Buka menu utama

Dahagi

permufakatan jahat oleh sekelompok orang untuk secara terang-terangan melawan, mengganti, atau menumbangkan kepemimpinan yang sah
Serangan para pendahagi atas gugus artileri Redan di Lucknow, 30 Juli 1857

Dahagi atau Perlawanan Nyata Bersama (bahasa Belanda: Muiterij) adalah permufakatan jahat di antara sekelompok orang (lazimnya di kalangan anggota militer atau awak kapal, baik kapal militer maupun kapal sipil) untuk menentang, mengganti, atau menggulingkan kekuasaan yang sah di atas mereka secara terang-terangan. Istilah ini lazim digunakan sebagai sebutan bagi pemberontakan yang dilakukan oleh para anggota militer terhadap para atasannya, tetapi kadang-kadang digunakan pula sebagai sebutan bagi segala macam pemberontakan melawan pimpinan.

Pada Abad Penjelajahan, dahagi secara khusus diartikan sebagai tindakan pemberontakan secara terang-terangan terhadap seorang nakhoda kapal. Contoh pemberontakan semacam ini, antara lain adalah peristiwa dahagi dalam pelayaran keliling dunia Fernão de Magalhães yang mengakibatkan seorang pendahagi terbunuh, seorang lagi dieksekusi mati, dan selebihnya ditinggal telantar di pulau terpencil; dahagi di atas Discovery yang mengakibatkan nakhoda Henry Hudson bersama beberapa orang lain dihanyutkan dalam sebuah perahu; dan dahagi di atas HMS Bounty yang terkenal itu.

Daftar isi

Sanksi pidanaSunting

Britania RayaSunting

Sampai dengan tahun 1689, tindak pidana dahagi di Kerajaan Inggris diregulasi dalam Pasal-Pasal Perang (bahasa Inggris: Articles of War) yang diundangkan oleh kepala negara, dan hanya berlaku selama masa perang. Pada tahun 1689, Undang-Undang Dahagi (bahasa Inggris: Mutiny Act) yang pertama diloloskan oleh Parlemen. Undang-undang ini mempercayakan tanggung jawab untuk menegakkan disiplin di kalangan militer kepada Parlemen. Undang-Undang Dahagi diubah pada tahun 1803, dan Pasal-Pasal Perang yang berisi rumusan sifat dan sanksi atas tindak pidana dahagi diganti dengan Undang-Undang Disiplin dan Regulasi Angkatan Darat (bahasa Inggris: Army Discipline and Regulation Act) pada tahun 1879. Undang-undang ini kelak diganti dengan Undang-Undang Angkatan Darat (bahasa Inggris: Army Act) pada tahun 1881.

Definisi dahagi menurut Undang-Undang Angkatan Darat 1955 yang berlaku sekarang ini adalah sebagai berikut:[1]

Dahagi adalah gabungan dua orang atau lebih yang merupakan subyek hukum ikatan dinas militer, atau gabungan orang-orang yang sekurang-kurangnya dua di antaranya adalah subyek hukum ikatan dinas militer—

(a) untuk menggulingkan atau melawan pimpinan yang sah dalam angkatan bersenjata Sri Baginda, atau dalam mana-mana angkatan bersenjata yang bekerja sama dengannya, atau dalam mana-mana bagian dari angkatan-angkatan bersenjata tersebut,
(b) untuk membangkang terhadap pimpinan tersebut sedemikian rupa sehingga menjadikan pembangkangan itu subversif terhadap disiplin, atau dengan tujuan untuk menghindar dari kewajiban atau dinas, atau dari hal-hal yang berkenaan dengan operasi-operasi, dalam rangka melawan musuh, atau
(c) untuk menghambat pelaksanaan kewajiban atau dinas dalam angkatan bersenjata Sri Baginda, atau dalam mana-mana angkatan bersenjata yang bekerja sama dengannya, atau dalam mana-mana bagian dari angkatan-angkatan bersenjata tersebut.

Definisi yang sama juga berlaku bagi Angkatan Laut dan Angkatan Udara Britania Raya.


Lihat pulaSunting

RujukanSunting

Bacaan lebih lanjutSunting

  •   Chisholm, Hugh, ed. (1911). "Mutiny". Encyclopædia Britannica (edisi ke-11). Cambridge University Press. 
  • Guttridge, Leonard F (1992). Mutiny: A History of Naval Insurrection. Annapolis, Maryland: United States Naval Institute Press. ISBN 0-87021-281-8. 
  • Bell, Christopher M; Elleman, Bruce A, ed. (2003). Naval Mutinies of the Twentieth Century: An International Perspective. Portland, Oregon: Frank Cass Publishers. ISBN 0-7146-8468-6. OCLC 464313205.