Jusuf Wanandi

politisi Indonesia

Dr. Jusuf Wanandi (lahir 15 November 1937; terlahir dengan nama Liem Bian Kie) adalah aktivis dan peneliti senior Indonesia. Kakak dari Sofjan Wanandi (pemilik bisnis Gemala Group) ini adalah salah satu pendiri dan anggota Dewan Penyantun CSIS, Centre for Strategic and International Studies, sebuah lembaga pemikir yang berperan aktif melahirkan berbagai gagasan yang menjadi kebijakan pemerintah.[1]

Jusuf Wanandi
Informasi pribadi
Lahir15 November 1937 (umur 86)
Sawahlunto, Sumatera Barat, Hindia Belanda
HubunganSofjan Wanandi (adik)
Orang tuaLiem Gim To & Tjoa Gim Jong Nio
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Bantuan penggunaan templat ini

Jabatan yang pernah dipegang Jusuf Wanandi di antaranya adalah Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) (1968-1972), Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) (1972-1977), Direktur Eksekutif CSIS (1986), dan Gubernur East-West Centre, Honolulu, Hawaii, AS.

[Gemala group]

Santini Group yang dimiliki Keluarga Wanandi membeli saham klub sepak bola yang berbasis di Birkenhead, Merseyside, Inggris, yakni Tranmere Rovers, yang berlaga di League One, dua tingkat di bawah Premier League atau kasta tertinggi Liga Inggris.

"Santini Group adalah grup bisnis yang dimiliki keluarga Indonesia yang sangat signifikan [bisnisnya]. Grup memiliki banyak investasi mulai dari produk otomotif, pengembangan real estate, layanan keuangan, dan infrastruktur," kata Mark palios, Chairman Tranmere Rovers, dalam pernyataannya di situs resmi perusahaan, dikutip Rabu (4/9/2019).

"[Grup itu] juga memiliki pabrik baterai otomotif di Brisbane, Australia. Grup ini dijalankan oleh tiga bersaudara, Wandi, Lukito dan Paulus Wanandi. Kami telah menghabiskan waktu bersama mereka baik di Wirral [wilayah North West England] dan di Indonesia untuk saling memahami, tetapi yang paling penting, untuk memastikan bahwa investor mendapatkan pemahaman tentang klub," katanya lagi.

Hanya saja belum diungkapkan detail besaran dana yang disuntik Santini ke klub sepak bola yang didirikan sejak 1884 ini.

"Dengan senang hati saya mengumumkan bahwa kami hari ini telah menyetujui kesepakatan untuk menerbitkan saham baru di klub kepada investor eksternal, dan mereka akan memiliki saham minoritas di klub," katanya.

Lalu bagaimana jejaring bisnis Santini Group yang akhirnya ekspansi ke luar negeri?

Dalam situs resmi perusahaan, disebutkan Santini Group adalah perwujudan dari Gemala Group, sebuah perusahaan induk dari keluarga Indonesia yang sukses mengembangkan berbagai manajemen bisnis.

Grup bisnis ini dimulai pada 1974 ketika Sofjan Wanandi, pendiri, bergabung dalam pendirian Pakarti Yoga Group yang merupakan sebuah grup perusahaan perdagangan dan industri.

Pada 1980, Sofjan memimpin anggota keluarga Wanandi untuk memasuki industri komponen otomotif. Dengan didirikannya PT Sapta Panji Manggala pada 1984, Sofjan menyatukan anggota keluarganya dalam bisnis, membentuk Gemala Group.

Group tersebut kemudian merambah ke bidang farmasi dan kimia dengan tetap menjejakkan Indonesia sebagai ruang lingkup bisnis, hingga adik termudanya meraih kesempatan untuk berekspansi ke tingkat Internasional pada 1987.

Seiring dengan perusahaan yang terus berkembang, generasi kedua dari keluarga Wanandi mulai menjalankan unit bisnis orangtuanya.

Akhirnya Sofjan Wanandi dan anaknya membentuk Santini Group pada 1994. Sejak itu Sofjan yang juga mantan aktivis mahasiswa ini mulai fokus pada perannya sebagai Ketua DPUN (Dewan Pengembangan Usaha Nasional) di tahun 1999, Sofjan kemudian menyerahkan kepemimpinan perusahaan kepada anak-anaknya.

Sofjan Wanandi saat ini menjabat posisi sebagai Ketua Dewan Penasihat APINDO (Asosiasi Pengusaha Indonesia) dan Ketua Tim Penasihat Wakil Presiden Republik Indonesia.

Di otomotif, beberapa perusahaan yakni PT Santiniluwansa Lestari, PT Santinilestari Graha Aksimeka, PT Santinilestari Jabar Sentosa, PT Santinilestari Graha Sentosa, PT Santinilestari Graha Surya Sentosa, PT Santinilestari Graha Dewata, PT Santinilestari Wijaya Sakti, dan beberapa lainnya termasuk PT Minerva Motor Indonesia (sepeda motor Minerva).

Di bisnis manufaktur suku cadang otomotif ada PT Trimitra Baterai Prakasa, PT Gemala Kempa Daya, PT Inti Ganda Perdana, dan PT Asano Gear Indonesia.

Di infrastruktur ada PT Mandara Prima Nusantara (tambang bauksit di Kalimantan Barat) dan PT Energi Manyar Sejahtera (pembangkit listrik).

Di properti ada PT Santiniluwansa Properti Indonesia (pengelola Luwansa Hotel Group, JS Luwansa), PT Dharma Karya Perdana, PT Pawatanesia Persada (pemilik gedung), PT Purimas Straits Resort, dan PT Pulomas Gemala Misori (pengembang apartemen).

Di bisnis lainnya ada The Jakarta Post (media berbahasa Inggris), PT Nomura Indonesia (jasa keuangan), PT Santini Mitra Amanah (perkebunan anggrek), dan PT Santini Energi Indonesia (energi terbaruka).

Khusus di pasar modal, belum ada tercatat anak usaha grup ini melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hanya ada perusahaan sekuritas yang juga ikut masuk menjadi jejaring bisnis Santini yakni PT Nomura Sekuritas Indonesia. Namun menurut BEI, Nomura akan mengurangi bisnis saham dan fokus pada investment banking.

Profil Anggota Bursa di BEI mencatat, saham perusahaan sekuritas ini dipegang mayoritas oleh Nomura Asia Pacific Holdings Co Ltd 80,8% yang berbasis di Jepang, sisanya dimiliki oleh Nomura International (Hong Kong) 11,4%, Nomura Holdings Inc 4,2%, PT Jan Darmadi Investindo 3%, dan PT Santini Lestari Lokaprima 0,6% (Santini Group).

Nomura Sekuritas Indonesia memiliki izin usaha sebagai penjamin emisi efek (underwriter) dan perantara perdagangan efek (brokerage) atau broker saham.

Referensi

sunting
  1. ^ CSIS. "Jusuf Wanandi | CSIS". https://www.csis.or.id/ (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-12-29. Diakses tanggal 2021-02-14.  Hapus pranala luar di parameter |website= (bantuan)

Pranala luar

sunting