Hindu Rights Action Force, lebih dikenal dengan akronimnya HINDRAF (bahasa Melayu: Barisan Bertindak Hak Asasi Hindu, bahasa Tamil: இந்து உரிமைகள் போராட்டக் குழு); dengan slogan terkenal nya Kuasa Rakyat (மக்கள் சக்தி) diterjemahkan sebagai Kekuatan Rakyat, adalah koalisi dari 30 Lembaga swadaya masyarakat (LSM) Hindu yang berkomitmen untuk memperjuangkan hak dan warisan masyarakat Hindu dalam multiras di Malaysia.[2][3] HINDRAF memiliki dampak besar pada lanskap politik Malaysia dengan menggelar Unjuk rasa HINDRAF 2007. Menyusul rapat umum besar-besaran yang diorganisir oleh HINDRAF pada November 2007, beberapa anggota penting organisasi ditangkap, beberapa di antaranya atas tuduhan penghasutan. Tuduhan tersebut dibatalkan oleh pengadilan. Lima orang telah ditahan tanpa pengadilan berdasarkan Undang-Undang Keamanan Dalam Negeri. Menjelang akhir tahun 2000-an, kelompok tersebut mengembangkan program politik yang lebih luas untuk memperjuangkan dan mendorong persamaan hak dan kesempatan bagi minoritas India. Mereka berhasil memusatkan perhatian pada aspek rasis dari kebijakan Pemerintah Malaysia.[4]

Hindu Rights Action Force
Nama dalam bahasa MelayuBarisan Bertindak Hak Asasi Hindu
Nama dalam bahasa Tamilஇந்து உரிமைகள் போராட்டக் குழு Intu urimaikaḷ pōrāṭṭak kuḻu
SingkatanHINDRAF
KepemimpinanWaytha Moorthy Ponnusamy
Uthayakumar Ponnusamy
Manoharan Malayaram
Vasantha Kumar Krishnan
Ganabatirau Veraman
Dibentuk19 Juli 2009
Disahkan8 Maret 2013
KeanggotaanKoalisi LSM Hindu
IdeologiHindutva
Hak Asasi Manusia
Gerakan Dravidian
Afiliasi nasionalPakatan Harapan
(Mitra Strategis)
Afiliasi internasionalHindu Swayamsevak Sangh[1]
Warna  Oranye dan putih
Dewan Negara:
1 / 70
Dewan Rakyat:43
0 / 222
Dewan Undangan Negeri:
0 / 587
Situs web
HINDRAF di Facebook
Templat:Blogspot

Latar belakang

sunting

Antara April hingga Mei 2006, beberapa kuil Hindu resmi dihancurkan oleh otoritas balai kota di Malaysia.[5] Pada 21 April 2006, Kuil Malaimel Sri Selva Kaliamman di Kuala Lumpur hancur menjadi puing-puing. Balai kota mengirimkan buldoser.[6]

Pasukan Aksi Hak-Hak Hindu atau HINDRAF, sebuah koalisi dari beberapa LSM telah memprotes pembongkaran tersebut dengan mengajukan keluhan kepada Perdana Menteri Malaysia tetapi tidak mendapat tanggapan.[7] Banyak kelompok advokasi Hindu memprotes apa yang mereka duga sebagai rencana sistematis pembersihan kuil di Malaysia. Alasan resmi yang diberikan oleh pemerintah Malaysia adalah bahwa kuil tersebut dibangun secara ilegal. Namun, ada beberapa candi yang sudah berusia berabad-abad.[7] Menurut seorang pengacara HINDRAF, sebuah Kuil Hindu dihancurkan di Malaysia setiap tiga minggu.[8]

Catatan

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ IANS (8 December 2007). "Hindraf faces ban: has 'links with India's RSS, Lanka's LTTE'". TwoCircles.net. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2023-06-03. Diakses tanggal 2020-10-14. 
  2. ^ Hindu group protests "temple cleansing" in Malaysia Diarsipkan 4 July 2007 di Wayback Machine.
  3. ^ "Southeast Asia news and business from Indonesia, Philippines, Thailand, Malaysia and Vietnam". Asia Times. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-01-19. Diakses tanggal 15 April 2016. 
  4. ^ "Malaysia's Anwar condemns use of security law". Reuters. 14 December 2007. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2023-06-03. Diakses tanggal 2020-10-14. 
  5. ^ Temple row - a dab of sensibility please Diarsipkan 2007-09-30 di Wayback Machine., malaysiakini.com
  6. ^ Muslims Destroy Century-Old Hindu Temple Diarsipkan 4 November 2006 di Wayback Machine., gatago.com
  7. ^ a b "Hindu group protests 'temple cleansing' in Malaysia" Diarsipkan 4 July 2007 di Wayback Machine., Financial Express
  8. ^ Malaysia ethnic Indians in uphill fight on religion Diarsipkan 2020-04-23 di Wayback Machine. Reuters India - 8 November 2007

Pranala luar

sunting