Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tehran

Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tehran (KBRI Tehran) adalah misi diplomatik Republik Indonesia untuk Republik Islam Iran dan merangkap sebagai perwakilan Indonesia untuk Turkmenistan.[1] Duta besar saat ini adalah Ronny Prasetyo Yuliantoro yang dilantik oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 14 September 2020.[2]

Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tehran
National emblem of Indonesia Garuda Pancasila.svg
LokasiIran Tehran, Iran
Duta BesarRonny Prasetyo Yuliantoro
Yurisdiksi Iran
 Turkmenistan
Situs webkemlu.go.id/tehran/id

Daftar duta besarSunting

No. Foto Nama Mulai menjabat Selesai menjabat Merangkap Diangkat oleh Ref.
1   Abdul Kadir 1950 1952   Soekarno
2   Rasjidi 1952 1954
3   Mahmoud Lamako Latjuba 1955 1957
4   M. Bachmid 1957 1962
5   B. S. Arifin 1964 1967
6   H. Zainul Arifin Usman Maret 1967 Februari 1972   Soeharto
7   R. Achsien Alwi Ahuhakar November 1972 Januari 1976
8   Nasrun Syahrun 17 Januari 1976
(Kredensial: November 1976)
Desember 1979 [3]
9   Imam Soepomo 6 Oktober 1979
(Kredensial: Januari 1980)
Desember 1982 Oman [4]
10   Mohamad Sabir 13 April 1983
(Kredensial: Juni 1983)
[5]
11   H. Ibrahim Jasin 11 September 1986
(Kredensial: Januari 1987)
1990 [6]
12   Bambang Sudarsono 17 Desember 1990 1 Juni 1994
13   Sumitro 10 April 1995 27 Agustus 1998
14   Soegijono 30 November 1998 29 Maret 2002   B.J. Habibie
15   Basri Hasanuddin 21 Agustus 2003 1 Oktober 2006   Megawati Soekarnoputri
16   Iwan Wiranataatmadja 8 Maret 2008 31 Mei 2011 Azerbaijan
Turkmenistan
  Susilo Bambang Yudhoyono
17   Dian Wirengjurit 21 Desember 2011
(Kredensial: 18 March 18 2012)
2016 Turkmenistan [7]
18   Octavian Alimudin 13 Januari 2016 2020 Turkmenistan   Joko Widodo [8]
19   Ronny Prasetyo Yuliantoro 14 September 2020
(Kredensial: 15 Desember 2020)
Petahana Turkmenistan [9][10]


Lihat pulaSunting

ReferensiSunting

  1. ^ "Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tehran, Iran". Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tehran, Iran. Diakses tanggal 26 November 2021. 
  2. ^ "Sesuai Protokol Kesehatan, Presiden Lantik 20 Dubes LBBP di Istana Negara". Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. 14 September 2020. Diakses tanggal 14 September 2020. 
  3. ^ G. Dwipayana; Nazaruddin Sjamsuddin, ed. (2003). Jejak Langkah Pak Harto 27 Maret 1973 – 23 Maret 1978. Jakarta: Citra Kharisma Bunda. hlm. 327. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-08-07. Diakses tanggal 2019-08-07. 
  4. ^ G. Dwipayana; Nazaruddin Sjamsuddin, ed. (2003). Jejak Langkah Pak Harto 29 Maret 1978 – 11 Maret 1983. Jakarta: Citra Kharisma Bunda. hlm. 213-214. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-08-07. Diakses tanggal 2019-08-07. 
  5. ^ G. Dwipayana; Nazaruddin Sjamsuddin, ed. (2003). Jejak Langkah Pak Harto 16 Maret 1983 – 11 Maret 1988. Jakarta: Citra Kharisma Bunda. hlm. 11. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-08-07. Diakses tanggal 2019-08-07. 
  6. ^ G. Dwipayana; Nazaruddin Sjamsuddin, ed. (2003). Jejak Langkah Pak Harto 16 Maret 1983 – 11 Maret 1988. Jakarta: Citra Kharisma Bunda. hlm. 505. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-08-07. Diakses tanggal 2019-08-07. 
  7. ^ Indra Akuntono (2011-12-21). "Presiden SBY Lantik 26 Duta Besar". Detik. Diakses tanggal 2019-08-07. 
  8. ^ Bagus Prihantoro Nugroho (2016-01-13). "Ini Nama 13 Dubes yang Akan Dilantik Jokowi di Istana". Detik. Diakses tanggal 2019-08-07. 
  9. ^ Choirul Arifin (14 September 2020). "Rincian Lengkap 20 Nama Dubes Baru Indonesia, Berikut Negara Tempat Mereka Bertugas". Tribunnews. Diakses tanggal 14 September 2020. 
  10. ^ "President Receives Credentials from Seven New Ambassadors" [Presiden Menerima Surat-Surat Kepercayaan dari Tujuh Duta Besar Baru]. Tehran Times. 15 Desember 2020. Diakses tanggal 16 Desember 2020. 

Pranala luarSunting