Josip Broz Tito

tokoh revolusioner dan negarawan Yugoslavia

Josip Broz (Kiril: Јосип Броз, pelafalan [jǒsip brôːz]; 7 Mei 18924 Mei 1980), umumnya dijuluki Tito (Kiril: Тито, pelafalan [tîto]), adalah revolusioner komunis sekaligus negarawan Yugoslavia yang menduduki berbagai jabatan sejak tahun 1943 hingga kematiannya.[1] Dalam Perang Dunia II, ia memimpin Partisan Yugoslavia yang disebut-sebut sebagai gerakan perlawanan paling berhasil di daerah pendudukan Jerman di Eropa.[2] Meski masa kepemimpinannya dikritik otoriter, sebagian sejarawan menganggapnya sebagai diktator budiman.[3][4][5] Tito adalah tokoh masyarakat yang terkenal di Yugoslavia dan dunia.[6] Ia juga dianggap sebagai tokoh pemersatu yang berhasil mempertahankan keutuhan federasi Yugoslavia melalui berbagai kebijakan dalam negerinya.[7] Ia mulai mendapat perhatian lebih dari dunia saat menjadi penggerak Gerakan Non-Blok bersama Soekarno dari Indonesia, Jawaharlal Nehru dari India, dan Gamal Abdul Nasir dari Mesir.[8]

Josip Broz Tito
Tito saat berkunjung ke India tahun 1954.
Presiden Yugoslavia ke-1
Masa jabatan
14 Januari 1953 – 4 Mei 1980
Perdana MenteriJosip Broz Tito (1953–1963)
Petar Stambolić (1963–1967)
Mika Špiljak (1967–1969)
Mitja Ribičič (1969–1971)
Džemal Bijedić (1971–1977)
Veselin Đuranović (1977–1980)
Wakil PresidenAleksandar Ranković (1963–1966)
Koča Popović (1966–1967)
Perdana Menteri Yugoslavia ke-19
Masa jabatan
2 November 1944 – 29 Juni 1963
PresidenIvan Ribar
Sekretaris Jenderal Gerakan Non-Blok ke-1
Masa jabatan
1 September 1961 – 5 Oktober 1964
Sebelum
Pendahulu
Jabatan dibentuk
Sebelum
Menteri Pertahanan Yugoslavia ke-1
Masa jabatan
7 Maret 1945 – 14 Januari 1953
Perdana MenteriJosip Broz Tito
Sebelum
Pengganti
Ivan Gošnjak
(sebagai Sekretaris Federal Pertahanan Nasional)
Presiden Liga Komunis Yugoslavia ke-4
Masa jabatan
Maret 1939 – 4 Mei 1980
Informasi pribadi
Lahir
Josip Broz

(1892-05-07)7 Mei 1892
Kumrovec, Kerajaan Kroasia-Slavonia, Austria-Hungaria
(kini Kroasia)
Meninggal4 Mei 1980(1980-05-04) (umur 87)
Ljubljana, RS Slovenia, RFS Yugoslavia
(kini Slovenia)
MakamKuća Cveća, Beograd, Serbia
44°47′12″N 20°27′06″E / 44.78667°N 20.45167°E / 44.78667; 20.45167
Partai politikLiga Komunis Yugoslavia
Partai Komunis Rusia (Bolshevik)
Suami/istriPelagija Broz (1920–1939), cerai
Herta Haas (1940–1943)
Jovanka Broz (1952–1980)
Pasangan serumahDavorjanka Paunović
AnakZlatica Broz
Hinko Broz
Žarko Leon Broz
Aleksandar Broz
PekerjaanAhli mesin, revolusioner, komandan gerakan perlawanan, negarawan
Penghargaan sipil21 dari Yugoslavia dan 98 dari luar negeri, meliputi
Orde Bintang Yugoslavia
Legiun Kehormatan
Orde Bath
Orde Lenin
Orde Jasa Italia
Suku bangsaKroasia
Tanda tangan
Karier militer
Pihak Austria-Hungaria
 RSFS Rusia
 Yugoslavia
Dinas/cabangTentara Austro-Hungaria
Tentara Merah
Tentara Rakyat Yugoslavia
Masa dinas1913–1915
1918–1920
1941–1980
PangkatMarsekal
KomandoPartisan
Tentara Rakyat Yugoslavia (komandan tertinggi)
Pertempuran/perangPerang Dunia I
Perang Saudara Rusia
Perang Dunia II
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Bantuan penggunaan templat ini

Tito terlahir sebagai putra dari pasangan ayah Kroasia dan ibu Slovenia di Kumrovec, Kerajaan Austria-Hungaria (kini Kroasia). Saat menjalani wajib militer, ia menjadi sersan mayor termuda dalam kepangkatan Tentara Austro-Hungaria kala itu. Setelah mengalami cedera parah dan ditangkap Kekaisaran Rusia dalam Perang Dunia I, Tito dikirim ke kamp kerja paksa di Pegunungan Ural. Ia lantas ikut serta dalam Revolusi Rusia tahun 1917 dan Perang Saudara yang mengikutinya. Seusai perang, ia pulang ke kampung halamannya yang baru saja masuk wilayah Kerajaan Yugoslavia, lalu bergabung dengan Partai Komunis Yugoslavia.

Tito menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (lalu Ketua Presidium) Liga Komunis Yugoslavia pada tahun 19391980 dan memimpin gerilya Partisan Yugoslavia dalam Perang Dunia II pada tahun 19411945.[9] Ia kemudian menjabat sebagai Perdana Menteri (19441963), lalu Presiden Republik Federal Sosialis Yugoslavia (19531980). Sejak tahun 1943 hingga kematiannya, ia menjadi komandan tertinggi Tentara Rakyat Yugoslavia dengan pangkat marsekal. Dengan reputasi yang baik di kedua blok peserta Perang Dingin, Tito menerima 98 penghargaan dari luar negeri, termasuk Legiun Kehormatan dari Prancis, Orde Bath dari Britania Raya, dan Orde Lenin dari Uni Soviet.

Tito adalah penggagas utama Yugoslavia Kedua, negara federasi sosialis yang bertahan sejak bulan November 1942 hingga April 1992. Meski berperan sebagai salah satu pendiri Kominform, ia menjadi anggota pertama yang menolak hegemoni Soviet pada tahun 1948 dan satu-satunya yang keluar dari organisasi tersebut pada era Stalin, lalu menyusun program sosialisnya sendiri dengan mengambil unsur sosialisme pasar.

Awal Kehidupan

sunting

Pra-Perang Dunia I

sunting
 
Tempat kelahiran Tito di desa Kumrovec, Kroasia

Josip Broz lahir pada tanggal 7 Mei 1892 di Kumrovec, sebuah desa di wilayah Zagorje, Kroasia utara. Pada saat itu, wilayah ini merupakan bagian dari Kerajaan Kroasia-Slavonia di dalam Kekaisaran Austro-Hungaria. Dia adalah anak ketujuh atau kedelapan dari Franjo Broz (1860–1936) dan Marija née Javeršek (1864–1918). Orangtuanya telah mempunyai sejumlah anak yang meninggal pada usia dini.[10][11] Broz dibaptis dan dibesarkan sebagai seorang Katolik Roma. Ayahnya, Franjo, adalah seorang Kroasia yang keluarganya telah tinggal di desa tersebut selama tiga abad, sedangkan ibunya, Marija, adalah seorang Slovenia dari desa Podsreda. Desa-desa tersebut berjarak 16 kilometer, dan orang tuanya menikah pada tanggal 21 Januari 1881. Franjo Broz mewarisi tanah seluas 4 hektar dan rumah yang bagus, tetapi ia tidak berhasil dalam bertani. Josip menghabiskan sebagian besar masa pra-sekolahnya tinggal bersama kakek nenek dari pihak ibu di Podsreda, di mana dia menjadi cucu kesayangan kakeknya Martin Javeršek. Saat dia kembali ke Kumrovec untuk mulai bersekolah, dia berbicara bahasa Slovenia lebih baik daripada bahasa Kroasia dan telah belajar bermain piano. Meskipun memiliki keturunan campuran, Broz dianggap sebagai orang Kroasia seperti ayah dan tetangganya.[12][13][14]

Pada bulan Juli 1900, di usia delapan tahun, Broz masuk sekolah dasar di Kumrovec. Ia menyelesaikan empat tahun sekolahnya, setelah gagal di kelas 2 dan lulus pada tahun 1905. Akibat dari pendidikannya yang terbatas, sepanjang hidupnya Tito kesulitan dalam mengeja. Setelah lulus sekolah, ia awalnya bekerja untuk paman dari pihak ibu dan kemudian di pertanian keluarga orang tuanya. Pada tahun 1907, ayahnya ingin dia pindah ke Amerika Serikat tetapi tidak dapat mengumpulkan uang untuk perjalanan tersebut.[15]

Sebaliknya, pada usia 15 tahun, Broz meninggalkan Kumrovec dan melakukan perjalanan sekitar 97 kilometer ke selatan menuju Sisak, tempat sepupunya Jurica Broz sedang melakukan dinas militer. Jurica membantunya mendapatkan pekerjaan di sebuah restoran, tapi Broz segera bosan dengan pekerjaan itu. Dia mendekati tukang kunci dari Ceko, Nikola Karas, untuk magang selama tiga tahun, yang mencakup pelatihan, makanan, serta tempat tinggal. Karena ayahnya tidak mampu membayar pakaian kerjanya, Broz membayarnya sendiri. Segera setelah itu, adik laki-lakinya Stjepan juga ikut serta magang di Karas.[16][17]

Selama masa magangnya, Broz didorong untuk memperingati May Day pada tahun 1909, dan dia membaca serta menjual Slobodna Reč ('Free Word'), sebuah surat kabar sosialis. Setelah menyelesaikan magangnya pada bulan September 1910, Broz menggunakan kontaknya untuk mendapatkan pekerjaan di Zagreb. Pada usia 18 tahun, ia bergabung dengan Serikat Pekerja Logam dan berpartisipasi dalam protes buruh pertamanya. Ia juga bergabung dengan Partai Sosial Demokrat Kroasia dan Slavonia.[18]

Dia kembali ke rumah pada bulan Desember 1910.[19] Pada awal tahun 1911, ia mulai pindah ke beberapa tempat untuk mencari pekerjaan, pertama di Ljubljana, kemudian Trieste, Kumrovec dan Zagreb, tempat ia bekerja memperbaiki sepeda. Dia bergabung dengan aksi pemogokan pertamanya pada May Day 1911. Setelah bekerja sebentar di Ljubljana, antara Mei 1911 dan Mei 1912, ia bekerja di sebuah pabrik di Kamnik di Pegunungan Alpen Kamnik–Savinja. Setelah ditutup, dia ditawari penempatan kembali ke Čenkov di Bohemia. Setibanya di tempat kerja barunya, ia mengetahui bahwa majikannya berusaha mendatangkan tenaga kerja yang lebih murah untuk menggantikan pekerja lokal Ceko, dan ia serta rekan-rekannya berhasil melakukan aksi mogok untuk memaksa majikan tersebut mundur.

Didorong oleh rasa ingin tahu, Broz kemudian pindah ke Plzeň, di mana ia sempat bekerja di Škoda Works. Dia selanjutnya melakukan perjalanan ke Munich di Bavaria. Ia juga bekerja di pabrik mobil Mercedes-Benz di Mannheim dan mengunjungi kawasan industri Ruhr. Pada bulan Oktober 1912, Tito sampai ke Wina. Dia tinggal bersama kakak laki-lakinya Martin serta keluarganya dan bekerja di Griedl Works sebelum mendapatkan pekerjaan di kota Wiener Neustadt. Di sana dia bekerja untuk Austro-Daimler dan sering diminta mengemudi dan menguji mobil. Selama bekerja di sini, ia menghabiskan banyak waktu bermain anggar dan menari. Saat pelatihan dan awal kehidupan kerjanya, ia juga belajar bahasa Jerman dan bahasa Ceko sehingga ia cukup fasih berbicara dengan dua bahasa tersebut.[20]

Perang Dunia I

sunting

Pada bulan Mei 1913, Broz mengikuti wajib militer di Angkatan Darat Austria-Hongaria selama dua tahun. Dia mendapat izin untuk bertugas di 25th Croatian Home Guard Regiment yang ditempatkan di Zagreb. Setelah belajar ski selama musim dingin tahun 1913 dan 1914, Broz dikirim ke sekolah bintara atau non-commissioned officers (NCO) di Budapest,[21] setelah itu ia dipromosikan menjadi sersan mayor. Pada usia 22 tahun, ia menjadi sersan mayor termuda di resimennya.[20][21] Setidaknya satu sumber menyatakan bahwa Broz adalah sersan mayor termuda di Angkatan Darat Austria-Hongaria. Setelah memenangkan kompetisi anggar resimen, Broz menempati posisi kedua dalam kejuaraan anggar tentara di Budapest pada Mei 1914.[22]

Segera setelah pecahnya Perang Dunia I pada tahun 1914, 25th Croatian Home Guard Regiment bergerak menuju perbatasan Serbia. Broz ditangkap karena penghasutan dan dipenjarakan di benteng Petrovaradin di daerah Novi Sad saat ini. Dia kemudian memberikan laporan yang bertentangan mengenai penangkapan ini, mengatakan kepada salah satu penulis biografi bahwa dia mengancam akan membelot ke pihak Rusia, tetapi juga mengklaim bahwa seluruh masalah tersebut muncul dari kesalahan administrasi. Versi ketiga adalah dia pernah mengatakan bahwa dia berharap Kekaisaran Austro-Hungaria akan dikalahkan. Setelah pembebasannya,[23] resimennya bertugas sebentar di Front Serbia sebelum dikerahkan ke Front Timur di Galicia pada awal tahun 1915 untuk berperang melawan Rusia.[21] Dalam catatannya tentang dinas militernya, Broz tidak menyebutkan bahwa ia berpartisipasi dalam invasi Austria yang gagal ke Serbia, malah memberikan kesan yang menyesatkan bahwa ia hanya berperang di Galicia, karena akan menyinggung pendapat orang Serbia jika mengetahui bahwa ia berperang pada tahun 1914 untuk Habsburg melawan mereka. Pada suatu kesempatan, peleton pengintai yang ia pimpin pergi ke belakang garis musuh dan menangkap 80 tentara Rusia, membawa mereka kembali ke garis mereka sendiri hidup-hidup. Pada tahun 1980 diketahui bahwa Broz telah direkomendasikan untuk mendapatkan penghargaan atas keberanian dan inisiatifnya dalam pengintaian dan penangkapan tahanan. Penulis biografi Tito, Richard West, menulis bahwa Tito sebenarnya meremehkan catatan militernya karena catatan Angkatan Darat Austria menunjukkan bahwa ia adalah seorang prajurit pemberani, yang bertentangan dengan klaimnya di kemudian hari yang menentang monarki Habsburg dan potret dirinya sebagai seorang wajib militer yang tidak mau berperang dalam perang yang ditentangnya. Rekan prajurit Broz menganggapnya sebagai kaisertreu ("setia kepada Kaisar").

Pada tanggal 25 Maret 1915, Broz terluka di punggung oleh tombak kavaleri Sirkasia[24] dan ditangkap dalam serangan Rusia di dekat Bukovina.[25] Dalam catatan penangkapannya, Broz menulis: "Tiba-tiba sayap kanan menyerah dan melalui celah itu mengalir kavaleri Sirkasia, dari Rusia Asiatik. Sebelum kami menyadarinya, mereka menyerbu posisi kami, melompat dari kuda mereka dan terjun ke dalam parit kami dengan tombak yang diturunkan. Salah satu dari mereka menusukkan tombaknya yang berujung dua, terbuat dari besi runcing, ke punggungku, tepat di bawah lengan kiriku. Aku pingsan. Kemudian, seperti yang aku ketahui, orang-orang Sirkasia mulai membantai yang terluka, bahkan menyayat mereka dengan pisau. Untungnya, infanteri Rusia berhasil mencapai posisi tersebut dan mengakhiri pesta pora tersebut". Selanjutnya, Broz menjadi tawanan perang (POW). Dirinya diangkut ke timur ke rumah sakit yang didirikan di sebuah biara tua di kota Sviyazhsk di pesisir Sungai Volga dekat Kazan. Selama 13 bulan di rumah sakit, ia menderita pneumonia serta tifus, dan belajar bahasa Rusia dengan bantuan dua siswi yang membawakannya buku klasik Rusia karya penulis seperti Tolstoy dan Turgenev.[21][26][27]

Setelah sembuh, pada pertengahan tahun 1916, Broz dipindahkan ke kamp tawanan perang Ardatov di Kegubernuran Samara, di mana dia menggunakan keahliannya untuk memelihara pabrik gandum desa terdekat. Pada akhir tahun, ia dipindahkan ke kamp tawanan perang Kungur dekat Perm di mana tawanan perang tersebut digunakan sebagai tenaga kerja untuk memelihara Jalur Kereta Api Trans-Siberia yang baru selesai dibangun. Broz ditunjuk untuk bertanggung jawab atas semua tawanan perang di kamp tersebut..[28] Selama masa ini, dia mengetahui bahwa staf kamp mencuri parsel bantuan Palang Merah yang dikirim ke tawanan perang. Ketika dia mengadu, dia dipukuli dan dipenjarakan. Selama Revolusi Februari, massa masuk ke penjara dan mengembalikan Broz ke kamp tawanan perang. Seorang Bolshevik yang ditemuinya saat bekerja di jalur kereta api memberi tahu Broz bahwa putranya bekerja di bidang teknik di Petrograd, jadi, pada bulan Juni 1917, Broz keluar dari kamp tawanan perang yang tidak dijaga dan bersembunyi di atas kereta barang menuju kota tersebut, di mana dia tinggal bersama anak temannya.[29][30] Jurnalis Richard West berpendapat Broz memilih untuk tetap berada di kamp tawanan perang yang tidak dijaga daripada menjadi sukarelawan untuk bertugas bersama legiun Yugoslavia di Angkatan Darat Serbia, dikarenakan ia masih setia kepada Kekaisaran Austro-Hungaria. Hal ini melemahkan klaimnya di kemudian hari bahwa ia dan tawanan perang Kroasia lainnya sangat antusias dengan prospek revolusi dan menantikan penggulingan kekaisaran yang memerintah mereka.[31]

Kurang dari sebulan setelah Broz tiba di Petrograd, demonstrasi July Days pecah, dan Broz yang ikut serta mendapat serangan dari pasukan pemerintah. Setelah kejadian itu, dia mencoba melarikan diri ke Finlandia untuk menuju Amerika Serikat namun dihentikan di perbatasan.[32] Dia ditangkap bersama dengan tersangka Bolshevik lainnya selama tindakan keras berikutnya yang dilakukan oleh Pemerintahan Sementara Rusia yang dipimpin oleh Alexander Kerensky. Dia dipenjarakan di Benteng Peter and Paul selama tiga minggu, di mana dia mengaku sebagai warga negara Perm yang tidak bersalah. Ketika dia akhirnya mengaku sebagai tawanan perang yang melarikan diri, dia dikembalikan dengan kereta api ke Kungur, tetapi melarikan diri di Yekaterinburg, kemudian naik kereta lain yang mencapai Omsk di Siberia pada tanggal 8 November setelah menempuh perjalanan sejauh 3.200 kilometer. Pada satu titik, polisi menggeledah kereta untuk mencari tawanan perang yang melarikan diri, namun ditipu oleh Broz yang fasih berbahasa Rusia.[33]

Di Omsk, kaum Bolshevik setempat menghentikan kereta dan memberi tahu Broz bahwa Vladimir Lenin telah menguasai Petrograd. Mereka merekrutnya ke dalam Garda Merah Internasional yang menjaga Jalur Kereta Trans-Siberia selama musim dingin tahun 1917 dan 1918. Pada bulan Mei 1918, Legiun Cekoslowakia yang anti-Bolshevik merebut kendali sebagian Siberia dari pasukan Bolshevik, dan Pemerintahan Siberia Sementara memantapkan dirinya pada tahun 1918 di wilayah Omsk sehingga Broz serta rekan-rekannya harus bersembunyi. Pada saat ini, Broz bertemu dengan seorang gadis lokal berusia 14 tahun, Pelagija "Polka" Belousova, yang menyembunyikannya dan kemudian membantunya melarikan diri ke desa Kazakh 64 kilometer dari Omsk. Broz kembali bekerja menjalankan pabrik lokal hingga November 1919, ketika Tentara Merah merebut kembali Omsk dari pasukan Putih yang setia kepada Alexander Kolchak yang memimpin Pemerintahan Sementara Seluruh Rusia. Dia pindah kembali ke Omsk dan menikahi Belousova pada Januari 1920. Pada saat pernikahan mereka, Broz berusia 27 tahun dan Belousova berusia 15 tahun.[34] Broz kemudian menulis bahwa selama berada di Rusia, dia mendengar banyak pembicaraan tentang Lenin, sedikit tentang Trotsky, dan "mengenai Stalin, selama saya tinggal di Rusia, saya tidak pernah sekalipun mendengar namanya". Pada musim gugur tahun 1920, ia dan istrinya yang sedang hamil kembali ke tanah airnya, dengan kereta api ke Narva, dengan kapal ke Stettin, kemudian dengan kereta api ke Wina, di mana mereka tiba pada tanggal 20 September. Pada awal Oktober, Broz kembali ke Kumrovec yang saat itu merupakan Kerajaan Serbia, Kroasia, dan Slovenia dan mengetahui bahwa ibunya telah meninggal dan ayahnya telah pindah ke Jastrebarsko, dekat Zagreb. Ada perbedaan pendapat mengenai apakah Broz bergabung dengan Partai Komunis Uni Soviet saat berada di Rusia, namun dia mengatakan bahwa pertama kali dia bergabung dengan Partai Komunis Yugoslavia (CPY) adalah di Zagreb setelah dia kembali ke tanah airnya.[35]

Aktivitas Komunis Pasca Perang

sunting

Agitator Komunis

sunting
 
Pembunuhan Menteri Dalam Negeri, Milorad Drašković, memicu pelarangan Partai Komunis Yugoslavia.

Sekembalinya ke kampung halaman, Broz tidak bisa mendapatkan pekerjaan sebagai pekerja logam di Kumrovec, jadi dia dan istrinya pindah sebentar ke Zagreb, di mana dia bekerja sebagai pelayan dan ikut serta dalam pemogokan pelayan. Dia juga bergabung dengan CPY. Pengaruh CPY terhadap kehidupan politik Yugoslavia berkembang pesat. Pada pemilu tahun 1920, partai ini memenangkan 59 kursi dan menjadi partai terkuat ketiga.[36] Mengingat keadaan ekonomi dan sosial yang sulit, rezim memandang CPY sebagai ancaman utama terhadap sistem pemerintahan. Pada tanggal 30 Desember, pemerintah mengeluarkan Proklamasi (Obznana) yang melarang aktivitas komunis, termasuk larangan propaganda, balai pertemuan, pencopotan pegawai negeri bagi pegawai dan beasiswa bagi pelajar yang diketahui seorang komunis. Penggagas proklamasi tersebut, Milorad Drašković, Menteri Dalam Negeri Yugoslavia, dibunuh oleh seorang pemuda komunis, Alija Alijagić, pada tanggal 2 Agustus 1921. CPY kemudian dinyatakan ilegal berdasarkan Undang-Undang Keamanan Negara Yugoslavia tahun 1921,[37] dan rezim melanjutkan mengadili anggota partai dan simpatisannya sebagai tahanan politik.[38]

Karena hubungan terang-terangannya dengan komunis, Broz dipecat dari pekerjaannya.[39] Dia dan istrinya kemudian pindah ke desa Veliko Trojstvo dimana dia bekerja sebagai mekanik pabrik.[40][41] Setelah penangkapan pimpinan CPY pada Januari 1922, Stevo Sabić mengambil alih kendali operasi Partai tersebut. Sabić menghubungi Broz, yang setuju untuk bekerja secara ilegal untuk partai tersebut, membagikan selebaran dan melakukan agitasi di kalangan pekerja pabrik. Dalam pertarungan gagasan antara pihak yang ingin menerapkan kebijakan moderat dan pihak yang menganjurkan revolusi dengan kekerasan, Broz memihak pihak yang terakhir. Pada tahun 1924, Broz terpilih menjadi anggota komite distrik CPY, tetapi setelah dia memberikan pidato di pemakaman seorang kawannya yang beragama Katolik, dia ditangkap ketika si pendeta mengadu. Diarak di jalanan dengan rantai, dia ditahan selama delapan hari dan akhirnya didakwa membuat keributan publik. Dengan bantuan seorang jaksa Ortodoks Serbia yang membenci umat Katolik, Broz dan rekan-rekan terdakwa dibebaskan. Keterlibatannya dengan hukum telah menandai dia sebagai agitator komunis, dan rumahnya digeledah hampir setiap minggu. Sejak kedatangan mereka di Yugoslavia, Pelagija telah kehilangan tiga bayi segera setelah mereka lahir dan satu putrinya, Zlatina, pada usia dua tahun. Broz sangat merasakan sakitnya kehilangan Zlatina. Pada tahun 1924, Pelagija melahirkan seorang anak laki-laki, Žarko, yang selamat. Pada pertengahan tahun 1925, majikan Broz meninggal, dan pemilik pabrik baru memberinya ultimatum: menghentikan aktivitas komunisnya atau kehilangan pekerjaan. Jadi, pada usia 33, Broz memilih menjadi seorang revolusioner profesional.[42][43]

Revolusioner Profesional

sunting

CPY memusatkan upaya revolusionernya pada pekerja pabrik di kawasan industri di Kroasia dan Slovenia, mendorong pemogokan dan tindakan serupa.[44] Pada tahun 1925, Broz yang sekarang menganggur pindah ke Kraljevica di pantai Adriatik, di mana ia mulai bekerja di galangan kapal untuk mencapai tujuan CPY. Selama berada di Kraljevica, ia menjadi sangat menyukai pantai Adriatik yang hangat dan cerah. Sepanjang masa jabatannya selanjutnya sebagai pemimpin, ia menghabiskan waktu sebanyak mungkin tinggal di kapal pesiarnya sambil berlayar di Laut Adriatik.[45]

Semasa di Kraljevica, dia bekerja di kapal torpedo Yugoslavia dan kapal pesiar untuk politisi Partai Radikal Rakyat, Milan Stojadinović. Broz membangun organisasi serikat pekerja di galangan kapal dan terpilih sebagai perwakilan serikat pekerja. Setahun kemudian, dia memimpin pemogokan galangan kapal dan segera dipecat. Pada bulan Oktober 1926, ia memperoleh pekerjaan di pekerjaan kereta api di Smederevska Palanka dekat Beograd. Pada bulan Maret 1927, dia menulis artikel yang mengeluhkan eksploitasi pekerja di pabrik, dan setelah berbicara mewakili seorang pekerja, dia segera dipecat. Dianggap sebagai orang yang layak dipromosikan, ia lantas diangkat sebagai sekretaris Serikat Pekerja Logam cabang Zagreb oleh CPY dan segera setelah itu, menjadi sekretaris seluruh cabang serikat pekerja di Kroasia. Pada bulan Juli 1927, Broz ditangkap bersama enam pekerja lainnya, dan dipenjarakan di dekat Ogulin. Setelah ditahan tanpa diadili selama beberapa waktu, dia melakukan mogok makan hingga tanggal yang ditentukan. Persidangan diadakan secara rahasia, dan dia dinyatakan bersalah sebagai anggota CPY. Broz dihukum empat bulan penjara, dia kemudian dibebaskan dari penjara sambil menunggu banding. Atas perintah CPY, Broz tidak melapor ke pengadilan untuk sidang banding dan malah bersembunyi di Zagreb. Mengenakan kacamata gelap dan membawa kertas palsu, Broz menyamar sebagai teknisi kelas menengah di industri teknik, bekerja secara menyamar untuk menghubungi anggota CPY lainnya dan mengoordinasikan penyusupan mereka ke serikat pekerja.[46]

 
Potret Tito saat penangkapan akibat aktivitas komunis tahun 1928

Pada bulan Februari 1928, Broz adalah salah satu dari 32 delegasi konferensi CPY cabang Kroasia. Selama konferensi tersebut, ia mengutuk faksi-faksi di dalam partai, termasuk faksi-faksi yang mendukung agenda Serbia Raya di Yugoslavia, seperti pemimpin jangka panjang CPY Sima Marković. Broz mengusulkan agar komite eksekutif Komunis Internasional membersihkan cabang faksionalisme dan didukung oleh delegasi yang dikirim dari Moskow. Setelah diusulkan agar seluruh komite pusat cabang Kroasia dibubarkan, sebuah komite pusat baru dipilih, dengan Broz sebagai sekretarisnya. Marković kemudian dikeluarkan dari CPY pada Kongres Komintern Keempat, dan CPY mengadopsi kebijakan yang berupaya untuk memecah belah Yugoslavia. Broz mengatur untuk mengganggu pertemuan Partai Sosial Demokrat Yugoslavia pada May Day tahun itu; dalam perkelahian di luar venue, polisi menangkapnya. Mereka gagal mengidentifikasinya dan menuduhnya menggunakan nama palsu karena melanggar perdamaian. Dia dipenjara selama 14 hari dan kemudian dibebaskan, kembali ke aktivitas sebelumnya. Polisi akhirnya melacaknya dengan bantuan seorang informan polisi. Ia diperlakukan dengan buruk dan ditahan selama tiga bulan sebelum diadili di pengadilan pada bulan November 1928 karena aktivitas komunis ilegalnya,[47] termasuk tuduhan bahwa polisi telah memasang bom yang ditemukan di alamatnya.[48] Dia dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman lima tahun penjara.[49]

Referensi

sunting
  1. ^ "Josip Broz Tito". Encyclopædia Britannica Online. Diakses tanggal 27 April 2010. 
  2. ^ Rhodri Jeffreys-Jones (13 Juni 2013). In Spies We Trust: The Story of Western Intelligence. OUP Oxford. hlm. 87. ISBN 978-0-19-958097-2. 
  3. ^ Andjelic, Neven (2003). Bosnia-Herzegovina: The End of a Legacy. Frank Cass. hlm. 36. ISBN 0-7146-5485-X. 
  4. ^ McGoldrick 2000, hlm. 17.
  5. ^ Shapiro, Susan; Shapiro, Ronald (2004). The Curtain Rises: Oral Histories of the Fall of Communism in Eastern Europe. McFarland. ISBN 0-7864-1672-6. 
  6. ^ Melissa Katherine Bokovoy, Jill A. Irvine, Carol S. Lilly, State-society relations in Yugoslavia, 1945–1992; Palgrave Macmillan, 1997, hlm. 36 ISBN 0-312-12690-5
  7. ^ Martha L. Cottam, Beth Dietz-Uhler, Elena Mastors, Thomas Preston, Introduction to political psychology, Psychology Press, 2009, hlm. 243 ISBN 1-84872-881-6
  8. ^ Peter Willetts, The Non-Aligned Movement: The Origins of a Third World Alliance (1978), hlm. xiv
  9. ^ Bremmer, Ian (2007). The J Curve: A New Way to Understand Why Nations Rise and Fall. Simon & Schuster. hlm. 175. ISBN 0-7432-7472-5. 
  10. ^ Vinterhalter 1972, hlm. 44.
  11. ^ Ridley 1994, hlm. 44.
  12. ^ Minahan 1998, hlm. 50.
  13. ^ Lee 1993, hlm. 9.
  14. ^ Laqueur 1976, hlm. 218.
  15. ^ West 1995, hlm. 32.
  16. ^ Vinterhalter 1972, hlm. 49.
  17. ^ Swain 2010, hlm. 5–6.
  18. ^ Dedijer 1952, hlm. 25.
  19. ^ Ridley 1994, hlm. 54.
  20. ^ a b West 1995, hlm. 33.
  21. ^ a b c d Swain 2010, hlm. 7.
  22. ^ Ridley 1994, hlm. 59.
  23. ^ Ridley 1994, hlm. 62–63.
  24. ^ Gilbert 2004, hlm. 138.
  25. ^ Frankel 1992, hlm. 331.
  26. ^ West 1995, hlm. 42.
  27. ^ Ridley 1994, hlm. 64.
  28. ^ Ridley 1994, hlm. 65.
  29. ^ Swain 2010, hlm. 7–8.
  30. ^ Ridley 1994, hlm. 66–67.
  31. ^ West 1995, hlm. 43.
  32. ^ West 1995, hlm. 44.
  33. ^ Ridley 1994, hlm. 67.
  34. ^ Ridley 1994, hlm. 76.
  35. ^ Ridley 1994, hlm. 77.
  36. ^ Vucinich 1969, hlm. 7.
  37. ^ Trbovich 2008, hlm. 134.
  38. ^ Mahmutović 2013, hlm. 268–269.
  39. ^ Swain 2010, hlm. 9.
  40. ^ West 1995, hlm. 51.
  41. ^ Vinterhalter 1972, hlm. 84.
  42. ^ West 1995, hlm. 54.
  43. ^ Ridley 1994, hlm. 83–85.
  44. ^ Ridley 1994, hlm. 87.
  45. ^ West 1995, hlm. 55.
  46. ^ Ridley 1994, hlm. 90–91.
  47. ^ Ridley 1994, hlm. 98–99.
  48. ^ West 1995, hlm. 57.
  49. ^ Ridley 1994, hlm. 101.

Lihat pula

sunting

Pranala luar

sunting
Jabatan politik
Didahului oleh:
Ivan Šubašić
sebagai Perdana Menteri Kerajaan Yugoslavia
Presiden Dewan Eksekutif Federal¹
1944–1963
Diteruskan oleh:
Petar Stambolić
Didahului oleh:
Ivan Šubašić
sebagai Menteri Luar Negeri Yugoslavia di Pengasingan
Menteri Luar Negeri Yugoslavia
1945–1946
(pejabat)
Diteruskan oleh:
Stanoje Simić
Didahului oleh:
Borisav Ristić
sebagai Menteri Angkatan Darat, Laut, dan Udara Yugoslavia di Pengasingan
Menteri Pertahanan Yugoslavia
1945–1953
Diteruskan oleh:
Ivan Gošnjak
Didahului oleh:
Ivan Ribar
sebagai Presiden Kepresidenan Majelis Rakyat
Presiden Yugoslavia
1953–1980²
Diteruskan oleh:
Lazar Koliševski
sebagai Presiden Kepresidenan Yugoslavia
Jabatan partai politik
Didahului oleh:
Milan Gorkić
Presiden Kepresidenan Liga Komunis Yugoslavia
1937–1980
(pejabat sebelum Oktober 1940)
Diteruskan oleh:
Branko Mikulić
Jabatan militer
Jabatan baru Marsekal Yugoslavia
1943–1980
Jabatan dihapus
Jabatan diplomatik
Jabatan baru Sekretaris Jenderal Gerakan Non-Blok
1961–1964
Diteruskan oleh:
Gamal Abdul Nasir
Catatan dan referensi
1. Setara dengan Perdana Menteri Yugoslavia.
2. Presiden seumur hidup sejak 22 Januari 1974, wafat saat menjabat.