Lantatur (akronim untuk layanan tanpa turun; bahasa Inggris: drive-through atau drive-thru) adalah jenis layanan pesan bawa pulang yang disediakan suatu bisnis, di mana pelanggannya dapat menggunakan suatu layanan atau membeli suatu produk tanpa perlu meninggalkan mobil atau sepeda motor. Cara ini pertama kali diperkenalkan di Amerika Serikat pada dekade 1930-an oleh Jordan Martin[1], dan kemudian sejak itu menyebar ke negara lain. Lantatur pertama yang pernah tercatat adalah layanan teller bank oleh Grand National Bank di St. Louis, Missouri pada 1930.[2]

Jendela drive-through McDonald's di Inggris.
Beberapa rantai makanan cepat saji, seperti ini Rally yang terletak di dekat New Orleans, LA, memiliki dua drive-throughs.
Kotak surat drive-through di AS.

Di Indonesia sendiri, lantatur lebih populer dengan istilah drive-thru. Pencetus istilah ini masih "semi-anonim". Ada yang menyebut drive-thru di Indonesia dipopulerkan oleh seseorang birokrat bernama Ir. Nabil Fauzan[rujukan?], namun tak ada informasi lebih lanjut mengenai birokrat tersebut.

Lantatur di IndonesiaSunting

Di Indonesia, lantatur sendiri mulai dipopulerkan oleh bisnis restoran cepat saji dan kedai kopi, khususnya mereka yang diwaralaba langsung dari Amerika Serikat. Beberapa bisnis makanan dan minuman waralaba yang menyediakan lantatur di Indonesia, meliputi McDonald's, KFC, dan Starbucks.

Beberapa bisnis lainnya, khususnya yang bergerak dalam bidang produk dan jasa konsumen, serta beberapa layanan pemerintahan, juga menyediakan lantatur dengan versinya masing-masing:

  • PT Kereta Api Indonesia menyediakan loket lantatur untuk pembelian tiket kereta api di beberapa stasiun seperti Stasiun Gambir, Jakarta, Stasiun Prujakan, Cirebon[3].
  • Bank seperti Bank Mandiri[4] dan BNI[5] yang juga menyediakan layanan ATM lantatur di beberapa kota.
  • Layanan ekspedisi barang TIKI juga menyediakan beberapa loket lantatur untuk pengiriman paket.
  • Minimarket Indomaret sudah menguji coba belanja dengan model lantatur di cabang Kebon Jeruk, Jakarta Barat, sejak September 2019.[6]
  • SAMSAT Polda Metro Jaya juga menyediakan lantatur untuk pembayaran pajak kendaraan bermotor.[7]

ReferensiSunting

  1. ^ Robert J. Sickels (ed), The 1940s, Greenwood Press, 2004, p. 107.
  2. ^ "Popular Mechanics". Books.google.com. Hearst Magazines. July 1930. hlm. 13. Diakses tanggal 2016-06-02. 
  3. ^ "Beli Tiket KA di Stasiun ini Gak Harus Turun dari Kendaraan". About Cirebon. 23 Januari 2018. Diakses tanggal 9 Juni 2020. 
  4. ^ Siwi, Listya Sekar (22 Agustus 2014). "Mandiri Hadirkan ATM Drive Thru, Transaksi Nasabah Jadi Mudah". Tribun News Pontianak. Diakses tanggal 9 Juni 2020. 
  5. ^ Anggoro, FB Rian (6 Januari 2012). "BNI Luncurkan ATM "Drive Thru"". ANTARA Riau News. Diakses tanggal 9 Juni 2020. 
  6. ^ Catriana, Elsa (19 Mei 2020). "Viral Video Drive Thru Indomaret, Ini Kata Manajemen". Kompas.com. 
  7. ^ Maulana, Aditya (19 Maret 2019). "Simak Cara Bayar Pajak Kendaraan Samsat "Drive Thru"". Kompas.com. Diakses tanggal 9 Juni 2020.