Kepaksian Sekala Brak

Kepaksian Sekala Brak adalah kerajaan bercorak Islam di wilayah Lampung sekarang. Kerajaan ini semula bercorak Hindu yang diperkirkan berdiri pada abad ke-3 dan didirikan oleh Suku Tumi. Pada abad ke-13, kerajaan ini mulai mengadopsi agama Islam yang dibawa oleh empat utusan Kerajaan Pagaruyung. Karena rombongan dari samudra pasai masuk minangkabau dan kukim beberapa tahun disana mengembangkan islam di daerah minangkabau pagarruyung, pada saat itu sudah ada komunitas yang diislam kan oleh mujahid pasai. Kemudian mereka bergerak ke muko-muko. Keturumam mujahid yang berasimilasi sebagai putra-putra raja tersebut kita akui yang tua di minangkabau, karena tidak mungkin anak tua meninggalkan tahta, adik-adiknya lah yang lalu meneruskan syiar islam menuju muko-muko lalu ke Sekala Brak.[1][2]

Kepaksian Sekala Brak
Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak
Sekala Brak. Batu Brak

1289
Bendera Lampung
علم اللواء لمملكة سقالة براك أسود ومنقوش عليه اسم ليلى الله محمد رسول الله ثمانية اتجاهات للرياح بخط لامجالا ولامبونج مكتوب بمملكة السقالة براك لامبونج eilm alliwa' limamlakat saqalat brak 'aswad wamanqush ealayh aism laylaa allah muhamad rasul allah thamaniat aitijahat lilriyah bikhatin lamjala walambunj maktub bimamlakat alsaqaalat brak lambunj
StatusWilayah Protektorat Kepaksian (1289 Masehi-1824 Masehi)
Ibu kotaBatu Brak, Lampung Barat (sekarang Liwa)
Bahasa yang umum digunakanLampung, Indonesia
Agama
Islam
PemerintahanMonarki
Sultan 
• M–M
Umpu Ngegalang Paksi Gelar Sultan Ratu Ngegalang Paksi (Sultan Sekala Brak)
Sejarah 
• Penaklukan Sekala Brak Kuno.
1289
Mata uangDolar Morgan 1875,1888 dan Voc 1790, Nederlendsch Indie 1945
Didahului oleh
Digantikan oleh
Majapahit
Hindia Belanda
Sekarang bagian dari Indonesia

Sedangkan pada abad sebelumnya Sangkan (abad 12 Masehi) Mucca Bawok (abad 12-13 Masehi) dan Raja terahir di Kepaksian Sekala Brak Kuno seorang Laki-Laki yang bernama Ratu Sekeghummong (abad 13 Masehi ) yang telah di taklukkan oleh mujahid penyebar agama islam yang datang diperkirakan pada 13 bulan Rajab 688 Hijriyah[3]. Di dalam sejarah jaman Kekhalifahan Abbasiyah atau Bani Abbasiyah, keturunan dari Ahlul Bait Sayyidina Hussein menuju pasai yang salah satu nya adalah Sultan Iskandar Zulkarnain keturunan dari Sayyidina Hussein anak cucu dari Sultan Iskandar Zulkarnain berangkat dari pasai syiar Islam menuju pagaruyung mengislamkan jambu lipo dari Pagaruyung beranjak ke Muko-Muko menyebarkan agama Islam. Kemudian masuk mengislamkan Kepaksian sekala brak Kuno sehingga kerajaan ini lalu disebut sebagai Kepaksian Sekala Brak yang artinya empat pemegang tertinggi di Kepaksian Sekala Brak di perkirakan pada tahun 1289 Masehi.

Kepaksian Sekala Brak masih mewariskan keturunan sampai sekarang yang berusaha melestarikan adat dan budaya Sekala Brak kendati sudah tidak memiliki wewenang secara politik lagi.[4]

GaleriSunting

ReferensiSunting

  1. ^ https://metropolis.co.id/2018/08/14/4-umpu-sekala-brak-lampung-anak-raja-pagaruyung-minangkabau/
  2. ^ developer, lampost co (2018-12-18). "Sekala Brak Menjawab Sejarah". lampost.co. Diakses tanggal 2021-04-11. 
  3. ^ "4 Umpu Sekala Brak Lampung 'Anak Raja Pagaruyung Minangkabau'". Metropolis.co.id. 14 Agustus 2018. Diakses tanggal 2021-09-13. 
  4. ^ Raditya, Iswara N. "Mengenal Kerajaan Sekala Brak sebagai Leluhur Lampung". tirto.id. Diakses tanggal 2021-04-10. 

Bacaan lanjutanSunting

  • Amijaya, Dedy Tisna (1 Juni 2011). Mencari Jejak Mata Rantai Sejarah Sekala Bra di Nusantara. Bandar Lampung: Fhesagi Jaya. ISBN 9786029933703. 
  • Amijaya, Dedy Tisna (2018). Profil Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak. Bandar Lampung: PT Karya Cipta Mandiri. ISBN 9786021484173. 
  • Kurnia, Sultan (2020). Kerajaan Jambulipo. Yogyakarta: Diandra Kreatif. 
  • Nurdin, Fauzie (Juni 2018). Orang Abung Cerita Rakyat Sumatra Selatan Dari Waktu Ke Waktu. Thafa Media. ISBN 978-602-1351-67-3. 
  • Sujadjarwo (2018). Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak Kepaksian Pernong Menjawab Sejarah. Bandar Lampung: Karya Cipta Mandiri. ISBN 9786025270529. 
  • Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak
  • Istana Gedung Dalom

Pranala luarSunting