Buka menu utama

Dominggus da Silva (lahir di Maumere, Nusa Tenggara Timur, 17 Agustus 1967 – meninggal di Palu, Sulawesi Tengah, 22 September 2006 pada umur 39 tahun), adalah seorang tokoh Katolik Indonesia yang dieksekusi oleh regu tembak bersama dengan Fabianus Tibo dan Marinus Riwu pada tanggal 22 September 2006 pukul 1 dinihari. Mereka dinilai memimpin kerusuhan yang terjadi di Poso, Sulawesi Tengah pada tahun 2000, yang memuncak pada pembantaian sekitar 200 orang di sebuah pesantren.[1]

Dominggus da Silva
Latar belakang
Lahir(1967-08-17)17 Agustus 1967
Maumere, Indonesia
Meninggal22 September 2006(2006-09-22) (umur 39)
Sebab meninggalDieksekusi mati
DakwaanMemimpin kerusuhan
VonisHukuman mati
Pembunuhan
Tanggal ditangkapJuli 2000

Dominggus da Silva terlahir sebagai anak dari pasangan Dominicus da Silva dan Maria Dualio. Dia diketahui sempat merantau ke Jakarta. Dominggus, yang merupakan lulusan sekolah teknik menengah jurusan mesin, hijrah ke Morowali pada tahun 1991. Dia memilih bekerja di PT. Inco di Soroako, Sulawesi Selatan; namun memilih tinggal di Beteleme. Setiap hari Senin, dia ke Soroako dan Sabtu kembali ke Beteleme. Disana, dia bekerja sebagai sopir alat-alat berat di perusahaan pertambangan ini. Setelah dieksekusi, dia dimakamkan di Kota Palu, berbeda dengan kedua rekannya yang dipulangkan ke kampung halaman mereka.[2]

ReferensiSunting

  1. ^ "Executions spark Indonesia unrest". BBC. 22 September 2006. Diarsipkan dari versi asli tanggal 21 Oktober 2016. Diakses tanggal 25 Februari 2017. 
  2. ^ "Pendeta Damanik Imbau Warga Hindari Tindakan Anarkis". ANTARA Sulawesi Tengah. Diakses tanggal 27 Februari 2017.