Donggi Senoro LNG

Perusahaan Gas di Indonesia

PT Donggi Senoro LNG (DSLNG) adalah perusahaan penghasil gas alam cair Indonesia. Proyek gas DSLNG merupakan salah satu kegiatan utama koridor Sulawesi dalam Master Plan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). DSLNG memberi peluang bagi pengembangan beberapa cadangan gas alam berskala kecil yang belum dikembangkan.

Donggi Senoro LNG
IndustriPengolahan gas alam
Didirikan28 Desember 2007
Kantor
pusat
Sentral Senayan II, Jakarta & Desa Uso, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Indonesia
ProdukLNG dan kondensat
IndukMitsubishi Corporation. Kogas, Pertamina, MedcoEnergi
Situs webhttp://www.donggisenorolng.co.id/

Ladang gas DSLNG terletak di Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah, sekitar 20 kilometer sebelah tenggara kota Luwuk, yaitu kota utama di Kabupaten Banggai.

Pabrik LNG ini berdiri di atas lahan seluas lebih dari 300 hektar, di pesisir pantai yang menghadap Selat Peleng, yang menawarkan jalur pelayaran di lautan yang dalam dari Surabaya dan Makassar ke Luwuk dan Manado.

Pemegang Saham[1]Sunting

DSLNG didirikan sebagai perusahaan penanaman modal asing (PMA) pada tanggal 28 Desember 2007 dengan para pemegang saham Pertamina Energy Services Pte Ltd (29%), PT Medco LNG Indonesia (20%) dan Mitsubishi Corporation (51%). Terhitung sejak 15 April 2011, struktur kepemilikan berubah menjadi:

  • Sulawesi LNG Development Ltd (59,9%) yang dimiliki oleh Mitsubishi Corporation 75% and Korea Gas Corporation (Kogas) 25%
  • PT Pertamina (Persero) (29%)
  • PT Medco LNG Indonesia (11,1%)

Produksi LNGSunting

DSLNG didesain memiliki kapasitas pengolahan 335 MMScfd gas alam menjadi 2 juta ton LNG pertahun (36 kargo LNG). Kebutuhan gas DSLNG tersebut dipasok oleh 2 produsen gas yaitu JOB Pertamina - Medco Tomori Sulawesi sebesar 250 MMScfd dan Blok Matindok Pertamina sebesar 85 MMScfd.

LNG yang dihasilkan diekspor ke Jepang dan Korea Selatan terdiri dari Chubu Electric 50%, Kyushu Electric 15% dan Kogas 35%.

DSLNG mulai beroperasi pada 10 Juni 2015 dan pengapalan kargo pertamanya diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 2 Agustus 2015.

ReferensiSunting

Pranala luarSunting