Laktoferin

protein

Laktoferin (atau laktotransferin) adalah protein yang dapat mengikat dan mentransfer ion Fe3+ dan terdapat dalam jumlah tinggi dalam susu dan kolostrum.[1] Protein ini pertama kali diisolasi dari susu sapi pada tahun 1939 oleh Sorensen dan Sorensen.[1] Laktoferin memiliki berat 82.600 Da dan secara spesifik dapat mengikat dua atom feri per molekulnya.[2] Selain pada susu dan kolostrum, protein ini juga dapat ditemukan pada neutrofil, ginjal, sel epitelial, dan pada cairan mukosa, seperti: saliva, air mata, sekresi usus kecil, sekresi vagina, dan lain-lain.[1] Laktoferin memiliki aktivitas bakteriostatik (anti-bakteri) yang kuat karena kemungkinan disebabkan kemampuannya mengiat ion metal yang vital bagi makhluk hidup, seperti besi[2]. Bakteri dapat mati karena kekurangan ion besi untuk tumbuh.[2] Laktoferin terdapat pada susu sebagai komponen bioaktif. setiap jenis ternak memiliki kandungan laktoferin yang berbeda-beda, kambing PE memiliki laktoferin yang lebih tinggi dibandingkan dengan kambing kacang.[3]

Struktur senyawa laktoferin.

ReferensiSunting

  1. ^ a b c (Inggris) L. Adlerova, A. Bartoskova, M. Faldyna (2008). "Lactoferrin: a review" (PDF). Veterinarni Medicina. 53 (9): 457–468. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2020-01-09. Diakses tanggal 13 Juni 2010. 
  2. ^ a b c (Inggris) Gábor N. Than, Hans Bohn, Dénes G. Szabó (2003). Advances in Pregnancy-Related Protein Research Functional and Clinical Applications. Informa Healthcare. ISBN 978-0-8493-4962-1. Page.22
  3. ^ http://repository.ipb.ac.id/bitstream/handle/123456789/3267/Mulyanto.%20Slamet_D2006.pdf?sequence=4 Skripsi Mulyanto