Buka menu utama

Gosip, gibah, atau gunjing adalah sebuah obrolan atau rumor kosong, yang biasanya berkaitan tentang urusan pribadi atau orang lain.[1]

Daftar isi

Dalam agamaSunting

Dalam YudaismeSunting

Yudaisme menganggap gosip yang diucapkan tanpa tujuan yang konstruktif (dikenal dalam bahasa Ibrani sebagai Lashon hara, "Lidah jahat") sebagai dosa. Berbicara secara negatif tentang orang-orang, bahkan walau sesuai dengan fakta yang sebenarnya, dianggap sebagai dosa, karena hal itu merendahkan martabat manusia - baik pembicara maupun subjek gosip tersebut. Menurut Amsal 18:8, "Perkataan si pemfitnah adalah seperti sesuatu yang ditelan dengan rakus, yang turun ke bagian-bagian perut yang paling dalam.".

Dalam IslamSunting

Islam menganggap memfitnah (gosip dengan tujuan buruk) setara dengan memakan daging dari saudara yang sudah mati. Bagi Muslim, memfitnah hanya merugikan korbannya tanpa menawarkan mereka kesempatan untuk membela diri, sama seperti orang mati yang tidak dapat bertahan daging mereka dimakan orang lain. Seorang Muslim dituntut untuk memperlakukan orang lain seperti saudara sendiri (terlepas dari keyakinan, warna kulit, jenis kelamin, atau etnis mereka).

Dalam Kepercayaan BahaiSunting

Bahai menganggap memfitnah (gosip dengan tujuan buruk) sebagai "kualitas manusia terburuk dan dosa yang paling besar".[2] Oleh karena itu, bahkan pembunuhan akan dianggap kurang tercela daripada memfitnah. Baha'u'llah menyatakan, "Memfitnah meredupkan cahaya hati, dan memadamkan kehidupan jiwa".

ReferensiSunting

  1. ^ "Gossip - Define Gossip at Dictionary.com". Dictionary.com. 
  2. ^ Bahai Quotes.com http://www.bahaiquotes.com/quotepage.php?Quotes%2FBackbiting. Diakses tanggal 11 November 2017.  Tidak memiliki atau tanpa |title= (bantuan)

Lihat pulaSunting