Buka menu utama

Kalender Tenganan adalah sebuah sistem penanggalan yang berlaku di daerah Tenganan Pagringsingan, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali, yang hingga kini tetap dipertahankan sebagai sistem penanggalan baku di daerah Tenganan. Hal ini dikarenakan berkaitan erat dengan penentuan dan pelaksanaan upacara-upacara adat dan keagamaan di daerah tersebut.

Daftar isi

Persamaan dan perbedaan dengan kalender Saka BaliSunting

PersamaanSunting

Kalender Tenganan menggunakan bilangan tahun yang sama dengan Kalender Saka Bali, juga penamaan bulan (sasih) yang sama, yaitu menggunakan nama bulan Kasa hingga Sada. Serta memakai istilah purnama, tilem (bulan mati) panglong dan penanggal.

PerbedaanSunting

Menurut kalender tenganan, tahunnya terbagi atas 3 jenis, yaitu: Tahun I, Tahun II dan Tahun III. Untuk mengetahuinya cukup dengan dibagi tiga. Apabila bersisa 1, maka disebut tahun I, jika bersisa 2 maka disebut Tahun II dan jika habis dibagi 3, maka disebut Tahun III.

Berdasarkan jenis tahun tersebut, diadakan upacara yang disebut dengan Sambah pada sasih (bulan) Kalima. Pada Tahun I dan II diadakan upacara Sambah biasa, namun pada Tahun III diadakan upacara Sambah Muran.

Selain adanya penamaan tahun, perbedaan yang mencolok adalah adanya sasih ke-13 pada setiap Tahun III, yaitu adanya sasih yang diselipkan pada bulan ke empat, sasih Kapat Sep.

Umur sasih dalam penanggalan TengananSunting

Sasih. Tahun I
Sambah Biasa
Tahun II
Sambah Biasa
Tahun III
Sambah Muran
Kasa (I) 30 Hari 30 Hari 30 Hari
Karo (II) 30 Hari 30 Hari 30 Hari
Katiga (III) 30 Hari 30 Hari 30 Hari
Kapat (IV) 30 Hari 30 Hari 30 Hari
Kapat Sep (IV) - - 27 Hari
Kalima (V) 30 Hari 30 Hari 30 Hari
Kanem (VI) 30 Hari 30 Hari 30 Hari
Kapitu (VII) 30 Hari 30 Hari 30 Hari
Kaulu (VIII) 30 Hari 30 Hari 30 Hari
Kasanga (IX) 30 Hari 30 Hari 30 Hari
Kadasa (X) 30 Hari 30 Hari 30 Hari
Desta (XI) 30 Hari 26 Hari 28 Hari
Sada (XII) 30 Hari 26 Hari 28 Hari
Jumlah 360 Hari 352 Hari 383 Hari

Lihat pulaSunting