Buka menu utama

Ikabod (bahasa Ibrani: אִיכָבוֹד, ikhavodtidak ada kemuliaan, memalukan atau di mana kemuliaan?; bahasa Inggris: Ichabod) disebutkan dalam Kitab 1 Samuel (1 Samuel 4:21) sebagai anak Pinehas bin Eli, seorang imam dursila pada kemah Allah di Silo, yang lahir pada hari Tabut Allah orang Israel dirampas oleh orang Filistin, menurut catatan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen, atau Alkitab Ibrani. Ibunya mulai bersalin karena terkejut mendengar bahwa suaminya, bersama Hofni, iparnya laki-laki dan Eli, ayah mertuanya, ketiganya telah meninggal dan bahwa Tabut Perjanjian telah diangkut ke wilayah orang Filistin. Dia juga disebut-sebut kemudian sebagai saudara Ahitub.[1]

Catatan AlkitabSunting

Dalam Kitab 1 Samuel, namanya merujuk kepada telah lenyap kemuliaan dari Israel, karena dirampasnya Tabut Allah oleh orang-orang Filistin, dan juga rujukan untuk kematian Eli, Hofni dan Pinehas. Ibunya mengulangi kalimat, "telah lenyap kemuliaan dari Israel, tabut Allah telah ditangkap," untuk menunjukkan kesalehan dalam kesedihannya,[2] bahwa ia lebih merasakan beratnya dampak pada masyarakat dan spiritual daripada kehilangan keluarganya.[3]

TafsiranSunting

Yairah Amit berpendapat bahwa nama itu menunjukkan "nasib anak yang baru lahir yang tidak memiliki orang tua, tanpa kakek dan bahkan tanpa Tuhan, karena kemuliaan-Nya telah lenyap dari tempat itu".[4]

Menurut komentator Alkitab, Donald Spence Jones, "arti dari istilah I-chabod (atau "I-kabod") ini banyak diperdebatkan, karena keraguan yang menggantung di atas suku kata pertama, "i-", diikuti oleh "kabod". Hal ini biasanya diartikan sebagai kata negatif sederhana: "tidak"; "kabod" berarti "kemuliaan", sehingga "Ikabod" berarti "tidak mulia", yaitu, "tidak ada kemuliaan". Yang lain menafsirkan suku kata "i-" sebagai pertanyaan, "di mana?", dalam arti "Di mana kemuliaan?", jawabannya, tentu saja, berada, "Tidak di manapun". Tapi penafsiran terbaik tampaknya dengan memahami suku kata "i-" sebagai seruan pahit kesedihan, "Aduh!": jadi namanya dapat diterjemahkan, "Aduh! kemuliaan".[5]

Dalam Septuaginta dinyatakan bahwa nama-nya adalah keluhan: Uaebarchaboth, celakalah kemuliaan dari Israel.[6] Codex Vaticanus Graecus 1209 juga merujuknya sebagai ouai barchaboth, yaitu sebagai I-Bar Kabod - I, anak Kabod atau Tidak, anak Kemuliaan. Ada ahli tekstual berpendapat,[7] bahwa bagian Kitab Samuel ini, sumber perlindungan (sanctuaries sources), berasal dari sumber yang lebih baru dibandingkan dengan bagian lain, dan oleh karena itu penafsiran nama ini mungkin hanya dari etimologi cerita rakyat.

Ikabod hanya disebutkan sedikit sekali dalam Alkitab Ibrani. Di bagian yang kemudian, disebutkan bahwa Ahitub adalah saudara laki-laki Ikabod, bukan sebagai anak Pinehas (atau anak orang lain), sehingga para ahli tekstual menduga bahwa Ikabod dianggap seorang yang penting pada masa Samuel.

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting

  1. ^ 14:2-3
  2. ^ Matthew Henry Commentary pada 1 Samuel 4, diakses 23 April 2017
  3. ^ 4:21-22
  4. ^ Yairah Amit, "Progression as a Rhetorical Device in Biblical Literature" ("Perkembangan sebagai Perangkat Retoris dalam Sastra Alkitab"). JSOT 28 (2003) 13.
  5. ^ Ellicott, C. J. A Bible Commentary for English Readers, on 1 Samuel 4, diakses 23 April 2017
  6. ^ 1 Samuel 4:21: Terjemahan Septuaginta oleh Brenton
  7. ^ Jewish Encyclopedia, The Books of Samuel

Artikel ini memadukan teks dari Jewish Encyclopedia 1901–1906  article "Ichabod", sebuah terbitan yang kini berada di ranah publik.