Indonesia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa: Perbedaan antara revisi

Konten dihapus Konten ditambahkan
k ←Suntingan 180.254.206.54 (bicara) dibatalkan ke versi terakhir oleh 145.107.24.74
HsfBot (bicara | kontrib)
k Bot: Perubahan kosmetika
Baris 17:
== Perwakilan diplomatik ==
{{main|Daftar Duta Besar Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa}}
[[Berkas:Indonesia UN mission jeh.jpg|thumbjmpl|200px|Perwakilan Tetap Indonesia untuk PBB di New York]]
Indonesia memiliki [[perwakilan tetap]] untuk PBB di [[New York]], sekaligus satu perwakilan tetap untuk PBB, [[Organisasi Perdagangan Dunia|WTO]] dan [[organisasi internasional|organisasi-organisasi internasional]] lainnya di [[Jenewa]].<ref name=>{{cite web|author=Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia|title=Mission|url=http://www.kemlu.go.id/Pages/Mission.aspx?l=en|accessdate=2 June 2012}}</ref> Misi di New York dikepalai oleh seorang [[wakil tetap]], sedangkan misi di Jenewa dikepalai oleh seorang [[duta besar]]. Pemerintah Republik Indonesia menunjuk [[L. N. Palar|Lambertus Nicodemus Palar]] sebagai Wakil Tetap untuk PBB pertama dari Indonesia. Palar telah memainkan peran penting dalam upaya mencari dukungan dan pengakuan internasional tentang kedaulatan Indonesia pada masa sulit dengan Belanda pada tahun 1947, di mana saat itu Indonesia memiliki status [[Pengamat Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa|Pengamat]] dalam Majelis Umum PBB. Berbicara di dalam sidang Majelis Umum PBB pada tahun 1950, Palar berterima kasih untuk setiap dukungan yang diberikan untuk kemerdekaan Indonesia, dan berjanji bahwa negaranya akan melaksanakan tanggung jawabnya sebagai negara anggota dari PBB.
 
Baris 28:
== Aktivitas ==
=== Majelis Umum PBB ===
[[Berkas:Adammalik2.jpg|thumbjmpl|150px|Adam Malik, Presiden sesi ke-26 Majelis Umum PBB]]
Indonesia menjadi anggota Majelis Umum PBB semenjak tahun 1951.<ref name=>{{cite web|author=Perwakilan Tetap Republik Indonesia untuk Perserikatan Bangsa Bangsa di New York|title=Compilation of Indonesia Statements in UN General Assembly|url=http://www.kemlu.go.id/Books/Buku%20kompilasi%20statement%20UNGA%201951%20-%2012010%20minus%20cover.pdf|accessdate=2 June 2012}}</ref> Indonesia pernah sekali ditunjuk sebagai Presiden Majelis Umum PBB pada tahun 1971, yang pada saat itu diwakili oleh [[Adam Malik]] yang memimpin sesi ke-26 sidang Majelis Umum PBB. Ia merupakan perwakilan [[Asia]] kedua yang pernah memimpin sidang tersebut setelah [[Dr. Carlos Pena Romulo]] dari [[Filipina]].<ref name=>{{cite web|author=___ (11 Juni 2009)|title=H. Adam Malik Batubara (1917-1984) Si Kancil Pengubah Sejarah|url=http://www.pemkomedan.go.id/tokoh_detail.php?id=889|publisher=Tokoh Indonesia|accessdate=2 June 2012}}</ref>