Buka menu utama

Gereja Kristus Di Indonesia (disingkat GKDI) adalah suatu organisasi gereja Kristen Protestan di Indonesia yang berpusat di Jakarta. "Gereja Kristus Di Indonesia" bergerak dalam aliran "non-denominasi" (yaitu tidak terikat pada denominasi Kristen manapun).

Gereja Kristus Di Indonesia
GKDI Logo.jpg
Gereja Kristus Di Indonesia (GKDI)
Negara  Indonesia
Aliran non-denominasi
Website www.gkdi.org
Sejarah
Didirikan 1990 (sebagai Jemaat Kristus Penginjilan Nusantara), 2001 (sebagai Gereja Kristus Di Indonesia)
Afiliasi
International Churches of Christ www.disciplestoday.org
SEA Church www.seachurchesmedia.org
HOPE Worldwide www.hopeww.org
HOPE Worldwide Indonesia www.hopeindonesia.org

SejarahSunting

"Gereja Kristus Di Indonesia" diawali pada tahun 1990. Total mission team yang dikirim ke Indonesia pertama kali berjumlah 9 orang, yang dikirim dari jemaat Singapura dan Amerika Serikat, terdiri dari 5 murid Yesus asal Indonesia dan 4 murid Yesus asal Malaysia. Dengan iman dan semangat juang yang tinggi, mereka memulai kebaktian perdana di ruang tamu di sebuah rumah di daerah Jakarta Pusat. Tuhan terus menambahkan jumlah mereka sampai suatu saat, ruangan yang dipakai mereka penuh sehingga mereka harus menyewa sebuah aula di hotel untuk beribadah. Meskipun pada mulanya kebanyakan orang merasa skeptis dengan gerakan ini karena kebanyakan anggotanya terdiri dari orang-orang muda, namun Tuhan terus bekerja melalui pemimpin-pemimpin yang punya iman dan ketekunan. Tuhan menambahkan jumlah mereka tiap-tiap tahun.

Pada tahun 1992, John Philip Louis dan istrinya, Karen Louis, datang dari Singapura untuk memimpin jemaat dan melatih para pemimpin di Jakarta, dan tidak hampir setahun, jemaat bertumbuh menjadi 280 orang. Pada awalnya, jemaat bernaung di bawah Gereja Elim Tabernakel di daerah Jakarta Pusat dan nama yang diberikan adalah Jemaat Kristus Penginjilan Nusantara (kata Jemaat menunjukkan bahwa dia bernaung dalam sebuah gereja). Pada tahun 1993, misi pertama ke Surabaya dikirim dan dipimpin oleh pasangan muda, Budi dan Liphin Kusmartono.

Pada tahun 1994, seiring dengan Proklamasi Penginjilan di seluruh dunia untuk membawa gereja ke semua bangsa dalam 6 tahun, John Louis, dalam seminar misi tersebut, memperkenalkan Rencana Penginjilan Nusantara (OPN) untuk Indonesia. Misi dikirim berturut-turut ke kota-kota utama di pulau-pulau besar di Indonesia. Pada tahun 1994, 12 orang yang dipimpin oleh Johnson dan Alin Sibuea dikirim untuk memulai gereja di Medan, lalu Manado (1995) dipimpin oleh Donald dan Monica Warouw, Denpasar oleh Hocky and Sharon Purwanto, Pontianak oleh Muksin dan Lily, serta Bandung oleh Sahat Hutagalung dan Lily Djohan (1996).

Menjelang akhir tahun 1996, Harliem dan Vania Salim ditunjuk untuk memimpin Indonesia sementara John dan Karen Louis pindah untuk menguatkan gereja-gereja di Australia. Pada tahun 1998, misi yang dipimpin oleh Agustinus dan Silvi dikirim ke Jayapura, sebagai titik akhir Rencana Penginjilan Nusantara (OPN) tahap pertama (menginjili kota-kota utama di pulau-pulau terbesar: Jawa-Bali, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Irian Jaya).

Misi berikutnya dimulai di kota-kota besar lainnya, seperti Batam (2000), Semarang dan Yogyakarta (2002). Karena kasih karunia Tuhan, Jemaat Kristus Penginjilan Nusantara dapat berdiri sendiri menjadi institusi yang sah di mata hukum dan diakui pemerintah pada tahun 2001, dan berganti nama menjadi "Gereja Kristus Di Indonesia" (GKDI). Peter Smith, seorang pengajar Bahasa Inggris dari Milwaukee, Amerika Serikat, berperan penting dalam hal ini. Dia datang untuk membantu tim misi didorong oleh kasih yang tulus untuk Bangsa Indonesia.

PelayananSunting

Selain melayani dalam kerohanian dan konseling keluarga, GKDI juga berkontribusi dan memberkati masyarakat Kristiani, seperti mendukung HOPE Worldwide Indonesia dan Haggai Insitute. HOPE Worldwide Indonesia adalah sebuah NGO (Non Governmental Organization) atau LSM yang sudah terdaftar di badan PBB. Anggota jemaat GKDI terlibat aktif bersama HOPEWW untuk melakukan kegiatan-kegiatan sosial di seluruh Indonesia, seperti: mengadakan aksi donor darah, Walkathon (jalan sehat massal), membantu korban bencana dan konseling pemulihan bencana, dan masih banyak lagi. Mereka tidak hanya mendukung secara finansial, tetapi juga mengambil waktu di luar jam kerja untuk melayani di daerah terpencil dan menolong mereka yang membutuhkan, iman yang ditunjukkan dengan perbuatan seperti yang dibaca di Surat Yakobus.

KeyakinanSunting

Gereja Kristus Di Indonesia percaya akan:

  • Tritunggal Allah: Allah Bapa, Allah Putra dan Allah Roh Kudus (Matius 28:18-20).
  • Yesus sebagai satu-satunya Jalan, Kebenaran dan Hidup (Yohanes 14:6).
  • Alkitab sebagai Satu-satunya Firman Allah (2 Timotius 3:16-17), dan oleh karenanya orang Kristen harus mentaati Firman-Nya.
  • Pertobatan dan Baptisan diperlukan sebagai bagian dari pengampunan dosa dan untuk menerima karunia Roh Kudus (Kis 2:38).
  • Keselamatan adalah kasih karunia melalui iman, bukan oleh pekerjaan baik (Efesus 2:8).
  • Yesus harus menjadi Tuhan atas waktu, uang dan hubungan-hubungan yang dimiliki orang Kristen (Lukas 14:25-33).
  • Orang Kristen harus mengasihi Tuhan dengan segenap hatinya, dengan segenap jiwanya, dengan segenap pikirannya dan dengan segenap kekuatannya (Markus 12:28-30).
  • Orang Kristen harus mengasihi sesama sebagaimana dia mengasihi dirinya sendiri (Markus 12:28-31, 1 Petrus 1:22) – termasuk namun tidak dibatasi oleh:
    • mendedikasikan dirinya kepada hubungan satu sama lain (Roma 12:10),
    • saling membantu satu sama lain untuk menjadi dewasa dalam Kristus dan untuk menjadi seperti Kristus (Kolose 1:28),
    • mengasihi yang miskin (Matius 25:31-46),
    • mencari dan menyelamatkan yang hilang (Matius 28:18-20, 2 Petrus 3:9).

Di mana dapat dinyatakan dalam satu pernyataan,

Kami Berkumpul di Sini untuk Mengenal Tuhan dan Membuat Tuhan Dikenal

Kami Berkumpul di Sini…Sunting

Tuhan menciptakan manusia untuk berada di dalam sebuah keluarga. Bagi hampir setiap orang, kenangan paling awal ialah menjadi bagian dari sebuah grup – ayah, ibu, atau saudara kandung. Tuhan merancang manusia berada di dalam lingkungan keluarga ialah untuk melindunginya, dan agar orang belajar apakah kasih itu. Kenangan paling bahagia dalam hidup manusia hampir selalu bersama dengan keluarganya atau kelompok sahabat yang terjalin erat.

Sayangnya, ketika semakin besar, orang kehilangan pandangan tentang rancangan Tuhan ini dan menuju kehidupan yang semakin jauh dari kasih dan kepercayaan. Untuk banyak orang, hari-hari mungkin berlalu tanpa menerima atau memberi penghiburan, atau memiliki percakapan yang dalam dari hati ke hati dengan seseorang yang peduli padanya.

(Efesus 2:19) "Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru."

Mengetahui betapa mudahnya orang bisa kehilangan hati, Tuhan merancang jemaat untuk menjadi rumah dimana orang dapat menjaga hati dan merasa bebas untuk mengasihi kembali. Alkitab berkata jelas bahwa rumah Tuhan bukan hanya sebuah tempat dimana orang bertemu seminggu sekali, tapi lebih merupakan grup orang-orang yang berkumpul bersama sesering mungkin untuk saling menjaga hati. Bukan kuantitas waktu yang penting untuk orang berkumpul, tapi juga kualitas dan kedalaman hubungan antar manusialah yang akan membantu melindungi hati orang.

(Efesus 4:15-16) "tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala. Dari pada-Nyalah seluruh tubuh,—yang rapi tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota—menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih."

(Ibrani 10:24-25) "Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat."

Salah satu tema yang mengalir di seluruh Alkitab ialah bahwa setiap orang membutuhkan orang lain dalam hidupnya agar memiliki hubungan yang dalam dan konsisten dengan Tuhan. Hati yang tulus dan sungguh-sungguh bisa mendorong seseorang memulai perjalanannya ke surga, tapi apa yang dibutuhkan agar ia sampai ke tempat tujuan ialah tangan yang siap menolong dan kata-kata yang menyembuhkan dari orang-orang yang berkomitmen kepada orang tersebut dalam kasih. Setiap orang butuh orang lain untuk mengajarnya agar lebih mirip dengan Kristus, juga yang meminta pertanggungan jawab setiap orang atas janji yang telah dibuatnya untuk taat kepada Tuhan Yesus.

Seperti kata Alkitab, orang sebaiknya tidak menjauhkan diri dari pertemuan jemaat supaya dapat mengasihi orang lain dan dikasihi orang lain. Apakah orang hidup dalam masyarakat modern yang serba cepat, atau masyarakat yang penuh ketidaknyamanan dan bahaya, orang harus berkomitmen untuk memprioritaskan waktunya dengan berfellowship dengan orang-orang Kristen di kebakitan hari Minggu, kebaktian tengah minggu, dan pertemuan-pertemuan pendalaman Alkitab. Lebih penting dari pertemuan dengan keluarga rohani, orang harus berkomitmen agar hatinya dibimbing, baik oleh pembimbing rohani atau kelompok sahabat yang mau membantu satu sama lain agar sampai ke surga.

Oleh sebab itu, perlu diingat juga bahwa setiap orang akan berhadapan dengan Tuhan sendirian pada hari penghakiman. Ia telah memberi seseorang keluarga rohani untuk melindungi hatinya di bumi ini. Sebaiknya juga memperkuat ikatan tali persaudaraan, karena kebersamaan adalah kekuatan!

Untuk Mengenal Tuhan…Sunting

Kisah Para Rasul 13:22 ”… Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku…”

Ribuan tahun sesudah Daud hidup di bumi ini, orang masih terinspirasi oleh anak gembala yang menjadi raja ini yang dijuluki ”seorang yang berkenan di hati Tuhan”. Daud mempunyai hubungan yang demikian intim dengan Tuhan sehingga melampaui hubungan antara pencipta-yang dicipta. Mazmur yang ditulis Daud memperlihatkan pada orang-orang bahwa ia mengejar, menginginkan dan membutuhkan Tuhan. Tak dapat disangkal betapa banyak ia mengenal dan memahami Tuhan dan jalanNya.

Sebagai anggota keluarga Allah, Tuhan memanggil orang-orang untuk mengasihi Dia, yang terutama dan terpenting, dengan segenap hati, jiwa, kekuatan dan pikiran mereka (Lukas 10:27). Untuk mengasihi Tuhan, orang harus mengenal Tuhan. Bukan sekadar mengenal Dia, tapi mengenal Dia secara pribadi dan sepenuh hati sehingga dekat dengan Dia. Hubungan Daud dengan Tuhan merupakan inspirasi bagi semua orang. Ia begitu ingin mengenal Tuhan melebihi apapun. Ia menggunakan kata-kata seperti ingin, haus, dahaga, di mazmur-mazmurnya.

Orang Kristen dipanggil Tuhan untuk bertumbuh dalam kasih karunia dan pengetahuan akan Tuhan dan Juruselamat Yesus Kristus (2 Petrus 3:18). Mengenal Tuhan adalah sebuah perjalanan dan sebuah proses karena siapakah di antara manusia dapat mengatakan bahwa ia telah cukup mengenal Tuhan? Hal ini tidak terjadi instan ataupun otomatis, tetapi sebuah pengejaran seumur hidup seseorang.

Sebagai jemaat yang berkomitmen untuk mengenal Tuhan, semoga setiap orang Kristen menginginkan untuk semakin dekat dengan Dia. Alkitab berkata ”… marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut.” (Ibrani 12:28). Ibadah kepada Tuhan harus sedemikian rupa sehingga berkenan bagi Dia. Bila orang beribadah, Tuhan melihat melampaui kata-kata dan nyanyian untuk melihat sikap hati terdalam. Tuhan menganugerahi setiap orang emosi supaya dapat menyembah Dia dengan perasaan yang dalam.

Bila orang berkumpul bersama untuk memecahkan roti dan minum anggur, hendaknya ia melakukannya dengan hati yang ingin mengerti lebih dalam betapa dalamnya kasih dan pengorbananNya untuk umat manusia. Manusia adalah mahluk yang sibuk dan mudah teralih perhatiannya dan Tuhan tahu itu. Ia memerintahkan komuni supaya orang secara konsisten dapat meluruskan hati dan pikirannya kembali dan tak pernah melupakan kasih karunia dan belas kasihNya.

Bila orang berkumpul untuk mendapat pengajaran Alkitab yang lebih dalam, hendaklah ia bersyukur untuk isi hati Tuhan – yaitu FirmanNya sendiri. Benarlah betapa dalam dan kayanya Firman Tuhan itu (Roma 11:13) dan FirmanNya tetap selama-lamanya. Betapa pentingnya untuk setiap orang mengambil pelajaran-pelajaran alkitabiah ini secara serius jika orang memang ingin semakin mengenal Dia dan jalanNya. Pada akhirnya terserah pada pilihan setiap orang seberapa ingin dekatnya dia kepada Tuhan. Seperti hubungan manapun, butuh kemauan, waktu dan energi untuk membentuk hubungan yang dalam dan intim dengan Tuhan. Mendekat kepada FirmanNya harus menjadi hal terpenting bagi seseorang setiap hari saat ia menjalani hidup dengan ”pelita bagi kakiku” (Mazmur 119:105). Tuhan juga ingin umat-Nya mencurahkan hati kepada Dia setiap hari di dalam doa karena Ia juga peduli pada perasaan mereka. Selalu mendekatkan diri di dalam hadirat Tuhan akan mengingatkan orang-orang bahwa Tuhan itu selalu dekat (Filipi 4:4-6).

Untuk meluangkan waktu, energi dan upaya untuk mengenal Tuhan ialah menginvestasikan sesuatu yang bernilai kekal. Daud punya banyak karunia dan kekuatan lain – ia juga dikenal karena kekuatan fisik dan kegagahannya sebagai prajurit dan raja – tapi lebih dari semuanya itu, ia dikenal sebagai seorang yang mempersembahkan kesetiaan kasih yang paling murni kepada Tuhan.

Dan Membuat Tuhan DikenalSunting

Lukas 15:20 " Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.

Apapun versi Alkitab yang dibuka, ketika Lukas 15 dibaca, orang melihat sebuah kebenaran yang tak dapat disangkal: bahwa meskipun seseorang telah meninggalkan Tuhan, Ia tetap menyambut mereka kembali dengan tangan terbuka lebar! Ayat di atas memperlihatkan belas kasihNya dan hasratNya. Dan penerima kasih yang luar biasa ini? Manusia! Ia menyambut setiap orang kembali, sebagai keturunanNya, dengan air mata, tawa, ciuman hangat dan pelukan – seperti reuni sebuah hubungan yang telah hancur!

Ketika orang dibantu keluar dari air baptisan – ayat tersebut menggambarkan manusia. Pada saat orang tidak tahu jalan lain, pilihan lain, bukankah baik orang mengenal Tuhan yang tidak pernah menyerah atas dirinya? Orang merasakan rasa syukur yang dalam karena ia tahu telah disatukan kembali dengan Bapa pengasihnya. Adalah sukacita yang sulit digambarkan dengan kata-kata karena ini adalah sukacita saat seseorang kembali ke rumah.

Hati Tuhanlah yang diperlihatkan oleh Alkitab. Sejak penciptaan manusia, Alkitab membawa pembacanya melewati sejarah bangsa Israel yang penuh dengan perbudakan manusia, petualangan, tindakan kepahlawanan, pengkhianatan, pembunuhan dan semangat hati. Namun orang takkan temukan dimanapun sosok Tuhan yang sangat intens menginginkan hubungan dengan manusia.

Tuhan ingin semua orang diselamatkan (2 Timotius 1:4). Manusia adalah alat yang dipilih, dimana melalui manusia, hatiNya untuk jiwa-jiwa yang hilang dapat dikenal supaya mereka datang mengenal kebenaran. Namun orang harus mengingatkan diri sendiri bahwa keinginan Tuhan harus menjadi keinginannya. Semua hal yang telah Tuhan perbuat untuk manusia telah ditujukan kepada satu tujuan tunggal yaitu menjadikan diriNya dikenal oleh mereka. Di Lukas 15, si anak sulung menghabiskan waktu bertahun-tahun bersama Bapanya tapi ia tidak pernah mengerti hati Bapanya. Ia melayani tapi dengan kepahitan. Ia seharusnya belajar untuk melayani ayahnya dengan gembira dan hati yang tulus. Contohannya mengingatkan orang untuk belajar sesuatu dari sana.

Menjadikan Tuhan dikenal jiwa-jiwa yang hilang di sekitar seseorang bukan tentang upaya orang mencari jalan ke surga. Tapi ini tentang menjadi garam dan terang dunia. Tak ada yang perlu ditakutkan, tak ada yang bisa membuat orang malu dan ini bukan urusan tentang agama. Menjadikan Tuhan dikenal ialah menyejajarkan hati seseorang dengan hatiNya. Orang menjadi mataNya yang menjelajah ke sudut-sudut bumi, mencari anak-anak yang hilang yang siap untuk kembali ke rumah. Menjadikan Tuhan dikenal ialah tentang melihat Bapa melompat kegirangan saat Ia melihat anak-anak yang dulu mati telah bangkit kembali. Menjadikan Tuhan dikenal adalah hati Dia yang menciptakan setiap orang.

Pertemuan Diskusi Alkitab, Belajar Alkitab, dan Pembimbingan Dalam GrupSunting

  • "Pertemuan Diskusi Alkitab" (PDA) adalah persekutuan yang dihadiri oleh sekelompok orang yang memiliki lokasi pekerjaan atau domisili yang berdekatan yang tujuannya adalah mendiskusikan topik-topik dalam kehidupan sehari-hari dalam Alkitab. Pertemuan ini biasanya terdiri dari sepuluh hingga dua puluh orang.
  • "Belajar Alkitab" (Bible Study, BS) adalah pertemuan diskusi Alkitab yang lebih personal dimana hanya terdapat dua hingga tiga orang saja.
  • "Pembimbingan Dalam Grup" (PDG) adalah persekutuan yang dihadiri grup pembimbingan di jemaat. Grup ini berfokus untuk membangun tiap-tiap individu jemaat agar sesuai dengan karakter Yesus.

Jemaat dan IbadahSunting

Menurut website resmi Gereja Kristus Di Indonesia, pada tahun 2012, Gereja Kristus Di Indonesia telah memiliki 31 jemaat yang tersebar di berbagai kota, seperti Jakarta, Surabaya, Medan, Manado, Bali, Pontianak, Bandung, Jayapura, Batam, Semarang, Yogyakarta, dll [1].

Ibadah dilakukan setiap hari minggu pukul 10.00 pagi di tiap kota di Indonesia[2].

PelayananSunting

Selain PDA, BS, dan PDG, Gereja Kristus Di Indonesia (baik pusat maupun satelit) juga memiliki kelompok pelayanan yang disesuaikan berdasarkan usia anggota jemaat. Kelompok-kelompok pelayanan tersebut antara lain:

  • "Kerajaan Kanak-Kanak" (KKK)[3]: merupakan kelompok pelayanan sekolah minggu.
  • "Ministri Remaja" (Teens dan Preteens)[4]: merupakan kelompok pelayanan untuk remaja berusia 13-18 tahun.
  • "Ministri Kampus"[5]: merupakan kelompok pelayanan pemuda yang sedang mengenyam pendidikan perguruan tinggi.
  • "Ministri Single"[6]: merupakan kelompok pelayanan pemuda-pemudi yang telah bekerja.
  • "Ministri Menikah"[7]: merupakan kelompok pelayanan orang-orang menikah.
  • "Precious Woman"[8]: merupakan kelompok pelayanan khusus kaum wanita.
  • "Pria Ilahi" dan "Wanita Allah"[9][10]: merupakan kelompok pelayanan untuk jemat berusia 50 tahun ke atas.
  • "Emptiness": merupakan kelompok pelayanan untuk jemaat berusia 70 tahun ke atas.

Selain kelompok pelayanan berdasarkan usia di atas, "Gereja Kristus Di Indonesia" juga memiliki kelompok pelayanan khusus, seperti:

  • "Usher"[11]: merupakan pelayanan usher setiap hari minggu.
  • "Caring Team"[12]: merupakan pelayanan doa, kunjungan ke jemaat yang sedang sakit, meringankan beban ketika terdapat jemaat yang meninggal, dan memberikan perhatian khusus bagi mereka yang dianggap kecil oleh dunia ini.
  • "Multimedia"[13]: merupakan pelayanan yang berhubungan dengan multimedia, sound system dan website.
  • "Song Ministry"[14]: merupakan pelayanan pujian dan penyembahan.

Kerja SamaSunting

"Gereja Kristus Di Indonesia" memiliki hubungan baik dengan gereja-gereja di seluruh Indonesia dan juga tergabung dengan Haggai Institute[15].

ReferensiSunting

  1. ^ Daftar Jemaat, www.gkdi.org diakses 2013-03-22.
  2. ^ Jadwal Kebaktian, www.gkdi.org diakses 2013-03-22.
  3. ^ Kerajaan Kanak-Kanak (KKK), www.gkdi.org diakses 2013-03-22.
  4. ^ Youth Ministry, www.teensrock.org diakses 2013-03-22.
  5. ^ Ministri Kampus, www.gkdi.org diakses 2013-03-22.
  6. ^ Ministri Single, www.gkdi.org diakses 2013-03-22.
  7. ^ Married Ministry, www.gkdi.org diakses 2013-03-22.
  8. ^ Precious Woman, www.gkdi.org diakses 2013-03-22.
  9. ^ Pria Ilahi, www.gkdi.org diakses 2013-03-22.
  10. ^ Wanita Allah, www.gkdi.org diakses 2013-03-22.
  11. ^ Usher, www.gkdi.org diakses 2013-03-22.
  12. ^ Caring Team, www.gkdi.org diakses 2013-03-22.
  13. ^ Multimedia, www.gkdi.org diakses 2013-03-22.
  14. ^ Song Ministry, www.gkdi.org diakses 2013-03-22.
  15. ^ Haggai Institute, www.haggai-institute.com diakses 2013-03-22.

Pranala luarSunting