Buka menu utama

KH Hasan Abdullah Sahal (lahir di Gontor, 24 Mei 1947) adalah seorang Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo bersama 2 orang lainnya Dr. KH Abdullah Syukri Zarkasyi, MA dan KH Syamsul Hadi Abdan, S.Ag dan bersama KH Shoiman Luqmanul Hakim kemudian Drs. KH. Imam Badri sebelum Kyai Syamsul menjabat. Ia adalah putera keenam dari KH Ahmad Sahal. KH Ahmad Sahal adalah salah seorang dari tiga Trimurti Pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor (KH Ahmad Sahal, KH Zainuddin Fananie dan KH Imam Zarkasyi.

KH Hasan Abdullah Sahal
Kyai hasan gontor.jpg
Lahir24 Mei 1947
Gontor
Dikenal atasPimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo
JabatanPondok Modern Darussalam Gontor
PendahuluKH Ahmad Sahal
KH Zainuddin Fananie
KH Imam Zarkasyi
AnakJihad El-Banna Quthuby
Arfeddin Hamas Khosyatullah
Situs webhttp://www.gontor.ac.id

Riwayat PendidikanSunting

Ia menyelesaikan pendidikan dasar (SD) di Gontor tahun 1959. Tiga bulan sebelum menyelesaikan SD, ia telah diterima di KMI Pondok Modern Darussalam Gontor. Setamat KMI tahun 1965, Hasan Abdullah Sahal melanjutkan studi di Fakultas Ushuluddin Institut Pendidikan Darussalam (IPD (ISID-red)) sekaligus mengajar di KMI selama dua setengah tahun. Pada tahun 1967 ia mendapat kesempatan melanjutkan studi di Fakultas Da'wah dan Ushuluddin Universitas Islam Madinah Al-Munawwarah. Pada tahun 1992 mengambil spesialisasi Hadits di Universitas Al-Azhar Mesir.

Pengalaman OrganisasiSunting

1. Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo (1985 – sekarang)
2. Pendiri Pondok Pesantren Putri al-Mawaddah Coper, Jetis, Ponorogo tahun 1989.
3. Pendiri dan Pengasuh Pondok Tahfidz Qur'an Al-Muqoddasah Nglumpang, Mlarak, Ponorogotahun 1992.
4. Dosen Institut Studi Islam Darussalam (ISID) Ponorogo(1977 – sekarang)

Pengalaman ke Luar NegeriSunting

1. Mengikuti Seminar Bahasa Arab di Brunei Darussalam tahun 1993.
2. Da'wah di Malaysia tahun 1999, Hongkong tahun 1999 dan 2000, Korea Selatan tahun 1999, dan Jepang tahun 2001
3. Kunjungan luar negeri lainnya, yaitu ke Singapura tahun 1999; Jordan, Syiria, Israel, Turki, Jerman, Prancis, dan Belgia tahun 2002; Australia tahun 2003; dan Saudi Arabia, Mesir, Thailand, India, serta Pakistan dan Amerika Serikat.
[1]

Karya TulisSunting

1. Membina Keluarga Muslim.
2. Pegangan Para Qori’.
3. Obsesi Hasan Abdullah Sahal.
4. Ceramah-ceramah Kontemporer.
[1]

ReferensiSunting

Pranala luarSunting