Kedutaan Besar Republik Indonesia di Madrid

Kedutaan Besar Republik Indonesia di Madrid (KBRI Madrid) (bahasa Spanyol: Embajada de la República de Indonesia en Madrid) adalah misi diplomatik Indonesia untuk Kerajaan Spanyol. Duta besar Indonesia pertama untuk Spanyol adalah Boediardjo (1976–1979).[1] Sementara duta besar saat ini adalah Muhammad Najib yang dilantik oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 25 Oktober 2021.[2]

Kedutaan Besar Republik Indonesia di Madrid
Embajada de la República de Indonesia en Madrid
National emblem of Indonesia Garuda Pancasila.svg
Indonesian Embassy in Madrid (Spain) 01.jpg
Koordinat40°26′55″N 3°39′13″W / 40.448519°N 3.653657°W / 40.448519; -3.653657
LokasiBendera Spanyol Madrid, Spanyol
AlamatCalle de Agastia, 65
28043 Madrid, Spanyol
Duta BesarMuhammad Najib
Situs webkemlu.go.id/madrid/id

SejarahSunting

Hubungan diplomatik antara Indonesia dengan Spanyol dimulai pada bulan Februari 1976. Boediardjo selaku duta besar Indonesia pertama untuk Spanyol menyerahkan surat-surat kepercayaan kepada Raja Spanyol Juan Carlos I pada tanggal 26 Februari 1976. Pada bulan April pada tahun yang sama, staf perwakilan Indonesia yang sebelumnya menggunakan Hotel Melía Castilla di Madrid sebagai kantor perwakilan pindah ke Calle de López de Hoyos 38. Pada saat itu perwakilan Indonesia terdiri dari duta besar dan beberapa diplomat yang bertanggung jawab dalam bidang politik dan perdagangan, penerangan dan budaya, komunikasi, administrasi, dan sekretaris khusus untuk kepala perwakilan, serta beberapa anggota staf dari penduduk setempat.[1]

Pada tahun 1979, perwakilan pindah ke Calle de Cinca 18. Kemudian pada tahun 1984, perwakilan Indonesia pindah ke lokasi KBRI Madrid saat ini di Calle de Emilio Vargas 7 (alamat resmi KBRI Madrid adalah Calle de Agastia 65). Gedung KBRI Madrid didesain oleh seorang arsitek bernama Miguel Fisac.[1]

Sebagai kediaman resmi Duta Besar pertama Boediardjo, sebuah vila disewa yang berlokasi di Calle Monte Alto 40 di daerah Montecillo de Humera, Madrid. Kemudian pada tahun 1978, sebuah vila yang lain di jalan yang sama (Calle Monte Alto 44) disewa sebagai kediaman duta besar atau Wisma Duta. Pada tahun 1981, vila yang kedua ini dibeli oleh pemerintah Indonesia dan sampai sekarang adalah lokasi Wisma Duta.[1]

Daftar duta besarSunting

No. Foto Nama Mulai menjabat Selesai menjabat Merangkap Diangkat oleh Ref.
1   Budiardjo 17 Januari 1976
(Kredensial: 26 Februari 1976)
1979   Soeharto [3][4]
2   Soerodjo Sarni 23 Mei 1979
(Kredensial: Juni 1979)
Desember 1982 [3][5]
3   Leon Harun Iskandar Soemantri 20 November 1982
(Kredensial: Mei 1983)
April 1986 [6][7]
4   Navio Haryono Nimpuno 18 Juni 1986
(Kredensial: Juli 1986)
Oktober 1989 [7][3]
5   Oetomo (Kredensial: Juli 1990) 1993 [3]
6   Siboen Dipoatmodjo (Kredensial: Maret 1994) 1998 [3]
7   Rilo Pambudi (Kredensial: Oktober 1999) April 2002   B.J. Habibie [3]
8   Rachmat Ranudiwijaya 30 September 2002
(Kredensial: November 2002)
31 Juli 2005   Megawati Soekarnoputri [8][3][9]
9   Slamet Santoso Mustafa 11 November 2005
(Kredensial: January 2006)
November 2009   Susilo Bambang Yudhoyono [10][3]
10   Adiyatwidi Adiwoso 20 Januari 2010
(Kredensial: April 2010)
2014 [11][12]
11   Yuli Mumpuni Widarso 24 Desember 2013 WTO [13]
12   Hermono 20 Februari 2018 2020 WTO   Joko Widodo [14]
13   Muhammad Najib 25 Oktober 2021 Petahana WTO [15]

GaleriSunting

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting

  1. ^ a b c d "Historia, Perfil" [Profil Sejarah] (dalam bahasa Spanyol). Kedutaan Besar Republik Indonesia di Madrid, Spanyol. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2017-07-03. Diakses tanggal 2019-11-08. 
  2. ^ "Presiden Jokowi Lantik 17 Duta Besar RI untuk Negara Sahabat". Sekretariat Presiden Republik Indonesia. 25 Oktober 2021. Diakses tanggal 29 Oktober 2021. 
  3. ^ a b c d e f g h "Historia, Perfil". Kedutaan Besar Republik Indonesia di Madrid, Spanyol. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2017-07-03. Diakses tanggal 2019-08-19. 
  4. ^ G. Dwipayana; Nazaruddin Sjamsuddin, ed. (2003). Jejak Langkah Pak Harto 27 Maret 1973 – 23 Maret 1978. Jakarta: Citra Kharisma Bunda. hlm. 327. 
  5. ^ "Pelaksanaan Politik Luar Negeri yang Bebas Aktif Tidaklah Gampang". ANTARA. 1979-05-23. Diakses tanggal 2019-09-02. 
  6. ^ "Tujuh Dubes Dilantik Presiden Sabtu Ini". Merdeka. 1982-11-20. Diakses tanggal 2019-08-08. 
  7. ^ a b "Presiden: Politik Luar Negeri Indonesia adalah Perdamaian, Kerja Sama dan Pembangunan". Antara. 1986-06-18. Diakses tanggal 2019-08-04=8. 
  8. ^ "Presiden Lantik 20 Dubes Indonesia". Kompas Cyber Media. 2002-09-30. Diakses tanggal 2019-08-08. 
  9. ^ "Presiden Kirim 20 Nama Calon Dubes RI ke DPR". Merdeka. 2005-06-24. Diakses tanggal 2019-09-01. [pranala nonaktif permanen]
  10. ^ "Marty Natalegawa Dilantik Jadi Dubes Inggris". Merdeka. 2005-11-11. Diakses tanggal 2019-07-30. 
  11. ^ "Inilah 20 Duta Besar RI yang Baru". Kompas. 2010-01-20. Diakses tanggal 2019-08-08. 
  12. ^ "Curriculum Vitae, Ambassador Extraordinary and Plenipotentiary to Slovak Republic, Adiyatwidi Adiwoso, MA" (PDF). Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bratislava, Slowakia. Diakses tanggal 2019-09-23. [pranala nonaktif permanen]
  13. ^ "SBY Lantik 14 Dubes Baru". Detik News. 2013-12-23. Diakses tanggal 2019-08-13. 
  14. ^ Ihsanuddin (2018-02-20). "Presiden Lantik 17 Duta Besar, dari Muliaman Hadad hingga Todung Mulya Lubis". Kompas. Diakses tanggal 2019-08-08. 
  15. ^ "Presiden Jokowi Lantik 17 Duta Besar RI untuk Negara Sahabat". Sekretariat Presiden Republik Indonesia. 25 Oktober 2021. Diakses tanggal 29 Oktober 2021.