Buka menu utama

Wikipedia β

Patung marmer Dewi Isis era Hadrian Romawi, Museum Capitolini.

Dewi adalah sosok perempuan yang memiliki kekuatan adikodrati atau bersifat ilahiah.[1][2] Secara etimologi, istilah dewi adalah bentuk feminin dari kata dewa. Sebagaimana dewa, dewi seringkali dikaitkan dengan berbagai jenis fenomena, seperti perang, kehancuran, atau juga penciptaan, pemberi kehidupan, penyembuhan, pemulihan, cinta, dan sifat welas asih.

Awalnya sosok dewi dikaitkan dengan mitos dan ritus mengenai kesuburan, antara lain misalnya sosok Dewi Ibu, Gaia, Isis dan Pertiwi, kemudian ada juga yang mengaitkannya dengan cinta seperti dewi Ishtar dan Afrodit (Venus), bahkan dengan kebijaksanaan dan perang seperti Athena (Minerva) dan Durga. Dewi kerap kali menjadi fokus pemujaan. Wujud dan ekspresi artistik mengenai sosok dewi dapat ditemukan dalam banyak kebudayaan.

Dalam beberapa agama, sosok perempuan suci menempati posisi istimewa dalam pemujaan dan doa. Sakti dalam agama Hindu adalah pemujaan dewi yang melambangkan kekuatan yang menggerakan dunia. Dalam agama Buddha terutama aliran Tibet, salah satu pencapaian spiritual tertinggi adalah menjadi sosok Bodhisatwadewi Tara yang digambarkan sebagai pelindung yang tak kenal takut dan dipenuhi rasa welas asih bagi semua makhluk.

ReferensiSunting

  1. ^ The Encyclopedia of World Religions, p. 181.
  2. ^ Introduction to Pagan Studies (2007), p. 222.

Daftar pustakaSunting

  • Dexter, Miriam Robbins, and Victor Mair (2010). Sacred Display: Divine and Magical Female Figures of Eurasia. Cambria Press.
  • Barnhart, Robert K (1995). The Barnhart Concise Dictionary of Etymology: the Origins of American English Words. HarperCollins. ISBN 0-06-270084-7
  • Gorshunova . Olga V.(2008), Svjashennye derevja Khodzhi Barora…, ( Sacred Trees of Khodzhi Baror: Phytolatry and the Cult of Female Deity in Central Asia) in Etnoragraficheskoe Obozrenie, n° 1, pp. 71–82. ISSN 0869-5415. (Rusia).