Buka menu utama

Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional III

Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional III/Medan atau (Kosek Hanudnas III/Medan) adalah Komando pelaksana operasional Kohanudnas yang berkedudukan langsung di bawah Panglima Kohanudnas dengan tugas menyelenggarakan dan mengendalikan operasi pertahanan udara wilayah Kosekhanudnas III sesuai pembagian tanggung jawab geografis wilayah Hanudnas untuk mendukung tugas Kohanudnas. Kosekhanudnas III awalnya disebut “Komando Operasi Sektor Pertahanan Udara Nasional III” berkedudukan di Kota Medan. Berdasarkan telegram Pangkohanudnas Nomor: TK/113/2003, tanggal 21 Maret 2003, sebutan Komando Operasi Sektor Pertahanan Udara Nasional diganti menjadi Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional. Sebagai salah satu pelaksana di bawah Kohanudnas, peran dan fungsi Kosekhanudnas III tidak lepas dari terbentuknya Kohanudnas itu sendiri sebagai Komando Utamanya.[1][2]

Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional III
Komando Pertahanan Udara Nasional
Lambang Kosekhanudnas III.png
Dibentuk1966
Negara Indonesia
CabangLambang TNI 2013.png Tentara Nasional Indonesia
Tipe unitKomando Pertahanan Nasional
Bagian dariTentara Nasional Indonesia
Moto"Indra Prakasa Nirwikara"
Situs webwww.kohanudnas.mil.id

Keberadaan Kosek Hanudnas IIISunting

Kosek Hanudnas III Medan memiliki posisi yang sangat strategis dan vital bagi pertahanan udara wiiayah Barat Indonesia. Kosekhanudnas III merupakan pelaksana operasi Kohanudnas yang bertugas menyelenggarakan dan mengendalikan operasi pertahanan udara dalam rangka menegakkan kedaulatan dan ndus di udara serta melindungi objek vital nasional yang berada di wilayah otoritas mulai dari Provinsi Jambi, Riau, sebagian Kepulauan Riau, Sumatra Barat (Sumbar), Sumatra Utara (Sumut) dan Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).

Satuan samping yang berkaitan dengan Kosekhanudnas Ill selain Lanud Soewondo adalah Batalyon Arhanudse 11/BS yang secara taktis dan administrasi berada di bawah Kodam I/Bukit Barisan, dengan tugas melindungi objek vital di wilayah Sumatra Utara termasuk Lanud Polonia dari kemungkinan serangan udara musuh. Kosekhanudnas Ill sebagai bagian Integral dari Sistem Pertahanan Udara Nasional mempunyai tugas dan tanggung jawab yang demikian besar dengan wilayah tanggung jawab yang terbentang luas mulai ujung paling luar laut disebelah Barat Pulau Weh, hingga ke bagian Timur dari batas wilayah Provinsi Riau dan Palembang. Kemudian dari Utara ke Selatan adalah mulai dari Selat Melaka hingga kurang lebih lima mil sebelah Selatan Kepulauan Mentawai.

Daerah seluas ini bila dikaitkan dengan kondisi Selat Malaka maka mengandung kerawanan. Selain berbatasan langsung dengan Negara tetangga juga sebagai jalur pelayaran Internasional dan jalur penerbangan yang sangat padat. Disamping itu, objek-objek vital nasional yang harus dimonitor dan dilindungi oleh Kosekhanudnas III diantaranya Perusahaan Gas Alam LNG Arun, Exxon Mobil Oil, Perusahaan Pupuk Asean. Selain itu, mengamankan penerbangan di Selat Malaka dan Samudera Hindia. Keberadaan Kosekhanudnas III Medan tidak terlepas dari sejarah. Pada tahun 1962, AURI menggelar dua buah radar Nyssa di ujung barat landasan Lanud Polonia Medan yang merupakan embrio Satuan Radar 470 Medan, selanjutnya tahun 1966 Kosekhanudnas III berdiri.

TugasSunting

Dalam melaksanakan operasi Hanud dan gelar kekuatan Alutsista, Kosekhanudnas III juga memiliki kewenangan untuk menggunakan unsur pesawat tempur, termasuk KRI berkemampuan Hanud dan unsur Artileri Pertahanan Udara. Unsur Rudal/Meriam tersebut berada di Yon Arhanudse 11/Wira Bhuana Yudha Kodam I/Bukit Barisan di Binjai, Medan, Den Rudal 001, Yon Arhanud 13 Kodam I/Bukit Barisan di Bukit Kapur, Pekanbaru dan Den Rudal 004 Kodam I/Bukit Barisan di Bukit Kapur, Pekanbaru.

Sejarah Kosek Hanudnas IIISunting

Cikal bakal Kosek Hanudnas III bermula dari terbentuknya Sektor Operation Center (SOC) pada tahun 1958, dengan membawahi unsur-unsur komponen pertahanan udara dari TNI AD yaitu Arhanud dan Komponen TNI AU yang terdiri dari PPP (Pasukan Pengamanan Pangkalan) atau penangkis serangan udara serta unsur Buser yang terdiri dari pesawat terbang P­51 Mustang dan pesawat terbang Vampire. Adapun pembentukan SOC pada saat itu dimaksudkan untuk melindungi objek-objek vital dan kota-kota besar khususnya yang berada di pulau Jawa dari kemungkinan serangan udara pemberontak PRRI/Permesta. Selanjutnya pada masa Trikora tahun 1962 telah dibentuk Komando Pertahanan Udara Gabungan atau Kohanudgab dengan tugas untuk melindungi pemusatan ofensif di daerah Mandala Operasi di Indonesia Bagian Timur dari kemungkinan serangan udara pihak Belanda. Dari pengalaman tersebut diatas dirasakan bahwa betapa pentingnya pengendalian pertahanan udara yang harus dilaksanakan secara tunggal dan terpadu, maka pada tanggal 9 Februari 1962 dikeluarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor: 8/PLM/PSS tentang Pembentukan Kohanudnas, sekaligus lahir Keputusan Presiden RI Nomor: 256/PLT tahun 1962 tentang Susunan dan Tugas Kohanudnas. Guna mendapatkan hasil yang optimal dari setiap pelaksanaan operasi pertahanan udara dan untuk mencapai pengendalian operasi secara langsung dan sempurna maka ditiap-tiap daerah yang situasi dan kondisinya berbeda, maka pucuk pimpinan Kohanudnas menguasakan pengendalian operasi pertahanan udara tersebut kepada setiap Komandan Komando Sektor Pertahanan Udara. Pada masa itu Dalam suatu konsep Operasi Pertahanan Udara untuk pengendalian terhadap unsur-unsur kekuatan pertahanan udara yang berada di bawah komandonya maka Komandan Komando Sektor dibantu oleh Perwira Buser, Perwira Rudal dan Perwira Arhanud yang berkedudukan di masing-masing Pusat Operasi Sektor Pertahanan Udara Nasional (Posekhanudnas).[3]

Sedangkan untuk pengendalian taktis atas unsur-unsur di daerah tugas masing-masing komponen, dilaksanakan oleh Komandan unsur terkait seperti Pos Komando Buser, Pos Komando Rudal dan Pos Komando Arhanud. Pada tahun 1962 Unsur di bawah Kosek Hanudnas III Sebagai Cikal bakal Skadron Radar 470 Medan telah digelar dua buah radar "Nysa" di ujung barat Runway Lanud Polonia Medan. Kedua radar tersebut masing-masing Type C dan Type B, yang dibawa dari Makassar oleh Sertu Ulak dan Sertu Undang Suherman dengan menggunakan kapal laut menuju Medan, kemudian kedua radar tersebut langsung digelar dan dioperasikan secara bersamaan yaitu untuk Type B berfungsi sebagai penunjuk ketinggian sedangkan type C untuk penunjuk Range dan Azimuth. Dengan hadirnya kedua Radar tersebut di Lanud Medan maka cikal bakal Mata Elang Pertama telah Lahir di Polonia yang kemudian menjadi bagian dari Pertahanan Udara Nasional di bawah Kosek Hanudnas III Medan. Kemampuan radar Nysa saat itu sangat baik karena terdukung suku cadang yang cukup banyak dan lancar sehingga radar selalu siap operasi setiap saat, sedangkan Radio Komunikasi seperti HF, SSB, UHF dan VHF secara bertahap dilengkapi. Komandan Skadron Radar Medan pada saat itu adalah Serma Sembiring.

SatuanSunting

Kosekhanudnas III membawahi 4 Satuan Radar yang disebar di tempat-tempat strategis, antara lain:

  1. Satuan Radar 231/Lhokseumawe
  2. Satuan Radar 232/Dumai
  3. Satuan Radar 233/Sabang
  4. Satuan Radar 234/Sibolga

KomandanSunting

  1. Mayor LLU Soewarto (1966-1969)
  2. Letkol Pnb DH. Sumardjono (1969-1971)
  3. Letkol Pnb Soedarmadi (1971-1975)
  4. Kolonel Pnb Djauhari (1976-1979)
  5. Letkol Pnb MD. Soekanto (1979-1982)
  6. Kolonel Pnb Soetomo (1982-1986)
  7. Kolonel Pnb Ismu Aksoputro (1986-1989)
  8. Kolonel Pnb Donan Sunanto (1989-1992)
  9. Kolonel Pnb Mburak Ginting (1992-1994)
  10. Kolonel Pnb A. Hasan Sajad (1994-1996)
  11. Kolonel Pnb Sutrisno SP, S.Ip., (1996-1997)
  12. Marsma TNI Sutrisno SP, S.Ip., (1997-1999)
  13. Marsma TNI Suyanto (1999-2000)
  14. Marsma TNI Slamet Priyatno (2000-2002)
  15. Marsma TNI Wardjoko (2002-2003)
  16. Marsma TNI Irawan Supomo (2003-2005)
  17. Marsma TNI R. Abiadi Hasan (2005-2006)
  18. Marsma TNI I Wayan Suwitra (2006-2008)
  19. Marsma TNI F.H.B Soelistyo, S.sos (2008-2009)
  20. Marsma TNI Chaerudin Ray, SE (2009-2011)
  21. Marsma TNI Bonar H. Hutagaol (2011-2012)
  22. Marsma TNI Yuyu Sutisna (2012-2012)
  23. Marsma TNI Sungkono, S.E., M.Si (2012-2014)
  24. Marsma TNI Supriharsanto (2014-2015)
  25. Marsma TNI Arif Mustofa (2015-2015)
  26. Marsma TNI Jemi Trisonjaya, M.Tr (Han) (2015-2016)
  27. Marsma TNI T.B.H. Age Wiraksono, S.Ip.,M.A. (2016-2017)
  28. Marsma TNI Ir. Tri Bowo Budi Santoso, M.M., M.Tr.(Han) (2017-2018)
  29. Marsma TNI Djohn Amarul (2018-Sekarang)

ReferensiSunting