Dalam tradisi Yahudi, Keledai Mesias (bahasa Ibrani: חמורו של משיח) merujuk kepada keledai [1] yang akan mendatangkan Mesias untuk menebus dunia pada akhir zaman. Dalam bahasa Ibrani modern, frase "keledai Mesias" dipakai untuk menyebut orang yang melakukan 'pekerjaan kotor' atas perantaraan orang lain.

Cikal bakal kepercayaan tersebut dapat ditemukan dalam Zakharia 9:9: "... rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda. "[2] The 'king' referred to in this verse is interpreted by Chazal as referring to the Messiah.

Dalam Perjanjian Baru (Markus 11:1-11) Yesus dikisahkan saat berkotbah di Bukit Zaitun, Ia menyuruh dua muridnya ke desa terdekat untuk mengambil seekor keledai. Saat kepulangan mereka, Yesus kemudian mengendarai keledai tersebut ke Yerusalem dimana ia disambut oleh kerumunan. Menurut tradisi agama Kristen, ini adalah pemenuhan nubuat dari Zakharia 9:9.

ReferensiSunting

  1. ^ Babylonian Talmud, Sanhedrin 98a
  2. ^ "Passage Lookup: Zachariah 9:9". BibleGateway.com. Diakses tanggal 2012-01-05.