Buka menu utama

Credo Trente yang juga dikenal sebagai Credo Pius IV atau Professio Fidei Tridentina (Pernyataan Iman Trente) memiliki nama asli Forma Iuramenti Professionis Fidei. Dalam dua bulla kepausan yang meneguhkannya, kredo ini disebut Forma Professionis Fidei Catholicae dan Forma Professionis Orthodoxae Fidei. Bersama dengan Credo Para Rasul, Credo Nicaea-Konstantinopel, dan Credo Athanasius, kredo ini merupakan rumusan iman yang otoritasnya diakui oleh Gereja Katolik. Secara tersurat, kredo ini disebut dalam Katekismus Gereja Katolik (Catechismus Catholicae Ecclesiae) tahun 1983 No. 192.

PenggunaanSunting

Tujuan utama penyusunan kredo ini adalah untuk memberi garis batas yang tegas antara iman Katolik dengan ajaran Protestan. Pada masa lalu, kredo ini wajib diucapkan oleh para ahli teologi atau orang yang akan memangku jabatan dalam Gereja sebagai sumpah setia yang bersifat resmi kepada Gereja Katolik. Termasuk di dalamnya ialah semua imam Katolik dan semua pengajar di seminari, kolose, dan universitas Katolik. Selain itu – walaupun tanpa pengesahan khusus – biasanya kredo ini juga wajib diucapkan oleh orang Kristen bukan Katolik (biasanya umat Protestan) yang akan diterima dalam persekutuan penuh dengan Gereja Katolik.

Pada masa kini, kredo ini sangat jarang digunakan. Hal ini antara lain karena sejak tanggal 1 Maret 1989 posisinya telah digantikan oleh Professio Fidei et Iusiurandum Fidelitatis in Suscipiendo Officio Nomine Ecclesiae Exercendo (Pernyataan iman dan sumpah kepercayaan untuk memangku jabatan atas nama Gereja) yang disusun oleh Congregatio pro Doctrina Fidei (Kongregasi Ajaran Iman). Berbeda dengan Credo Trente yang merupakan satu rumusan pernyataan iman dan sumpah kepercayaan sekaligus, maka Professio Fidei et Iusiurandum Fidelitatis in Suscipiendo Officio Nomine Ecclesiae Exercendo memiliki dua rumusan, satu untuk pernyataan iman dan satu untuk sumpah kepercayaan.

Asal usulSunting

Pada tahun 1563, Sidang XXV Konsili Trente (1545 – 1563) menyarankan kepada paus agar disusun suatu pernyataan iman yang juga mencakup ajaran khas Gereja Katolik yang ditolak oleh umat Protestan. Paus Pius IV menanggapi saran ini dan menugaskan beberapa kardinal untuk menyusunnya. Akhirnya kredo ini diresmikan oleh Paus Pius IV dalam bulla berjudul In Iunctum Nobis tertanggal 13 November 1564 dan bulla berjudul In Sacrosancta Beati Petri tertanggal 9 Desember 1564. Pada tanggal 20 Januari 1877, Paus Pius IX meresmikan penambahan bagian akhir kredo ini dengan kalimat mengenai keprimatan dan infallibilitas paus. Hal ini dimaksudkan agar kredo ini selaras dengan ajaran Konsili Vatikan I (1869 – 1870).

Lihat pulaSunting

Pranala luarSunting