiri dari agama, moralitas, dan humaniora. Namun, ia gagal menyesuaikan pelajarannya agar lebih cocok untuk pewaris Prancis.[1]

ReferensiSunting

  1. ^ a b c d e f Mark, H. W. (5 September 2022). "Louis XVI of France". World History Encyclopedia (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 30 Januari 2023. 

Pranala luarSunting

Louis XVI dari Prancis
Jabatan politik
Didahului oleh:
Louis XV
Raja Prancis
1774-1792
Diteruskan oleh:
Louis XVII
(de-facto)