Dakota RI-002 adalah salah satu pesawat udara yang memperkuat Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) pada awal kemerdekaan Indonesia. Pesawat angkut sedang jenis C-47 Skytrain atau Dakota (julukan dari RAF) buatan pabrikan Douglas Aircraft AS ini disewa dari seorang veteran penerbang Angkatan Laut Amerika Serikat, yaitu Robert "Bob" Earl Freeberg[1]. Freeberg adalah seorang mantan penerbang tempur Angkatan Laut Amerika Serikat saat Perang Dunia II. Setelah perang berakhir, pria asal Kansas ini menjadi pilot carter CALI (Commercial Air Lines Incorporated) di Filipina. Suatu hari, dengan perantara seorang Inggris bernama Savage, Freeberg bertemu dengan seorang perwira AURI, Opsir Udara III Petit Muharto Kartodirdjo, yang sedang berada di Singapura untuk mencari pesawat bagi AURI dalam rangka perjuangan kemerdekaan Indonesia. Tanpa banyak berpikir, Freeberg segera menyatakan kesediaannya membantu AURI.

Freeberg lantas membeli sebuah pesawat bekas 'war-surplus' dari Pangkalan Udara Amerika Serikat Clark di Filipina. Freeberg menerbangkan pesawat dari Pangkalan Udara Maguwo, Yogyakarta pada 1947 dengan rute tujuan pertama kali ke Singapura, melalui Bukittinggi. Dari Singapura dia kembali ke Manila, Filipina, untuk mengambil pesawat miliknya, Douglas C-47 Skytrain atau RI-002, yang telah disetujui akan disewa pemerintah RI. Pesawat itu diambil secara diam-diam.

Awalnya kawan-kawan Bob tidak setuju, sehingga pesawat disembunyikan. Bob kebingungan, berusaha mencari, hingga akhirnya berhasil menemukan pesawat yang disembunyikan tersebut. Dia lalu membawa dua orang 'flight-engineer' kebangsaan Filipina terbang ke Indonesia pada malam hari dengan dalih mengadakan uji terbang 'test-flight'. Ternyata itu sebuah tipu muslihat.

Maka, pada malam itu juga, Bob membawa pesawat R1-002 plus dua engineer ke Pangkalan Pesawat Terbang Maguwo, Yogyakarta. Itulah kisah RI-002, pesawat perintis pertama yang disewa pemerintah RI dari pilot Amerika Serikat.

ReferensiSunting

  1. ^ Sejarah Operasi Penerbangan Indonesia periode 1945-1950. Dinas Sejarah TNI-AU