Buka menu utama

Guguk, Lima Puluh Kota

kecamatan di Kabupaten Lima Puluh Kota

GeografiSunting

Kecamatan Guguk terletak di antara 0° derajat 36°08° Lintang Utara dan 100° derajat 39°03° Lintang Selatan, dengan luas wilayah 106,20 km² yang berarti 3,16% dari luas Kabupaten Lima Puluh Kota yang luasnya 3.354,3 km². Nagari yang terluas adalah Kubang (31 km²; 29,19%), Guguk VIII Kota (21,7 km²; 20,43%), VII Koto Talago (21 km²; 19,77%), Sungai Talang (18 km²; 16,94%), dan Simpang Sugiran (14,5 km²; 13,65%)

BatasSunting

Batas Kecamatan sebagai berikut :

Utara Kecamatan Mungka
Timur Kecamatan Payakumbuh
Selatan Kecamatan Payakumbuh dan Akabilutu
Barat Kecamatan Suliki Gunung Mas

TopografiSunting

Topografi Guguk datar, berbukit dan bergelombang dengan ketinggian tempat terendah dari permukaan laut (dpl) adalah Simpang Kuranji, Nagari Guguk VIII Kota (510 m dpl) dan tertinggi di Bukit Pintu Angin, Nagari Kubang (1.025 m dpl). Daratan Guguk dialiri oleh Batang Sinamar dengan anak sungainya B. Nunang, B. Belubus. B. Pinamang yang telah dimanfaatkan oleh masyarakatnya sebagai sumber air, irigasi, kolam dan Galian C.

SejarahSunting

Di dalam Barih Balabeh Luak Limopuluah, Guguk adalah merupakan pusat pemerintahan dari ulayat Ranah. Wilayah Ranah adalah dari Sialang Balantak Basi, sampai ke Saut Sungai Rimbang, terus ke Jopang Manganti, Mungka Koto Tuo, Maek Muaro Takus, sampai ke Sialang Durian Tinggi. Hilirnya Ke Tambun Sarilamak sampai Ke Taram nan Tujuah dan Bukit Limbuku, hingga Paraku Anjiang Mudiak Yang Selingkar Batang Sinamar, Selingkung Batang Lampasi. Di mana sekarang ini merupakan wilayah dari Kecamatan Guguak, Suliki, Bukit Barisan, Mungka,Payakumbuh, Harau, dan Kapur IX.

Yang menjadi Raja di Ranah bernama Dahan Daro gelar Datuk Bandaro Hitam berkedudukan di Talago Gantiang. Menurut mitos, sang raja bernama demikian karena lahir dan bertempat tingal di bawah kayu aro yang sangat besar. Dt. Bandaro Hitam ini kawin dengan seorang jin perempuan yang cantik jelita anak dari Indojati dan berputra bernama Si Jambi.

Si Jambi ini lahir bersamaan dengan sebilah pisau. Pisau tersebut berikut baju Si Jambi hanyut disaat mandi-mandi di Batang Sinamar. Kesaktian dari si Jambi adalah tidak mempan oleh benda tajam sehingga pada saat si Jambi telah cukup umurnya untuk bersunat tidak ada seorangpun ahli sunat di wilyah Ranah yang pisaunya mampu untuk menyunatkan si Jambi, sehingga menurut saran orang agar dapat mempergunakan pisau yang dibawa oleh si Jambi disaat ia lahir. Mengetahui Pisau tersebut telah hanyut maka Dt. Bandaro Hitam menyuruh rakyatnya untuk menyelami dan mencari pisau Si Jambi yang hanyut tersebut di dalam Batang Sinamar.

Berbagai cara dilakukan supaya pisau tersebut didapatkan, ada yang mempergunakan tangguak, menyerakkan jalo rambang dan jalo panjang tujuah, bermain pukek dengan mayang, menanam lukah dengan tingkalak , dan berkat kesungguhan maka ditemukanlah pisau si Jambi berikut bajunya oleh orang yang sedang melukah di bawah pinang nan sabatang, pinang nan tungga tidak berkawan , dekat durian di takuak rajo di hilia Lareh Sitanang Muaro Lakin di atas Koto Tujuah Sijunjuang. Tempat ditemukannya pisau itu kemudian bernama si Pisau Hanyuik.

Sewaktu upacara sunatan si Jambi ,di Ranah Talago Gantiang dipancang galangang rami. Seluruh utusan Luhak Limopuluah hadir dalam keramaian itu. Termasuk Rajo di Hulu dari Situjuah Banda Dalam Dt. Marajo Simagayur, Rajo di Luhak dari Aie Tabik Dt. Rajo Indo nan Mamangun, Rajo di Lareh dari Sitanang Muaro Lakin Dt. Paduko Marajo,Rajo di Sandi dari Si Pisang Koto Nan Gadang Dt. Parmato Alam Nan Putiah, mereka datang dengan kebesaran adat ulayat masing-masing

Disebutkan dalam Ranah Tigo Buhua di Mudiak dan Tigo Jalua di Hilia yang disebut Tiga Buhul di Mudiak adalah :

  1. Dt. Bandaro Nan Hitam di Talgo Gantiang dengan kebesarannya Gajah Dompak di Talago.
  2. Dt. Rajo Mangkuto di Balai Talang Guguk VIII Kota dengan kebesarannya Cumati di Balai Talang.
  3. Dt. Perpatiah Nan Baringek dengan kebesaranya Kitabullah di Kubang Ruek.

Sedangkan yang disebut dengan Tiga Jalur di Hilia adalah:

  1. Dt. Rajo Kendi di Mungka
  2. Dt. Tumangguang di Taram nan Tujuah
  3. Dt. Panghulu Basa di Bukit Limbuku

Itulah yang disebut dengan dindiang alam naraco adat, bapak camin taruih jatuh keranah, bapak dek anak nan baranam bernama anak timbangan. Sedangkan yang disebut dengan anak yang baranam adalah:

  1. Dt. Angku Soik sebagai Pucuak Bungo Setangkai di Taeh
  2. Dt. Bandaro sebagai Rajo Adat di Simalanggang
  3. Dt. Rajo Baguno sebagai Hulubalang di Piobang
  4. Dt. Dt. Banso Dirajo sebagai Imam di Sungai Beringin
  5. Dt. Sabatang sebagai Juru adat di Gurun
  6. Dt. Dt. Tan Naro sebagai Kadi di Lubuak Batingkok

Zaman BelandaSunting

Di zaman Belanda, Guguk adalah salah satu kelarasan dari 13 kelarasan di Luhak Limopuluah dengan 4 nagari yaitu : Guguak VIII Koto, VII Koto Talago, Kubang dan Sungai Talang dengan Tuanku Lareh terakhir bernama Nindiah Dt. Bagindo suku Sikumbang di Balai Talang.

Setelah Kelarasan dihapus pada bulan November 1914. Maka Guguak dijadikan Onderdistrict Guguak, District Suliki, Onderafdeling Suliki, Afdeling Limopuluah Koto dengan asisten demang bernama Said Dt. Cumano di Dangung-dangung.

Zaman kemerdekaanSunting

Sejak kemerdekaan wilayah Kecamatan Guguk terdiri dari 8 nagari yaitu : Guguak VIII Koto, VII Koto Talago, Kubang, Sungai Talang, Mungka, Jopang Manganti, Talang Maur dan Simpang Kapuak. Berdasarkan Perda No. 14 Tahun 2001 tangal 29 Oktober Kecamatan Guguk dipecah menjadi dua, yaitu Kecamatan Guguk dan Kecamatan Mungka.

Situs megalitikSunting

Situs Kebudayaan Di Nagari Guguk VIII Koto ada 2 buah yaitu: batu menhir dan batu mejan, Nagari Kubang mempunyai batu susu dan batu mejan, Nagari VII Koto Talago mempunyai satu buah batu menhir, dan Nagari Sungai Talang ada 6 buah yakni lesung batu dan batu mejan.

CamatSunting

Nama-nama camat Guguk di antaranya adalah:

  1. Zanzibar
  2. Aziz Haily
  3. Anis Yusuf
  4. Harzi Zen
  5. Muzahar Abdullah
  6. Muhammad Nasir
  7. Syafruddin Darab (1988-1990)
  8. Darma Dodi (1990-1993)
  9. Yusuf Yatim (1993-1994)
  10. Mukhlis (1994-1995)
  11. Irfan (1995-1997)
  12. Khairul (1997-1999)
  13. Syofyan Rahmat Bendang (1999-2002)
  14. Jaswirianto (31 Januari 2002-2004)
  15. Elfi Rahmi (2004-2006)
  16. Arwital (2006-2007)
  17. Herman Afmar (April 2007-Maret 2010)
  18. Elsiwa Fajri (Maret 2010-sekarang)

DemografiSunting

Jumlah penduduk Guguk adalah 33.610 jiwa yang terdiri dari: laki-laki 16.038 jiwa dan perempuan 17.572 jiwa dengan perbandingan jenis kelamin 91,27% dan tingkat kepadatan penduduk 316 jiwa/km². Sumber mata pencarian masyarakat adalah pertanian dan peternakan (75%), PNS/TNI/Polri (13%), perdagangan (10%), jasa dan buruh lainnya (2%).

AgamaSunting

Untuk menunjang kehidupan beragama di Guguk terdapat fasilitas tempat ibadah berupa masjid (36 buah), musala (18 buah), dan langgar (62 buah). Masyarakatnya 100% memeluk Islam. Jumlah ulama 8 orang, mubaligh 34 orang, penyuluh agama 11 orang, dan khatib 35 orang.

PendidikanSunting

Sarana pendidikan di Guguk yang telah tersedia baru pada tingkat pendidikan TK sampai SLTA. Sarana pendidikan TK berjumlah 24 unit. Sarana pendidikan SD tersebar di semua nagari berjumlah 39 unit. Untuk tingkat pendidikan SLTP berjumlah 4 unit, dan untuk tingkat pendidikan SLTA berjumlah 2 unit yakni SMAN 1 Guguak dan MAN Padangjapang. Serta untuk tingkat pendidikan SMKN berjumlah 2 unit.

KesehatanSunting

Di bidang kesehatan, fasilitas dan sarana kesehatan di Kecamatan Guguak juga masih sangat terbatas. Untuk melayani 5 nagari yang ada hanya terdapat 2 unit Puskesmas, 11 unit Puskesmas Pembantu (Pustu) , Polindes 17 unit dan Posyandu 56 unit. Adapun tenaga medis yang terdapat di kecamatan ini terdiri dari 6 orang dokter, perawat 16 orang, 28 orang bidan.

EkonomiSunting

Pertanian dan perkebunanSunting

Di bidang pertanian, Guguk mempunyai potensi yang dapat diandalkan dalam peningkatan ekonomi masyarakat, dari total luas sawah 2.661 ha yang diperkirakan luas panen 4.850 ha dengan kisaran produksinya 22.892 ton GKG setiap tahun, tanaman lainnya adalah jagung dan ubi kayu dan dengan produksi pertahun 2.004 ton dan 960 ton. Luas pertanaman perkebunan utama adalah kelapa 1.024 ha, coklat 301 ha, kulit manis 126 ha, dan gambir 69 ha.

Peternakan dan perikananSunting

Kondisi Guguk sangat mendukung untuk usaha pengembangan ternak unggas (ayam buras, ras dan itik), terdapat adalah ayam petelur dengan populasi mencapai 1.177.900 ekor, ayam pedaging 244.000 ekor, Ayam Buras 76.664 ekor, dan Itik 15.215 ekor.

Sapi merupakan hewan ternak besar yang paling banyak terdapat di Guguk. Pada tahun 2008, populasi sapi adalah 6.870 ekor ternak, kerbau 1.429 ekor, dan kambing 1.622 ekor. Sementara luas Kolam adalah 161,47 ha dengan produksi 2.184 ton/tahun. Luas budidaya ikan di Sawah 1.058 ha dengan produksi 630,52 ton/tahun, luas penangkapan ikan di perairan umum dengan luas 56 ha dengan produksi 5 ton/tahun.

PertambanganSunting

Di Bidang Pertambangan Galian C, Guguk mempunyai potensi seperti batuan kuarsit yang dimanfaatkan sebagai bahan kontruksi terdapat di Sungai Talang dan Kubang. Potensi bahan Galian C Sabastone yang merupakan batuan hasil lapukan granit yang banyak mengandung kuarsa dan feldspar yang berguna untuk pembuatan keramik setelah dicampur dengan bahan lain seperti pasir kuarsa dan lempung terdapat banyak terdapat di Bukit Apik Sungai Talang. Bahan Galian C dari jenis Sirtukil (pasir, batu dan kerekil) juga terdapat di Sungai Talang Timur.

PasarSunting

Di Guguk ada tiga pasar Tipe A dan tipe B ada 1 buah. Nagari yang mempunyai pasar adalah Kubang dengan Pakan Rabaa Kubang yang jatuh pada hari Rabu dan Pakan Rabaa Taratak juga hari rabu,Diguguak VIII Koto Pasar Daguang-daguang pada hari Sabtu dan Rabu, dan pada Nagari VII Koto Talago ada Pasa Simpang Bakia pada Hari Senin, dan Pasa Tasapik juga hari Senin.