Japanofilia

orang yang tertarik dengan hal Jejepangan

Japanofilia (Bahasa Inggris: Weeaboo, dibaca: Wibu) adalah ungkapan yang ditujukan kepada seseorang yang terobsesi dengan budaya Jepang secara berlebihan atau bertingkah laku seakan-akan mereka tinggal di Jepang, meskipun mereka bukan warga negara Jepang dan tidak tinggal di Jepang. Japanofilia dianggap terbelakang karena mereka dianggap kurang menghargai budaya bangsa dan negaranya sendiri (untuk yang sudah tingkat parah). Japanofilia merupakan kebalikan dari Japanofobia. Seseorang yang memiliki sifat Japanofilia disebut Japanofile,[1]

Lafcadio Hearn, alias Koizumi Yakumo, seorang cendekiawan internasional berdarah Irlandia-Yunani dan juga seorang penulis yang terkenal akan ketertarikannya yang kuat pada kebudayaan Jepang.

Tapi dalam beberapa keterangan, Japanofilia tidak terlalu sama artinya dengan Wibu. Karena pada dasarnya Japanofilia dikatakan memiliki minat yang sangat luas tentang budaya Jepang, sedangkan Wibu terfokus pada pop culture, seperti anime dan manga.[2] Namun saat ini istilah Wibu itu sendiri cenderung sudah sangat bias. Di masyarakat Indonesia sendiri Wibu memiliki arti orang menonton anime atau membaca manga ke level candu, tidak sampai ke tingkat yang sangat ekstrem seperti membangga - banggakan budaya Jepang. Wibu seringkali dijumpai media sosial, biasanya mereka memiliki ciri - ciri menggunakan frasa Jepang dalam percakapannya, menggunakan foto anime ke foto profil mereka dan menggunakan nama dalam frasa bahasa Jepang, padahal nama aslinya tidak seperti itu.

Lihat pula

Referensi

  1. ^ "Japanophile". Webster's Third New International Dictionary, Unabridged. Merriam-Webster. 2002. Diakses tanggal 2008-01-08. one who especially admires and likes Japan or Japanese ways 
  2. ^ https://www.dictionary.com/e/slang/weeaboo