Buka menu utama

Hendra Johnny Kwee, Ph.D. adalah seorang fisikawan, akademis berkebangsaan Indonesia yang saat ini menjadi koordinator Tim Olimpiade Fisika Indonesia / TOFI menggantikan Prof. Yohanes Surya, Ph.D. Sebelumnya ia adalah alumni TOFI angkatan 1997, ia mendapatkan "Honorable Mention (HM)" pada IPhO 1997 (ke-28, Sudbury, Kanada)[1]. Ia dilahirkan di Palembang, masa kecilnya dihabiskan di Palembang hingga SMA. Saat SMA, Anak ketiga dari 3 bersaudara ini bergabung melalui seleksi provinsi dengan TOFI bimbingan Yohanes Surya. Melalui diktat-diktat training jarak jauh para siswa diberikan materi-materi yang levelnya lebih tinggi dari materi level SMU. Hasilnya terpilih 8 siswa, termasuk di dalamnya adalah Hendra Kwee. Selanjutnya tim ini dibina secara intensif di Wisma Kinasih selama hampir 2 bulan dan sebagian training eksperimen dilakukan di Jurusan Fisika Universitas Indonesia. Saat itu pelatihan diberikan oleh Yohanes Surya dan Alexander Deshkovski yang merupakan mantan peraih emas kontingen Uni Sovyet di Olimpiade Fisika 1984 di Swedia[2]. Pada IPhO tersebut bersama 4 orang lainnya TOFI menorehkan 2 Medali Perunggu dan Honorable mention:

  1. Boy TantoSMUK Kalam Kudus Pematang Siantar - Medali Perunggu
  2. Wayan Gde Widiartha – SMUN 1 Gianyar Bali – Medali perunggu
  3. Hendra Kwee – SMU Xaverius 1 Palembang – Honorable mention
  4. Sofian Hamid – SMUN 1 Purwokerto
  5. Yusak Rabin – SMU Xaverius Tanjung Karang Lampung

Selepas TOFI, ia melanjutkan studinya di jurusan Fisika ITB, Bandung[3].

Daftar isi

Riwayat PendidikanSunting

PenghargaanSunting

  • Indeks prestasi kumulatif tertinggi (3.88/4.00) untuk semua program sarjana Institut Teknologi Bandung pada wisuda Februari 2001
  • Honorable Mention (HM) pada IPhO 1997 (ke-28, Sudbury, Kanada)
  • Juara Ketiga (beregu) pada Olimpiade Sains Nasional untuk siswa SMA yang diselenggarakan oleh Universitas Gajahmada, Yogyakarta, November 1996
  • Juara pertama pada Kompetisi Fisika Nasional untuk siswa SMA yang diselenggarakan oleh Universitas Kristen Indonesia, Oktober 1996
  • Juara ketiga pada Kompetisi Fisika dan Matematika untuk siswa SMA yang diselenggarakan oleh Universitas Sriwijaya, Palembang, Desember 1995.

AktivitasSunting

Setelah menyelesaikan studi doktornya dari Amerika Serikat, Hendra kembali ke Indonesia dan bergabung bersama Prof. Yohanes Surya, Ph.D. menjadi pembina siswa-siswi SMA untuk mengikuti IPhO maupun APhO[4][5], Selanjutnya ia menggantikan Yohanes Surya menjadi koordinator TOFI[6]. Di Asian Physics Olympiad (APhO) 2010, ia terpilih sebagai sebagai General Secretary APhO untuk masa jabatan 2010 – 2015 mendampingi Presiden APhO Prof. Ming-Juey Lin dari Taiwan. Pada APhO 2015, ia terpilih kembali di posisi yang sama untuk masa jabatan 2015 - 2020, mendampingi Presiden APhO baru, Prof. Kwek Leong Chuan dari Singapura.

Pada 2013 saat Indonesia menjadi tuan rumah APhO ke-14 Bogor, Indonesia, ia menjadi Ketua Panitia APhO 2013[7][8]. Sampai tahun 2018, TOFI dalam pembinaannya sudah meraih 32 emas, 25 perak, 24 perunggu dan 33 Honorable Mention. Selain sebagai koordinator TOFI, Hendra juga aktif memberikan pelatihan fisika kepada guru dan siswa, menjadi pembicara seminar nasional maupun internasional serta menjadi tim akademik dan juri berbagai olimpiade nasional maupun internasional (di antaranya Olimpiade Sains Nasional (OSN) tahun 2008 dan 2009, Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tahun 2015 dan 2016, World Physics Olympiad (WoPhO) tahun 2011 dan 2012, Asian Physics Olympiad (APhO) tahun 2013 dan International Physics Olympiad (IPhO) tahun 2017). Hendra terpilih sebagai wakil presiden World Federation of Physics Competitions (WFPhC) pada kongress WFPhC tahun 2012. Selain itu ia juga menjadi dosen pengajar di STKIP Surya, Tangerang, Banten.

Pada Desember 2016, Hendra Kwee, Ph.D. bersama beberapa rekan-rekan alumni TOFI dan praktisi pendidikan (Oki Gunawan, Ph.D., Herry Kwee, Ph.D., Zainul Abidin, Ph.D., Jong Anly Tan, Ph.D., Hani Nurbiantoro Santosa, Ph.D., Ir. Sri Irianti, M.M., Surya Wijaya, M.Sc., Peter John, M.Si., Rosalyna Wijaya, B.Sc., M.A. dan Yendi, S.Si.) mendirikan Yayasan Sinergi Mencerdaskan Tunas Negeri (SIMETRI) dengan visi menumbuhkan kepribadian dan kompetensi tunas-tunas muda Indonesia dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Seleksi, pelatihan dan pembinaan TOFI ke APhO selanjutnya dikelola lewat yayasan SIMETRI.

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting

Pranala luarSunting