Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kopenhagen

Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kopenhagen (KBRI Kopenhagen) adalah misi diplomatik Republik Indonesia untuk Kerajaan Denmark dan merangkap sebagai perwakilan Indonesia untuk Republik Lituania.[1] Duta besar Indonesia untuk Denmark saat ini adalah Muhammad Ibnu Said yang dilantik oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 25 Februari 2016.[2]

Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kopenhagen
National emblem of Indonesia Garuda Pancasila.svg
Embassy of the Republic of Indonesia in Copenhagen.jpg
Koordinat55°44′18″N 12°34′18″E / 55.738408°N 12.571605°E / 55.738408; 12.571605
LokasiBendera Denmark Kopenhagen, Denmark
AlamatØrehøj Alle 1
2900 Hellerup
Kopenhagen, Denmark
Duta BesarMuhammad Ibnu Said
Yurisdiksi Denmark
 Lituania
Situs webkemlu.go.id/copenhagen/id

SejarahSunting

KBRI Kopenhagen dibuka pada bulan November 1974. Namun perwakilan Indonesia di Denmark telah ada sejak tahun 1950 dalam bentuk sebuah kantor cabang dari KBRI Stockholm, Swedia. Kantor yang terletak di Kopenhagen ini pada awalnya dipimpin oleh R. Soerardi Soeriasetjanegara dengan jabatan Sekretaris Perwakilan atau Secretary of Legation. Pada saat kantor perwakilan di Kopenhagen menjadi kedutaan besar pada tahun 1974, perangkapan untuk Norwegia dipindahkan dari KBRI Stockholm ke KBRI Kopenhagen.[cat. 1] Perangkapan ini berakhir pada waktu KBRI Olso, Norwegia dibuka pada tahun 1981. Kemudian pada tanggal 15 Juli 1993, KBRI Kopenhagen mendapat perangkapan lagi, yaitu untuk Lituania.[6]

CatatanSunting

  1. ^ Menurut sejarah yang ditertibkan KBRI Oslo, KBRI Kopenhagen sempat merangkap sebagai perwakilan Indonesia untuk Norwegia dari tahun 1960 sampai 1966.[3] Berdasarkan hal ini, berarti KBRI Kopenhagen telah dibuka sebelum 1974. Dokumen-dokumen yang mendukung dibukanya KBRI Kopenhagen sebelum 1974 adalah dua Keputusan Presiden Republik Indonesia yang menugaskan (dan melepas-tugaskan) Susanto Djojosugito sebagai Duta Besar Indonesia untuk Denmark merangkap Norwegia[4][5]

Daftar duta besarSunting

No. Nama Mulai menjabat Selesai menjabat Merangkap Ref.
1   Gusti Rusli Noor 1 September 1974 Januari 1978 Norwegia [7][8]
2   Sudarno Martonagoro 25 Februari 1978 13 April 1981 Norwegia [9][10]
3   Sukadiah Pringgohardjo 13 April 1981 Oktober 1984 [7][10]
4   Sutadi Sukarya 22 September 1984 Januari 1989 [7][11]
5   Haringun Hardjotanojo 25 Maret 1989 Juni 1992 [7][12]
6   Ani Subijartani Santhoso 1993 1996 Lituania [13]
7   Andjar Soedjito Mangkoewijoto 1996 Oktober 1999 Lituania [7][14]
8   Witjaksana Soegarda Juni 2000 Agustus 2003 Lituania [7]
  Perwitorini Wijono 20 November 2003 9 Lituania [15]
10   Abdul Rahman Saleh 8 April 2008 Lituania [16]
11   Bomer Pasaribu 21 Desember 2011 Lituania [17]
12   Muhammad Ibnu Said 25 Februari 2016 Petahana Lituania [18]

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting

  1. ^ "Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kopenhagen, Denmark". Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kopenhagen, Denmark. Diakses tanggal 2019-11-27. 
  2. ^ Halimatus Sa'diyah (2016-02-25). "Ini 10 Dubes Baru yang Dilantik Presiden Jokowi". Republika. Diakses tanggal 2019-08-05. 
  3. ^ "Message from the Ambassador" [Pesan dari Duta Besar] (dalam bahasa Inggris). Kedutaan Besar Republik Indonesia di Oslo, Norwegia. Diakses tanggal 2019-11-27. 
  4. ^ Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 62 Tahun 1964 tentang Pengangkatan Susanto Djojosugito,Sh Sebagai Duta Besar Untuk Norwegia (1964-03-26)
  5. ^ Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 1967 tentang Pemindahan Duta Besar Luar Biasa Dan Berkuasa Penuh Pada Pemerintah Kerajaan Norwegia Susanto Djojo Sugito Ke Jakarta (1967-02-06)
  6. ^ "Sejarah KBRI". Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kopenhagen, Denmark. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2006-07-09. Diakses tanggal 2019-11-26. 
  7. ^ a b c d e f "Sejarah KBRI". Kedutaan Besar Republik Indonesia di Copenhagen, Denmark. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2006-07-09. Diakses tanggal 2019-09-12. 
  8. ^ Ketahanan Nasional. Jakarta: Lembaga Pertahanan Nasional. 1981. hlm. 114. 
  9. ^ "Presiden: Kemantapan Keadaan Dalam Negeri Faktor Menentukan Kelancaran Politik Luar Negeri". ANTARA. 1978-02-25. Diakses tanggal 2019-09-03. 
  10. ^ a b "Riwayat Hidup Para Duta Besar yang Baru Dilantik". ANTARA. 1981-04-13. Diakses tanggal 2019-08-05. 
  11. ^ G. Dwipayana; Nazaruddin Sjamsuddin, ed. (2003). Jejak Langkah Pak Harto 16 Maret 1983 – 11 Maret 1988. Jakarta: Citra Kharisma Bunda. hlm. 215-216. 
  12. ^ "Presiden Soeharto Lantik 12 Dubes Baru". ANTARA. 1989-03-25. Diakses tanggal 2019-08-08. 
  13. ^ "Indonesia". Ministry of Foreign Affairs of the Republic of Lithuania. Diakses tanggal 2019-08-25. 
  14. ^ Pewarta Departemen Luar Negeri RI., Volumes 77–80. Jakarta: Departemen Luar Negeri Republik Indonesia. 1996. hlm. 89. 
  15. ^ "Presiden Melantik 12 Duta Besar". Tempo. 2003-11-20. Diakses tanggal 2019-08-05. 
  16. ^ Iman Rosidi (2008-04-08). "Hamid, Arman, dan Da'i Jadi Dubes RI". Okezone News. Diakses tanggal 2019-08-05. 
  17. ^ Indra Akuntono (2011-12-21). "Presiden SBY Lantik 26 Duta Besar". Detik. Diakses tanggal 2019-08-05. 
  18. ^ Halimatus Sa'diyah (2016-02-25). "Ini 10 Dubes Baru yang Dilantik Presiden Jokowi". Republika. Diakses tanggal 2019-08-05.