Buka menu utama
Salah satu dari beberapa tempat peringatan untuk orang-orang yang tewas di Tembok Berlin

Terdapat sejumlah korban tewas di Tembok Berlin, yang berdiri sebagai sebuah pembatas antara Berlin Barat dan Jerman Timur dari 13 Agustus 1961 sampai 9 November 1989. Sebelum pendirian Tembok Berlin pada tahun 1961, 3,5 juta orang Jerman Timur menghindari pembatasan emigrasi Blok Timur, banyak yang melintasi perbatasan dari Berlin Timur ke Berlin Barat, di mana dari sana mereka kemudian bisa melakukan perjalanan menuju Jerman Barat dan negara-negara Eropa Barat lainnya. Antara 1961 dan 1989, Tembok tersebut hampir menghalangi seluruh emigrasi semacam itu.[1]

Pusat Sejarah Kontemporer (ZZF) yang didanai negara di Potsdam telah memberikan jumlah resmi 140 korban tewas, termasuk orang yang berupaya untuk melarikan diri, penjaga perbatasan, dan pihak tak bersalah. Namun, para peneliti di Museum Titik Pengecekan Charlie dan beberapa orang lainnya telah memperkirakan jumlah korban tewas yang secara signifikan lebih tinggi.

Upaya pelarian diri diklaim merenggut nyawa sebagian besar orang, dari anak-anak sampai wanita berusia 80 tahun, dan beberapa orang tewas karena kecelakaan atau tindakan ilegal terhadap para penjaga. Dalam sejumlah kasus hukum sepanjang 1990-an, beberapa penjaga perbatasan, bersama dengan para pejabat politik bertanggung jawab atas kebijakan pertahanan, didakwa melakukan pembunuhan tidak berencana dan dihukum penjara atas peran-peran mereka terhadap korban-korban tewas Tembok Berlin. Dari sekitar jumlah 5.000 orang yang melarikan diri, sebanyak 239 orang tewas saat berupaya untuk melintasi Tembok Berlin.

Daftar isi

Latar belakang sejarahSunting

 
Karangan dibawa di peringatan ke-25 Tembok Berlin pada tahun 1986.
 
Karangan di peringatan ke-25 Tembok Berlin pada tahun 1986.

Setelah Perang Dunia II, Berlin terbagi dalam empat bagian yang dikuasai oleh Sekutu: Amerika Serikat, Uni Soviet, Britania Raya dan Prancis. Perbatasan-perbatasan sektor meliputi kota yang secara umum dapat digunakan secara bebas untuk kebijakan Republik Demokratik Jerman, bahkan setelah perbatasan antara Republik Federal Jerman dan RDJ secara berkelanjutan ditutup, dimulai pada tahun 1952. Perbatasan luar dari Berlin Barat, yang juga merupakan perbatasan antara Berlin Barat dan RDJ, juga ditutup pada tahun 1952. Pada malam 12 sampai 13 Agustus 1961, Tentara Rakyat Nasional, Kepolisian Perbatasan Jerman, Volkspolizei dan Kelompok Penyerang Kelas Buruh menutup semua perlintasan antara sektor Soviet dan tiga sektor Barat; pembangunan fasilitas perlindungan perbatasan pun dimulai.

Pada tahun-tahun pertama, perbentengan perbatasan di dalam kota tersebut kebanyakan terdiri dari tembok bata dengan atasan terbuat dari kawat berduri. Bata tanah liat dan beton dipakai untuk pembangunan. Rintangan-rintangan lanjutan dari kawat berduri dan peninggian tembok mendelimitasi wilayah Timur dan di beberapa tempat, seperti Bernauer Straße, gedung-gedung berbata membentuk garis perbatasan. Gedung-gedung tersebut terletak di kawasan Berlin Timur, sementara halaman di depan rumah-rumah dimasukkan ke Berlin Barat. Di beberapa tempat, instalasi keamanan dari lingkar luar Berlin Barat terdiri dari muka metal dan pembatas kawat berduri. Pembaharuan yang memajukan teknologi dilakukan kemudian dan hanya pada tahun 1975, segmen-segmen beton berbentuk L yang diketahui dari perobohan Tembok tersebut ditambahkan.

Identifikasi jumlah korban tewasSunting

 
Monumen Tembok Berlin dengan bagian tembok beton di latar belakang
 
Sebuah bagian dari Tembok Berlin pada tahun 1986

Identifikasi korban tewas secara spesifik yang dikaitkan dengan Tembok Berlin tak dimajukan. Meskipun Jerman Timur menyadari korban tewas di Tembok tersebut dari siaran media Jerman Barat yang mereka dapat terima, informasi diandalkan sangat dipegang oleh otoritas Jerman Timur. Sejumlah lembaga Jerman Barat berbeda menyimpan catatan mereka sendiri. Ini meliputi kepolisian Berlin Barat, Pendaftaran Pusat Pemerintahan Yudisial Negeri di Salzgitter (yang menempatkan seluruh fasilitas perbatasan) dan Arbeitsgruppe 13 Agustus (Kelompok Buruh 13 Agustus), sebuah asosiasi Berlin Barat. Dalam yurisdiksi kepolisian Berlin Barat, Departemen Keamanan Negeri bertanggung jawab atas pendaftaran insiden yang diketahui. Catatan berbeda antara orang-orang yang tewas di luar perbatasan Berlin Barat (80 insiden), insiden tak jelas (dengan 5 orang yang diyakini menjadi korban tembok) dan penjaga perbatasan yang ditembak. Pendaftaran Pusat Administrasi Yudisial Negeri di Salzgitter, juga diberi mandat untuk mengumpulkan bukti pembunuhan sebenarnya atau yang diupayakan di RDJ. Pada tahun 1991, mereka menerbitkan "Laporan Salzgitter" dengan 78 nama korban. Namun, sejak Badan Pendaftaran tak memiliki akses ke arsip RDJ, data yang didapatkan tak lengkap.[2] Kedua badan tersebut utamanya mencantumkan insiden terdaftar yang diamati dari Berlin Barat atau dikabarkan oleh penjaga perbatasan atau pembangkang yang meninggalkan RDJ.

Setelah perubuhan Tembok tersebut, penyelidikan kriminal terhadap pembunuhan perbatasan diluncurkan oleh Badan Penyelidikan untuk Kejahatan Partai dan Pemerintahan (ZERV) dan kantor pengaduan masyarakat Berlin.[3] Setiap lembaga tersebut memakai kriteria berbeda untuk menjumlahkan korban tewas. Pada 2000, ZERV membandingkan data dari kantor pendaftaran pusat di Salzgitter dengan temuan-temuan dalam arsip RDJ dan membuat sebanyak 122 kasus pembunuhan tertarget oleh badan-badan kenegaraan RDJ di perbatasan Berlin Barat. Daftar ini adalah pra-penyidikan untuk departemen pengaduan Berlin dan Neuruppin, yang memajukannya ke proses hukum.[4] Pendaftaran Salzgitter mencatat insiden-insiden dimana "pelanggaran tindakan kriminal dibenarkan", sementara Arbeitsgruppe 13 Agustys, yang juga mengurusi rumah di Titik Pengecekan Charlie dan dijalankan oleh seniman Alexandra Hildebrandt, janda pendiri Rainer Hildebrandt, menghitung "seluruh korban yang tewas dalam hubungannya dengan pelarian diri dan/atau rezim perbatasan", termasuk korban tewas dari kecelakaan atau tenggelam, atau korban tewas dari para prajurit perbatasan dan polisi yang bunuh diri atau karena kecelakaan senjata api. Ini memberikan mereka jumlah 235 korban tewas berbanding dengan jumlah yang lebih rendah secara signifikan berjumlah 78 menurut pendaftaran Salzgitter.[5]

Jasilnya, yang disebut sebagai "temporer" oleh kelompok buruh, giat dipersembahkan di konferensi-konferensi pers pada 13 Agustus.[6] Daftar tersebut secara konsisten direvisi dengan kasus-kasus baru yang dicantumkan dan pernyataan-pernyataan lama yang ditinggalkan. Museum Titik Pengecekan Charlie memberi jumlah 245 korban tewas, meskipun ini meliputi kasus bunuh diri penjaga perbatasan dan jasad yang ditemukan di perairan bahkan yang tak ada hubungannya dengan orang-orang yang melarikan diri. Mereka juga menyatakan bahwa orang pertama di Tembok tersebut pada kenyataanny adalah seorang perwira Jerman Timur yang melakukan bunuh diri.[7]

Pada 2005, Gedenkstätte Berliner Mauer (Pusat Sejarah Kontemporer dan Tempat Peringatan dan Pusat Dokumenter Tembok Berlin) mendirikan sebuah proyek riset untuk secara definitif "menghimpun jumlah dan identitas orang-orang yang tewas di Tembok Berlin antara 1961 dan 1989 dan untuk mendokumentasikan kehidupan dan kematian mereka melalui riset sejarah dan biografi". Proyek tersebut didanai oleh Badan Federal untuk Pendidikan Sipil, Deutschlandradio dan Komisioner Budaya dan Media Federal.[8] Hasilnya diterbitkan di situs web www.chronik-der-mauer.de dan dalam sebuah buku berjudul "Todesopfer an der Berliner Mauer" (2009). Proyek tersebut menjelaskan biografi-biografi para korban, sebab kematian dan sumber yang dipakai. Pada waktu itu, tak ada informasi andalan atau resmi yang tersedia tentang jumlah korban tewas di Tembok Berlin. Proyek tersebut menemukan bahwa 136 orang telah tewas,[9][10] memakai kriteria "sebuah upaya pelarian diri atau hubungan spatial dan temporal antara kematian dan rezim perbatasan". Tak semua kematian terjadi secara langsung – ada kematian yang terjadi bertahun-tahun berikutnya – dan tak semua disebabkan oleh tindakan kekerasan. Setelah mengulas 575 kematian, tim proyek tersebut menemukan bahwa sekitar 140 orang tewas akibat ditembak, tewas akibat kecelakaan atau melakukan bunuh diri setelah jatuh untuk melintasi Tembok tersebut.[11]

KriteriaSunting

Setiap komite penyelidikan memiliki kriterianya sendiri dimana kasus-kasus dapat dihitung sebagai korban-korban tembok. Penyelidikan ZERV berfokus pada dakwaan hukum yang bekerja, sementara ZZF dan Arbeitsgemeinschaft 13 Agustus mengembangkan kriteria mereka sendiri yang jauh dari dakwaan hukum murni. Kriteria ZZF mensyaratkan korban memiliki latar belakang untuk upaya pelarian diri atau untuk hubungan temporal dan spatial pada rezim perbatasan. Lima kelompok dikembangkan dari kasus yang ditinjau:

  • Korban ditembak dan tewas atau luka berat oleh pasukan keamanan Jerman Barat saat berusaha untuk melintasi Tembok tersebut;
  • Korban yang tewas saat berupaya untuk melintasi Tembok tersebut, atau yang melakukan bunuh diri saat upaya mereka gagal, atau yang mengalami luka berat berkenaan dengan upaya mereka;
  • Orang dari Timur dan Barat yang ditembak dan tewas atau luka berat oleh pasukan keamanan Jerman Timur;
  • Orang dari Timur dan Barat yang ditembak dan tewas atau luka berat akibat aksi atau inaksi dari pasukan keamanan Jerman Timur;
  • Anggota pasukan perbatasan Jerman Timur yang tewas atau mengalami luka berat saat bertugas.[12]

Pengartian yang dicanangkan oleh Arbeitsgruppe 13 Agustus kemudian diperluas. Ini meliputi para penjaga perbatasan yang melakukan bunuh diri dan kasus-kasus dingin yang melibatkan jasad-jasad yang ditemukan di perairan perbatasan.

Namun, penyelidikan menyeluruh dari seluruh kasus kematian alami tak diselesaikan. Sepertiga dari seluruh berkas dari polisi transportasi dimajukan, seluruh laporan tahunan 1970-an hilang. Menganalisis catatan harian penjaga perbatasan dan meninjau kegiatan di kawasan tersebut berada di bawah pengawasan yang menghadirkan sebuah alternatif namun tak terwujud karena masalah keuangan.[13] 16 kasus tenggelam lain tak secara definitif dihubungkan dengan Tembok tersebut. Beberapa penjelajah lain dari Jerman Barat dan Timur dan Cekoslowakia tewas pada masa sebelum, saat dan setelah melewati titik pengecekan di Berlin, dengan jumlah publikasi 251 kematian: kebanyakan adalah akibat dari serangan jantung.[11]

Kontroversi tentang jumlah korbanSunting

Jumlah korban yang ada tidak diketahui. Terdapat jumlah berbeda yang masing-masing datang dari penyelidikan berbeda dari seorang korban dalam kasus tersebut. Sehingga, jumlahnya sulit disejalankan. Pada ujungnya, beberapa hasil yang diterbitkan berketerusan atau penyelidikan diberhentikan dengan jumlah sementara. Terdapat juga kontroversi yang dipegang masyarakat antara dua kelompok terkait jumlah kematian. Lawannya adalah Arbeitsgemeinschaft 13 Agustus dan ZZF. Jumlah Arbeitsgemeinschaft 13 Agustus lebih tinggi, karena menurun Hans-Hermann Hertle dari ZZF, mereka meliputkan korban-korban dengan hubungan tak jelas atau tak bulat pada rezim perbatasan. Setelah ZZF menerbitkan hasil sementaranya pada Agustus 2006, Alexandra Hildebrandt dari Arbeitsgemeinschaft menuduh mereka mengupas jumlah agar menciptakan citra yang lebih positif dari Jerman Timur. Ia berpendapat bahwa proyek ZZF didanai oleh koalisi sosial demokrat dan sayap kiri.[14] Pada 2008, Arbeitsgemeinschaft mengklaim bahwa sejak tahun 1961, 222 orang telah tewas karena Tembok Berlin. Hertle meragukan jumlah tersebut, karena bukti mereka meliputi beberapa korban selamat. Pada tahun 2006, 36 korban selamat didaftarkan sebagai almarhum karena Tembok tersebut, dan beberapa korban disebutkan lebih dari sekali.[14] Karena penyajian tersebut, ia menganggap daftar tersebut sebagai "catatan khusus dari kasus yang didakwa" yang "gagal untuk menghimpun standar yang terverifikasi secara saintifik".[3] Wali kota Berlin, Klaus Wowereit, menyatakan soal persengketaan tersebut dengan berkata "Setiap kematian tunggal terlalu banyak."[15] Pada 2009, Hildebrandt mengabarkan 245 kematian yang disebabkan oleh Tembok tersebut. Menurut risetnya, korban Tembok pertama adalah perwira RDJ yang bunuh diri dan bukannya Ida Siekmann, karena Hildebrandt juga mencantumkan para penjaga perbatasan yang melakukan bunuh diri dan kasus jasad membeku yang ditemukan di perairan perbatasan dalam daftarnya. Perbedaan lain dalam daftar Hertle dan Hildebrandt dapat dijelaskan oleh fakta bahwa Hertle memiliki akses tambahan ke berkas-berkas belum lengkap dari kepolisian transportasi. Sehingga, catatan mereka beragam dalam hal orang yang tewas karena sebab alami pada kontrol perbatasan. Hurtle berpendapat dengan total 251 kasus semacam itu, sementara Hildebrandt hanya mengkompilasikan 38 dari kasus tersebut.[7]

Informasi tentang kematian tersebut utamanya dapat ditemukan dalam arsip pemerintahan dan militer dari Jerman Barat dan Timur. Namun, catatan Stasi, yang diurus oleh komisioner federal Stasi, tak dapat mengaksesnya secara menyeluruh. Beberapa bagian, khususnya dari tahun-tahun berikutnya, dihancurkan saat kementerian tersebut dibubarkan, beberapa tak sempat diselamatkan. Selain itu, karena hukum pencatatan Stasi, beberapa catatan hanya dapat dilihat dalam bentuk penjelasan anonim. Sebuah amendemen dari tahun 2007 membolehkan akses langsung ke proyek-proyek riset, menyediakan kondisi tertentu yang datang. Catatan pasukan perbatasan Jerman Timur disimpan di arsip Bundeswehr, karena pasukan perbatasan tersebut adalah bagian dari Tentara Rakyat Nasional Jerman Timur. Menurut Hertle, saat catatan dari pasukan perbatasan, Stasi dan otoritas Barat dievaluasi, hal tersebut telah mengambil catatan "bernilai, penting dan kuat dari dari otoritas penjaga catatan dan, melalui perluasan, hubungan kekuasaan respektif." Keluarga para korban dapat menjadi sumber lainnya, namun seringkali memberikan informasi palsu dan sehingga hanya dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan terkait peristiwa mereka sendiri.

Korban tewas pertama dan terakhirSunting

Saat Berlin menjadi kota terbagi, Tembok Berlin membentang di sepanjang Bernauer Straße. Jalan itu sendiri masuk sektor Prancis dari Berlin Barat dan otoritas Jerman Timur mendeklarasikan bahwa jendela-jendela dan pintu-pintu yang mengarah ke Bernauer Straße harus ditutupi bata. Pada awal pagi 22 Agustus 1961, Ida Siekmann menjadi korban tewas pertama dari 98 korban tewas yang berupaya untuk melarikan diri. Ia tinggal di lantai empat nomor 48 (lantai tiga, 3te Stock, menurut standar Jerman), melemparkan diri dan menjatuhkan diri ke jalan raya, dan melompat keluar dari jendela apartemennya.[16][17][18] Ia jatuh di sisi pejalan kaki dan mengalami luka berat, sekarat tak lama setelah ia dilarikan ke Rumah Sakit Lazarus.[16][19] Pada 8 Maret 1989, Winfried Freudenberg menjadi orang terakhir yang tewas dalam upaya melarikan diri dari Jerman Timur ke Berlin Barat dengan jatuh dari balonnya.[20][21]

Sebab dan periode kematianSunting

 
Tembok Berlin
 
Para penjaga perbatasan Jerman Timur mengangkat jasad Günter Litfin dari Sungai Spree

Tembok Berlin, seperti sebagian besar perbatasan Jerman dalam antara Jerman Barat dan Timur, dirancang dengan dua keperluan dalam pikiran: untuk menghalangi para pelintas perbatasan dan agar para penjaga perbatasan dapat melacak dan menghentikan perlintasan perbatasan ilegal. Dalam bentuk akhirnya, tembok sepanjang 156 km (97 mi) tersebut terdiri dari tembok bentuk luar dan dalam yang dipisahkan oleh "jalur kematian"[11] beberapa memiliki lebar dari 15 m (49 ft) sampai 150 m (490 ft). Ini dijaga oleh sekitar 11,500 Grenztruppen, Pasukan Perbatasan Republik Demokratik Jerman diperintahkan untuk memakai alat apapun yang dibutuhkan, termasuk senjata api, untuk menghindari penerobosan perbatasan. Perintah tembak, atau Schießbefehl, yang dikeluarkan kepada para penjaga perbatasan menyatakan bahwa orang yang berupaya untuk melintasi Tembok tersebut adalah para penjahat, dan bahwa pemakaian pasukan mematikan diharuskan untuk menindak mereka: "Tak ada yang dapat menghalangi pemakaian senjata apinya, bahkan tidak saat perbatasan tersebut diterobos rombongan wanita dan anak-anak, yang merupakan sebuah taktik dari para pengkhianat yang seringkali dipakai".[22] Beberapa penjaga sejak itu mengklaim bahwa motto pada masa itu adalah "seorang pengungsi yang mati lebih baik ketimbang orang yang melarikan diri".[23] Mula-mula, para pengungsi tertembak atau luka-luka pergi secara terbuka sampai mereka benar-benar ditekan, sehingga orang dari Berlin Barat dan pers barat juga dapat menyaksikan mereka. Setelah reaksi terhadap kematian Peter Fechter, para penjaga perbatasan diperintahkan untuk memindahkan korban apapun dari lapangan terbuka Berlin Barat. Laporan negatif harus dihindari. Karena itu, para penjaga perbatasan seringkali memukul mundur orang yang terjatuh di muatan mobil yang merupakan bagian dari seluruh sistem keamanan perbatasan. Dalam beberapa kasus, pengangkatan jasad hanya dilakukan setelah malam hari.

Sebab utama dari korban tewas adalah penembakan. Dari 140 korban tewas, 99 (70.7%) orang diantaranya tewas tertembak, tak hanya orang yang melarikan diri namun juga orang-orang di setiap sisi yang tak berupaya untuk melarikan diri, dan para penjaga perbatasan Jerman Timur yang tewas saat bertugas. 101 korban tewas adalah orang yang berupaya melintasi perbatasan, yang semuanya kecuali tiga orang adalah orang Jerman Timur (pengecualian adalah Franciszek Piesik dan Czesław Kukuczka, warga negara Polandia, dan Vladimir Ivanovich Odinzov, seorang prajurit Soviet). 68 orang diantaranya tewas dalam penembakan. 30 orang lainnya tewas akibat penembakan atau kecelakaan fatal yang terjadi saat mendekati Tembok tersebut namun tak berniat untuk melintasinya. Delapan prajurit perbatasan Jerman Timur dibunuh saat bertugas oleh orang yang melarikan diri, penolong orang yang melarikan diri, prajurit sejawat, atau polisi Berlin Barat. Tiga orang melakukan bunuh diri setelah upaya melarikan dirinya gagal.[11]

Sekitar setengah orang yang kehilangan nyawa mereka di Tembok tersebut tewas dalam lima tahun pertama setelah Tembok tersebut dihimpun pada awalnya. Tingkat kematian turun sejak itu, dan mengalami penurunan drastis setelah tahun 1976. Sekitar 86% dari korban Tembok tersebut, 120 orang, tewas antara 1961 dan 1975 antara 1976 dan 1989, hanya 19 orang yang tewas. Beberapa sebab dicatat untuk penurunan ini. Tembok tersebut menjadi makin digembungkan untuk penunjangan teknikal yang dilakukan pada pertengahan 1970-an dan pembatasan lebih dicanangkan di kawasan sekitaran Tembok, menjadikannya makin sulit untuk dicapai di tempat pertama. Penandatanganan Perjanjian Helsinki pada tahun 1975 berujung pada kesempatan-kesempatan baru untuk melintasi perbatasan tersebut secara legal, menghasilkan kebangkitan aplikasi emigrasi dan kejatuhan korespondensi dalam upaya melarikan diri.[11]

Korban tewas menurut tahunSunting

1960-an
Tahun   Jumlah korban tewas
1960
0
1961
12
1962
22
1963
10
1964
10
1965
12
1966
12
1967
2
1968
7
1969
3
1970-an
Tahun   Jumlah korban tewas
1970
9
1971
4
1972
4
1973
5
1974
4
1975
4
1976
0
1977
2
1978
0
1979
1
1980-an
Tahun   Jumlah korban tewas
1980
2
1981
4
1982
1
1983
1
1984
1
1985
0
1986
4
1987
1
1988
0
1989
3

Lokasi, demografi dan motivasi korbanSunting

 
Peta yang menunjukkan lokasi Tembok Berlin dan titik perlintasan legal yang dipakai dari tahun 1963

Sekitar dua per tiga korban tewas di Berlin dalam, tercatat sebanyak 90 dari 140 orang. Berlin-Mitte dan Treptow adalah distrik-distrik kota dalam dengan jumlah korban terbanyak; hampir setengah dari 64 orang yang melarikan diri yang tewas di sektor perbatasan kehilangan nyawa mereka di dua distrik tersebut. Sepertiga sisanya tewas di pinggiran luar kota tersebut dimana anak-anak kota Berlin Barat bersimpangan dengan kota-kota dan desa-desa di Jerman Timur.[11] Beberapa korban, termasuk sebagian besar anak-anak, tenggelam di Spree atau Havel.

Kebanyakan korban yang tewas (terdiri dari 78% korban tewas seketika) adalah pria muda berusia 16 dan 30 tahun. Pria berumah tangga meliputi 20% dari korban tewas dan hanya 8 orang (6%) yang merupakan wanita. Sembilan anak berusia kurang dari 16 tahun tewas, sementara 94 korban berusia antara 21 dan 30 tahun.[12] Kebanyakan korban datang dari Berlin Timur dan wilayah sekitarnya.[11]

Motif-motif mereka untuk melarikan diri terjadi sepanjang masa. Orang-orang yang melarikan diri bertahun-tahun setelah Tembok tersebut dibangun telah mengalami perbatasan terbuka secara resmi lewat tangan pertama dan seringkali memiliki para kerabat di Barat atau lebih pergi kesana. Sebaliknya, orang-orang yang melarikan diri pada masa berikutnya dibesarkan dengan perbatasan tertutup, ingin kebebasan yang lebih besar dan ketidaknyamanan terhadap keadaan di Jerman Timur. Upaya mereka untuk melarikan diri seringkali disertai oleh peristiwa spesifik seperti keinginan untuk menghindari wajib militer, penindasan oleh otoritas atau penolakan terhadap persyaratan untuk emigrasi. Beberapa orang yang melarikan diri sebelumnya bertikai dengan otoritas negara dan telah dipenjara karena perlawanan politik, seringkali terkait upaya pelarian gagal pada masa sebelumnya.[11]

Korban tewas menurut demografi populasiSunting

Usia
Rangkaian Jumlah korban tewas
80+
1
70–79
0
60–69
3
50–59
2
40–49
7
30–39
18
20–29
76
10–19
26
0–9
6
Tidak diketahui
1
Jenis kelamin
  Jumlah korban tewas
Laki-laki
132
Perempuan   
8

Tanggapan Jerman Timur terhadap korban tewasSunting

 
Tempat peringatan Jerman Timur kepada para penjaga perbatasan yang tewas di Tembok Berlin, Agustus 1986. Ini dirubuhkan setelah kejatuhan Tembok.

Pemakaian pasukan di Tembok Berlin merupakan bagian integral dari kebijakan negara Jerman Timur terhadap sistem perbatasannya. Selain itu, pemerintah Jerman Timur juga menyadari bahwa pembunuhan perbatasan tersebut memiliki konsekuensi tak diinginkan. Otoritas Jerman Barat, AS, Inggris dan Prancis menentang pembunuhan saat mereka melakukannya dan reputasi internasional dari Jerman Timur dirusak sebagai hasilnya. Ini juga meraih dukungan pemerintah Jerman Timur di dalam negeri.[24]

Stasi, kepolisian rahasia Jerman Timur, mengadopsi kebijakan menutupi pembunuhan sememungkinkannya. Dalam kasus penembakan Michael Bittner di Tembok tersebut pada November 1986, sebuah laporan Stasi menyatakan: "Sensitivitas politik dari sebagian besar negara tersebut untuk Berlin (Barat) menjadikannya perlu untuk menutupi insiden tersebut. Rumor tentang insiden tersebut tersaji dari desas-desus, dengan informasi terlintas ke Berlin Barat atau RFJ (Jerman Barat)." Stasi mengambil alih "kasus-kasus jasad" dan orang-orang yang terluka saat berupaya untuk melintasi perbatasan, yang dibawa ke rumah-rumah sakit yang dijalankan oleh Stasi atau kepolisian dimana mereka harus dipulihkan sebelum dipindahkan ke penjara Stasi. Stasi juga memegang tanggung jawab tunggal atas penyingkiran jasad dan keberadaan mereka. Jasad-jasad tak dikembalikan ke para kerabat namun dikremasi, biasanya di krematorium di Baumschulenweg. Secara khusus, biaya kremasi ditutupi oleh para korban sendiri memakai uang yang diambil dari kantung-kantung mereka.[24]

Para perwira Stasi bertindak sebagai polisi yang akan memberitahukan para kerabat, meskipun sebelumnya tak berusaha untuk memberikan "potongan-potongan berharga dari informasi tentang pelanggaran perbatasan". Korban-korban tewas akan dikatakan mengalami "provokasi perbatasan dari sebabnya sendiri", "kecelakaanfatal dari sebabnya sendiri" atau "tenggelam di jalur air perbatasan". Setiap korban tewas perbatasan diselidiki secara mendetail untuk mengidentifikasikan bagaimana upaya tersebut dibuat, apakah terdapat celah apapun dalam sistem perbatasan yang perlu dihimpun dan apakah orang lain terlibat. Jika dibutuhkan, keluarga, kerabat, teman, kolega dan tetangga ditempatkan di bawah pengawasan. Laporan-laporan yang dihasilkan setelah kasus semacam itu dikirim ke anggota relevan dari Politbiro Jerman Timur untuk konsiderasi.[24]

Satu pengecualian pada aturan umum dari penutupan dan penyamaran adalah pada para penjaga perbatasan yang meninggal saat bertugas. Kebanyakan tewas secara sengaja atau kecelakaan oleh orang-orang yang melarikan diri atau penolong orang yang melarikan diri. Para penjaga yang tewas dihormati oleh propaganda pemerintah Jerman Timur sebagai para pahlawan, namun opini publik Jerman Barat terbagi tentang moralitas pembunuhan penjaga perbatasan. Beberapa orang memegang pandangan bahwa orang-orang yang melarikan diri meraih kebanggaan untuk memakai tindakan tersebut dalam rangka melintasi perbatasan, namun (seperti dalam satu kasus yang dimajukan ke pengadilan Berlin Barat) yang lainnya memandang kehidupan penjaga tersebut mengambil prioritas atas kebebasan orang yang melarikan diri.[11]

Dalam kasus-kasus tersebut, mereka memutuskan untuk tak menutup-nutupinya, namun, media RDJ menjadi subyek untuk kontrol ketat dari Stasi serta Partai Persatuan Sosialis Jerman, memakai Neues Deutschland, surat kabar harian terbesar kedua di RDJ, sebagai zentralorgan mereka. Disamping stasiun televisinya sendiri, pemerintah RDJ mengkontrol konten yang juga ditampilkan dalam siaran televisi. Tindakan pasukan perbatasan RDJdigambarkan sebagai pertahanan perbatasan yang sah dan orang yang tewas saat berupaya untuk melarikan diri dicerca baik dalam pernyataan resmi serta dalam laporan dari media yang dikontrol negara. Pada 1962, jurnalis Jerman Timur Karl-Eduard von Schnitzler berkomentar soal kematian Peter Fechter dalam program televisi Der schwarze Kanal: "Nyawa dari setiap orang tunggal dari pemuda-pemuda berseragam berani kami lebih menguntungkan ketimbang nyawa pelanggar hukum kami. Tetaplah menjauh dari perbatasan, kau dapat menyelamatkan darah, tangis dan jeritmu sendiri."[25] Surat kabar SED Neues Deutschland mengklaim bahwa Fechter berniat bunuh diri memakai "para bandit kota depan" serta menuduhnya homoseksual.[26] [27] Dalam gaya yang sama, Günter Litfin secara salah menggembarkannya sebagai seorang homoseksual, seorang pelacur serta seorang penjahat. Pada 1966, Berliner Zeitung menyebut Eduard Wroblewski sebagai anti-sosial dan dicari sebagai Legiuner Luar Negeri untuk kejahatan serius di distrik Halle.[28] Kasus-kasus tersebut menjadi contoh dari perwakilan pers yang membangun tuduhan palsu dalam rangka menyudutkan korban tewas yang berniat melarikan diri.

Tanggapan Jerman Barat terhadap korban tewasSunting

Dalam kasus kematian, Abgeordnetenhaus Berlin dan Wali kota mengeluarkan pernyataan-pernyataan indignasi terkait korban tewas, Tembok dan keadaan di RDJ. Dalam beberapa kasus, Senat Berlin Barat membujuk otoritas Amerika, Inggris atau Prancis untuk melayangkan protes ke pihak Soviet. Sampai akhir enam puluhan, istilah-istilah Tembok Memalukan (Jerman: "Schandmauer" atau "Mauer der Schande") dipakai oleh para politikus dari Berlin Barat untuk menyindir tembok tersebut.[29] Berbicara kepada pers, para perwakilan juga memakai insiden-insiden yang salah direpresentasikan sebagai contoh-contoh dan menunjukkan bahwa badan-badan negara RDJ sebagai penanggung jawab. Setelah udolf Müller menembak penjaga perbatasan Reinhold Huhn dan lari ke barat melalui terowongan buatan sendiri, Egon Bahr, jurubicara Senat pada masa itu, mengumumkan bahwa ia hanya melemparkannya sebuah "potongan hulu".[30] Pers barat juga mengadopsi pernyataan salah ini dan memakai judul utama "Vopos (istilah kolokuial Jerman untuk "Volkspolizei", Kepolisian Rakyat Jerman Timur) yang terperanjat kebahagiaan membunuh pos sendiri."[30] Dalam kasus lain, pers menerbitkan cerita-cerita memakai bahasa drastis untuk menuduh Tembok tersebut serta orang yang didakwa. Setelah kematian Günter Litfins, tabloid "B.Z." menulis: "Para pemburu Ulbricht menjadi pembunuh!" Frankfurter Allgemeine berkomentar soal "rasa berdarah dingin yang brutal" dari para penjaga.[31]

Kasus-kasus yang diketahui di Berlin Barat menimbulkan unjuk rasa di kalangan masyarakat. Para anggota Senat memeriksa TKP-TKP dan berbicara kepada pers serta audien publik. Berbagai kelompok, dan juga individual, meluncurkan kampanye protes melawan Tembok Berlin dan penembakan-penembakan tersebut. Fakta bahwa Peter Fechter mengalami kematian dalam pandangan publik yang datar tanpa seseorang pun yang dapat menolongnya berujung pada unjuk rasa massal secara spontan, yang berpuncak pada kerusuhan pada keesokan malamnya Kepolisian Berlin Barat dan prajurit AS menghindarkan penyerbuan menuju Tembok tersebut.[32] Bus-bus yang mengirim para prajurit Soviet ke Tiergarten dimana mereka menjaga Monumen Perang Soviet dilempari batu oleh para pemprotes.[33] Insiden tersebut juga berujung pada protes anti-Amerika, yang dikecam oleh Willy Brandt.[34] Dalam waktu yang diperkenankan, mobil-mobil berpengeras suara secara sporadik ditempatkan di Tembok tersebut, meminta agar penjaga perbatasan RDJ tak menembaki para pengungsi dan memperingatkan mereka terhadap kemungkinan konsekuensinya.[32] Akibat penembakan-penembakan tersebut, kelompok-kelompok Jerman Barat melayangkan keluhan kepada Komisi PBB untuk HAM. Kuratorium Unteilbares Deutschland (Komite untuk Jerman Tak Terbagi) non-partisan menjual plakat-plakat dan bros-bros protes di seluruh Jerman Barat menentang rezim perbatasan dan konsekuensinya. Pada awalnya, otoritas regulatori Berlin Barat memberikan penuduhan terkait penembakan jika mereka ditembakkan oleh penjaga perbatasan RDJ. Ini mengakibatkan satu insiden mematikan pada 23 Mei 1962, saat penjaga perbatasan Peter Göring ditembak mati oleh polisi Berlin Barat saat menembakkan seorang pemuda yang melarikan diri sebanyak 22 kali.[35]

Pada 1991, departemen pengadilan masyarakat Berlin menyatakan bahwa insiden tersebut terjadi dalam keadaan darurat dan pertahanan diri atas konsekuensi dari perwira polisi yang menyatakan bahwa ia merasa nyawanya terancam.[28] Dalam beberapa kasus, para penyelamat Berlin Barat tak mampu menghampiri korban luka-luka karena mereka berada di teritorial RDJ atau Berlin Timur. Mereka tak berhak untuk menginjakkan kaki ke kawasan tersebut, sehingga akan megancam nyawa para pekerja penyelamat. Empat anak, Çetin Mert, Cengaver Katrancı, Siegfried Kroboth dan Giuseppe Savoca, yang jatuh ke Spree di tepi sungai Gröben antara tahun 1972 dan 1975, tak diselamatkan meskipun pasukan penyelamat Berlin Barat datang dengan cepat ke TKP.[36] Pada April 1983, penumpang transit Rudolf Burkert meninggal akibat serangan jantung saat sebuah interogasi di titik pengecekan perbatasan Derwitz. Pada sebuah otopsi lanjutan di Jerman Barat, beberapa luka luar diperiksa, sehingga dampak luar tak dianggap sebagai sebab kematian. Insiden mematikan ini tak hanya menghasilkan laporan pers negatif namun juga berujung pada sebuah intervensi dari Helmut Kohl dan Franz Josef Strauss. Untuk dorongan sektor publik, mereka membujuk agar RDJ menghimpun kondisi untuk menjalin kontrol perbatasan yang manusiawi. Dua kematian lanjutan dari orang Jerman Barat di lalu lintas transit, tak lama setelah kematian Burkert, menimbulkan unjuk rasa melawan rezim RDJ dan diskusi media yang besar.[37] Pada periode tersebut, inspeksi berkelanjutan dikurangi di lalu lintas transit.

Tanggapan Sekutu Barat terhadap korban tewasSunting

Setelah kasus kematian menjadi umum, Sekutu Barat melayangkan protes kepada pemerintah Soviet.[38] Dalam beberapa kasus, Sekutu Barat tak menanggapi permintaan untuk pertolongan. Dalam kasus Peter Fechter, para prajurit AS lokal menyatakan bahwa mereka tak boleh melintasi perbatasan dan masuk Berlin Timur, meskipun ini diijinkan kepada personil militer Sekutu saat seragam dikenakan. Mayjen Albert Watson, Town Major pada masa itu, kemudian mengkontak para superiornya di Gedung Putih, tanpa meraih perintah yang jelas. Watson berkata: "Ini adalah kasus dimana aku tak memiliki pelonggaran apapun."[39] Presiden Kennedy menyoroti masalah ini dan memajukan Penasehat Keamanan McGeorge Bundy kepada Town Major untuk menyerukan pemberian penghindaran terhadap insiden semacam itu. Bundy, yang tinggal di Berlin selama kunjungan pra-terjadwal pada 1962, memberitahu Willy Brandt tentang tujuan Presiden untuk mendukungnya pada masalah ini.[34] Namun, ia mengklarifikasi kepada Brandt dan Adenauer, bahwa dukungan AS berakhir di tembok tersebut, karena tak akan ada upaya untuk melonggarkannya.[40] Sepuluh hari setelah kematian Fechter, Konrad Adenauer menghubungi Presiden Charles de Gaulle, untuk mengirim sebuah surat kepada Nikita Khrushchev melaluinya. De Gaulle menawarkan kerjasamanya.[38] Di bawah keterlibatan Willy Brandt, empat Komandan Kota mencapai sebuah kesepakatan terkait ambulan-ambulan militer dari sekutu barat, yang sekarang iijinkan untuk membawa korban luka-luka dari zona perbatasan, untuk mengirim mereka ke rumah-rumah sakit di Berlin Timur.[34]

Kasus hukumSunting

Beberapa orang yang terlibat dalam pembunuhan di Tembok Berlin diselidiki dalam sejumlah proses hukum. Pengadilan menyelidiki para penjaga perbatasan dan para pejabat politik senior atas keterlibatan mereka untuk pembunuhan-pembunuhan tersebut, beberapa orang diyakini melanggar hukum.

Para anggota Dewan Pertahanan Nasional, kelompok politik yang bertanggung jawab atas kebijakan-kebijakan terkait Tembok Berlin, dan Partai Persatuan Sosialis Jerman (SED) dibawa ke pengadilan pada 1990-an. Pada 1997, Egon Krenz, yang pada 1989 telah menjadi pemimpin Komunis terakhir Jerman Timur, dihukum enam setengah tahun penjara atas penjagalan manusia terhadap empat orang Jerman yang ditembak saat berupaya untuk melintasi Tembok Berlin. Pria lain yang diberi hukuman penjara meliputi Menteri Pertahanan pada masa itu, Heinz Kessler, deputinya Fritz Streletz, Günter Schabowski dan Günther Kleiber.[41]

Pada 2009, sebuah wawancara dengan Kessler menunjukkan bahwa, meskipun ia berbelasungkawa terhadap korban-korban tewas, ia meyakini bahwa Tembok tersebut tak seharusnya dirubuhkan:

Aku memahami fakta bahwa orang-orang Jerman ditembak saat berupaya untuk melarikan diri ke wilayah barat, namun Tembok Berlin menyajikan sebuah keperluan yang berguna. Ini berkontribusi pada polarisasi antara dua blok tersebut, namun ini juga memberikan stabilitas tertentu pada hubungan mereka. Saat Tembok tersebut berdiri, kota tersebut damai. Sekarang, kota tersebut menjadi sebuah tempat yang tidaklah tertutup. Apa yang kau saksikan di Jerman Timur? Itu adalah sebuah negara yang menakjubkan![42]

Dua anggota penting lain dari Dewan Pertahanan Nasional, ketua Erich Honecker dan pemimpin Stasi Erich Mielke, juga diselidiki. Namun, pada pengadilan, kedua pria tersebut mengalami sakit berat dan pengadilan secara kontroversial memutuskan untuk menurunkan kasus tersebut.[41] Honecker meninggal pada 1994 dan Mielke, yang telah menjalani beberapa kali hukuman menjara atas pembunuhan dua kapten polisi pada tahun 1931, meninggal pada tahun 2000.

Beberapa penjaga menyelidiki diri mereka sendiri atas tindakan mereka, dengan kasus terakhir ditutup pada 12 Februari 2004. Dalam beberapa kasus, terdapat bukti tak sejalan yang mengidentifikasikan para penjaga yang melayangkan tembakan fatal dan bahkan tak ada penindakan yang dibuat. Yang lainnya dihukum berat atas peran mereka dalam penembakan-penembakan tersebut.[23] Hanya penjaga yang menembak Walter Kittel yang didakwa atas penjagalan manusia dan dihukum 10 tahun penjara. Sejumlah penjaga sama-sama dianugerahi Medali untuk Jasa Perbatasan Menonjol atau penghargaan lain atas pembunuhan tersebut.[43][44][45][46]

Korban tewasSunting

 
Tempat peringatan Ida Siekmann
 
Tempat peringatan Günter Litfin
 
Tempat peringatan Olga Segler
 
Tempat peringatan Bernd Lünser
 
Tempat peringatan Dieter Wohlfahrt
 
Cerita surat kabar tentang Peter Göring
 
Peter Fechter
 
Egon Schultz
 
Tempat peringatan Heinz Sokolowski
 
Tempat peringatan Willi Marzahn
 
Tempat peringatan Karl-Heinz Kube
 
Rolf Henniger
 
Tempat peringatan Buckhard Niering
 
Dietmar Schwietzer
 
Tempat peringatan Chris Gueffroy

Pusat Sejarah Kontemporer dan Pusat Dokumentasi dan Tempat Peringatan Tembok Berlin mengidentifikasikan 136 orang tewas di Tembok Berlin. Mereka menjelaskan peristiwa terkait setiap korban tewas, menyatakan dimana kemungkinan peran dari orang tersebut. Ini didaftarkan disini sebagai:

  • Melarikan diri – orang yang memiliki tujuan jelas dengan upaya untuk melarikan diri
  • Tanpa tujuan – orang yang tak menunjukkan tujuan jelas untuk melintasi perbatasan tersebut
  • Penjaga – seorang penjaga perbatasan yang bertugas
  • Bunuh diri – orang yang menghalau penjaga dengan tujuan untuk dibunuh

Catatan: Beberapa kematian terjadi berhari-hari bahkan bertahun-tahun setelah peristiwa di Tembok Berlin, dengan seluruh korban kemudian sekarat di rumah sakit.

No. Nama Tanggal kelahiran Tanggal kematian Usia Peran Penjelasan peristiwa
70001000000000000001 Siekmann, IdaIda Siekmann
[16][17][18][19]
23 Agustus 1902 22 Agustus 1961 58 Melarikan diri Tewas akibat luka dalam setelah lompat dari jendela apartemennya di Bernauer Straße 48.
70002000000000000002 Litfin, GünterGünter Litfin
[47]
19 Januari 1937 24 Agustus 1961 24 Melarikan diri Ditembak di Pelabuhan Humboldt
70003000000000000003 Hoff, RolandRoland Hoff
[48]
19 Maret 1934 29 Agustus 1961 27 Melarikan diri Ditembak di Bendungan Teltow
70004000000000000004 Urban, RudolfRudolf Urban
[49]
6 Juni 1914 17 September 1961 47 Melarikan diri Jatuh saat menuruni jendela apartemennya di Bernauer Straße 1, dan meninggal akibat pneumonia di rumah sakit Lazarusa
70005000000000000005 Segler, OlgaOlga Segler
[50]
31 Juli 1881 26 September 1961 80 Melarikan diri Lompat dari rumahnya di Bernauer Straße 34 dan meninggal sehari kemudian akibat luka dalam
70006000000000000006 Lünser, BerndBernd Lünser
[51]
11 Maret 1939 4 Oktober 1961 22 Melarikan diri Jatuh dari atap di Bernauer Straße 44 saat bertikai dengan penjaga perbatasan GDR
70007000000000000007 Düllick, UdoUdo Düllick
[52]
8 Maret 1936 5 Oktober 1961 25 Melarikan diri Tenggelam di Spree
70008000000000000008 Probst, WernerWerner Probst
[53]
18 Juni 1936 14 Oktober 1961 25 Melarikan diri Tenggelam di Spree
70009000000000000009 Lehmann, LotharLothar Lehmann
[54]
28 Januari 1942 26 November 1961 19 Melarikan diri Tenggelam di Havel
700110000000000000010 Wohlfahrt, DieterDieter Wohlfahrt
[55]
27 Mei 1941 9 Desember 1961 20 Melarikan diri Ditembak saat membantu orang lain yang melarikan diri
700111000000000000011 Krüger, IngoIngo Krüger
[56]
31 Januari 1940 10 Desember 1961 21 Melarikan diri Tenggelam di Spree – terlacak alat selam
700112000000000000012 Feldhahn, GeorgGeorg Feldhahn
[57]
12 Agustus 1941 19 Desember 1961 20 Tanpa tujuan Tenggelam di Spree setelah menyeberang; jasad ditemukan pada 11 Maret 1962
700113000000000000013 Schmiel, DoritDorit Schmiel
[58]
25 April 1941 19 Februari 1962 20 Melarikan diri Ditembak di Wilhelmsruher Damm di perbatasan sektor antara Berlin-Pankow dan Berlin-Reinickendorf
700114000000000000014 Jercha, HeinzHeinz Jercha
[59]
1 Juli 1937 27 Maret 1962 24 Menolong orang yang melarikan diri Ditembak di Heidelberger Strasse 75 di perbatasan sektor antara Berlin-Treptow dan Berlin-Neukölln
700115000000000000015 Held, PhilippPhilipp Held
[60]
2 Mei 1942 April 1962 19 Melarikan diri Tenggelam di Spree pada atau setelah 8 April; jasa ditemukan pada 22 April
700116000000000000016 Brueske, KlausKlaus Brueske
[61]
14 September 1938 18 April 1962 23 Melarikan diri Dicekikb
700117000000000000017 Böhme, PeterPeter Böhme
[62]
17 Agustus 1942 18 April 1962 19 Melarikan diri Tertembak dalam sebuah baku tembak
700118000000000000018 Schmidtchen, JörgenJörgen Schmidtchen
[63]
28 Juni 1941 18 April 1962 20 Penjaga Ditembak oleh Peter Bohme yang melarikan diri di Gleisdreieck Griebnitzsee di cincin luar antara Potsdam-Babelsberg dan Berlin-Zehlendorf
700119000000000000019 Frank, HorstHorst Frank
[64]
7 Mei 1942 29 April 1962 19 Melarikan diri Ditembak di pemukiman taman "Schönholz" di perbatasan sektor antara Berlin-Pankow dan Berlin-Reinickendorf
700120000000000000020 Göring, PeterPeter Göring
[11][65]
28 Desember 1940 23 Mei 1962 21 Penjaga Ditembak; terkena peluru polisi Berlin Barat
700121000000000000021 Haberlandt, LutzLutz Haberlandt
[66]
29 April 1938 27 Mei 1962 24 Melarikan diri Ditembak
700122000000000000022 Hannemann, AxelAxel Hannemann
[67]
27 April 1945 5 Juni 1962 17 Melarikan diri Ditembak di Spree
700123000000000000023 Kelm, ErnaErna Kelm
[68]
21 Juli 1908 11 Juni 1962 53 Melarikan diri Tenggelam di Havel
700124000000000000024 Glöde, WolfgangWolfgang Glöde
[69]
1 Februari 1949 11 Juni 1962 13 Tanpa tujuan Tak sengaja tertembak oleh seorang penjaga yang mengarahkannya AK-47nya
700125000000000000025 Huhn, ReinholdReinhold Huhn
[70]
8 Maret 1942 18 Juni 1962 20 Penjaga Ditembak oleh orang yang melarikan diri
700126000000000000026 Noffke, SiegfriedSiegfried Noffke
[71]
9 Desember 1939 28 Juni 1962 22 Melarikan diri Ditembak
700127000000000000027 Fechter, PeterPeter Fechter
[72]
14 Januari 1944 17 Agustus 1962 18 Melarikan diri Ditembak
700128000000000000028 Wesa, Hans-DieterHans-Dieter Wesa
[73]
10 Januari 1943 23 Agustus 1962 19 Melarikan diri Ditembak
700129000000000000029 Mundt, ErnstErnst Mundt
[74]
2 Desember 1921 4 September 1962 40 Melarikan diri Ditembak
700130000000000000030 Seling, GünterGünter Seling
[75]
28 April 1940 30 September 1962 22 Penjaga Ditembak oleh kecelakaan
700131000000000000031 Walzer, AntonAnton Walzer
[76]
27 April 1902 8 Oktober 1962 60 Melarikan diri Ditembak di Spree
700132000000000000032 Plischke, HorstHorst Plischke
[77]
12 Juli 1932 19 November 1962 30 Melarikan diri Tenggelam di Spree; jasad ditemukan di 10 Maret 1963
700133000000000000033 Reck, OtfriedOtfried Reck
[78]
14 Desember 1944 27 November 1962 17 Melarikan diri Ditembak
700134000000000000034 Wiedenhöft, GünterGünter Wiedenhöft
[79]
14 Februari 1942 5 Desember 1962 20 Melarikan diri Tenggelam
700135000000000000035 Räwel, HansHans Räwel
[80]
11 Desember 1942 1 Januari 1963 20 Melarikan diri Ditembak di Spree
700136000000000000036 Kutscher, HorstHorst Kutscher
[81]
5 Juli 1931 15 Januari 1963 31 Melarikan diri Ditembak
700137000000000000037 Kreitlow, PeterPeter Kreitlow
[82]
15 Januari 1943 24 Januari 1963 20 Melarikan diri Ditembak oleh pasukan Soviet
700138000000000000038 Muszynski, Wolf-OlafWolf-Olaf Muszynski
[83]
1 Februari 1947 Februari 1963 / Maret 1963 16 Melarikan diri Tenggelan di Spree
700139000000000000039 Mädler, PeterPeter Mädler
[46]
10 Juli 1943 26 April 1963 19 Melarikan diri Ditembak di Bendungan Teltow
700140000000000000040 Widera, SiegfriedSiegfried Widera
[84]
12 Februari 1941 8 September 1963 22 Penjaga Terkena alat metal pada 23 Agustus 1963
700141000000000000041 Schröter, KlausKlaus Schröter
[85]
21 Februari 1940 4 November 1963 23 Melarikan diri Tenggelam di Spree setelah ditembak
700142000000000000042 Schulz, DietmarDietmar Schulz
[86]
21 Oktober 1939 25 November 1963 24 Melarikan diri Tertabrak kereta
700143000000000000043 Berger, DieterDieter Berger
[87]
27 Oktober 1939 13 Dezember 1963 24 Tanpa tujuan Ditembak saat memanjat tembok dalam keadaan mabuk
700144000000000000044 Schultz, PaulPaul Schultz
[88]
2 Oktober 1945 25 Desember 1963 18 Melarikan diri Ditembak
700145000000000000045 Hayn, WalterWalter Hayn
[89]
31 Januari 1939 27 Februari 1964 25 Melarikan diri Ditembak
700146000000000000046 Philipp, AdolfAdolf Philipp
[90]
13 Agustus 1943 5 Mei 1964 20 Tanpa tujuan Ditembak setelah mengancam para penjaga perbatasan dengan sebuah pistol
700147000000000000047 Heike, WalterWalter Heike
[91]
20 September 1934 22 Juni 1964 29 Melarikan diri Ditembak
700148000000000000048 Wolscht, NorbertNorbert Wolscht
[92]
27 Oktober 1943 28 Juli 1964 20 Melarikan diri Tenggelam di Havel
700149000000000000049 Gneiser, RainerRainer Gneiser
[93]
10 November 1944 28 Juli 1964 19 Melarikan diri Tenggelam di Havel
700150000000000000050 Trabant, HildegardHildegard Trabant
[94]
12 Juni 1927 18 Agustus 1964 37 Melarikan diri Ditembak saat lari dari tembok setelah upaya pelarian diri gagal
700151000000000000051 Mispelhorn, WernhardWernhard Mispelhorn
[95]
10 November 1945 20 Agustus 1964 18 Melarikan diri Ditembak pada 18 Agustus 1964
700152000000000000052 Schultz, EgonEgon Schultz
[96]
4 Januari 1943 5 Oktober 1964 21 Penjaga Tertembak secara tak sengaja saat baku tembak
700153000000000000053 Wolf, Hans-JoachimHans-Joachim Wolf
[97]
8 Agustus 1944 26 November 1964 20 Melarikan diri Ditembak
700154000000000000054 Mehr, JoachimJoachim Mehr
[98]
3 April 1945 3 Desember 1964 19 Melarikan diri Ditembak
700155000000000000055 Pria tak teridentifikasi
[99]
Tidak diketahui 19 Januari 1965 Tidak diketahui Melarikan diri Tenggelam di Spree
700156000000000000056 Buttkus, ChristianChristian Buttkus
[100]
21 Februari 1944 4 Maret 1965 21 Melarikan diri Ditembak
700157000000000000057 Krzemien, UlrichUlrich Krzemien
[101]
13 September 1940 25 Maret 1965 24 Melintasi Barat-Timur Kabur pada 1962, tenggelam di Spree saat melintasi Berlin Timur
700158000000000000058 Hauptmann, Hans-PeterHans-Peter Hauptmann
[102]
20 Maret 1939 3 Mei 1965 26 Tanpa tujuan Ditembak pada 25 April 1965 saat adu pendapat dengan para penjaga perbatasan
700159000000000000059 Döbler, HermannHermann Döbler
[103]
28 Oktober 1922 15 Juni 1965 42 Tanpa tujuan Ditembak setelah secara tanpa tujuan menempatkan perahunya terlalu dekat ke perbatasan di sepanjang Bendungan Teltow
700160000000000000060 Kratzel, KlausKlaus Kratzel
[104]
3 Maret 1940 8 Agustus 1965 25 Melarikan diri Tertabrak kereta
700161000000000000061 Garten, KlausKlaus Garten
[105]
19 Juli 1941 18 Agustus 1965 24 Melarikan diri Ditembak
700162000000000000062 Kittel, WalterWalter Kittel
[106]
21 Mei 1942 18 Oktober 1965 23 Melarikan diri Ditembak setelah menyerahc
700163000000000000063 Cyrus, HeinzHeinz Cyrus
[107]
5 Juni 1936 11 November 1965 29 Melarikan diri Jatuh dari lantai empat dari sebuah gedung yang ia naiki
700164000000000000064 Sokolowski, HeinzHeinz Sokolowski
[108]
17 Desember 1917 25 November 1965 47 Melarikan diri Ditembak
700165000000000000065 Kühn, ErichErich Kühn
[109]
27 Februari 1903 3 Desember 1965 62 Melarikan diri Peritonitis setelah ditembak
700166000000000000066 Schöneberger, HeinzHeinz Schöneberger
[110]
7 Juni 1938 26 Desember 1965 27 Melarikan diri Ditembak
700167000000000000067 Brandes, DieterDieter Brandes
[111]
01946-10-2323 October 1946 01966-01-1111 January 1966 19 Melarikan diri Pendarahan setelah ditembak pada 9 Juni 1965
700168000000000000068 Block, WilliWilli Block
[112]
5 Juni 1934 7 Februari 1966 31 Melarikan diri Ditembak
700169000000000000069 Schleusener, LotharLothar Schleusener
[113]
14 Januari 1953 14 Maret 1966 13 Melarikan diri Ditembak
700170000000000000070 Hartmann, JörgJörg Hartmann
[114]
27 Oktober 1955 14 Maret 1966 10 Melarikan diri Ditembak
700171000000000000071 Marzahn, WilliWilli Marzahn
[115]
3 Juni 1944 19 Maret 1966 21 Melarikan diri Ditembak dalam sebuah baku tembak
700172000000000000072 Schulz, EberhardEberhard Schulz
[116]
11 Maret 1946 30 Maret 1966 20 Melarikan diri Ditembak
700173000000000000073 Kollender, MichaelMichael Kollenderd
[44]
19 Februari 1945 25 April 1966 21 Melarikan diri Ditembak
700174000000000000074 Stretz, PaulPaul Stretz
[117]
28 Februari 1935 29 April 1966 31 Tanpa tujuan Ditembak saat mandi di Bendungan Kapal Berlin-Spandau; sebelumnya minum-minum pada sore hari
700175000000000000075 Wroblewski, EduardEduard Wroblewski
[118]
3 Maret 1933 26 Juli 1966 33 Melarikan diri Ditembak
700176000000000000076 Schmidt, HeinzHeinz Schmidt
[45]
26 Oktober 1919 29 Agustus 1966 46 Tanpa tujuan Ditembak saat mandi di Bendungan Kapal Berlin-Spandau
700177000000000000077 Senk, AndreasAndreas Senk
[119]
1960 13 September 1966 6 Tanpa tujuan Tenggelam di Spreee
700178000000000000078 Kube, Karl-HeinzKarl-Heinz Kube
[120]
10 April 1949 16 Desember 1966 17 Melarikan diri Ditembak
700179000000000000079 Sahmland, MaxMax Sahmland
[121]
28 Maret 1929 27 Januari 1967 37 Melarikan diri Ditembak; jasad ditemukan pada 8 Maret 1967
700180000000000000080 Piesik, FranciszekFranciszek Piesik
[122]
23 November 1942 17 Oktober 1967 24 Melarikan diri (warga negara Polandia) Tenggelam
700181000000000000081 Weckeiser, ElkeElke Weckeiser
[123]
31 Oktober 1945 18 Februari 1968 22 Melarikan diri Ditembak
700182000000000000082 Weckeiser, DieterDieter Weckeiser
[123]
15 Februari 1943 19 Februari 1968 25 Melarikan diri Ditembak pada 18 Februari 1968
700183000000000000083 Mende, HerbertHerbert Mende
[124]
9 Februari 1939 10 Maret 1968 29 Tanpa tujuan Ditembak pada 7 Juli 1962f
700184000000000000084 Lehmann, BerndBernd Lehmann
[125]
31 Juli 1949 28 Mei 1968 18 Melarikan diri Tenggelam di Spree
700185000000000000085 Krug, SiegfriedSiegfried Krug
[126]
22 Juli 1939 6 Juli 1968 28 Tanpa tujuan Tinggal di Jerman Barat, masuk secara legal ke Berlin Timur, ditembak saat bergerak menuju zona perbatasan dan menolak untuk berhenti
700186000000000000086 Körner, HorstHorst Körner
[127]
12 Juli 1947 15 November 1968 21 Melarikan diri Ditembak
700187000000000000087 Henniger, RolfRolf Henniger
[128]
30 November 1941 15 November 1968 26 Penjaga Ditembak oleh Horst Körner yang melarikan diri
700188000000000000088 Lange, JohannesJohannes Lange
[129]
17 Desember 1940 9 April 1969 28 Melarikan diri Ditembak
700189000000000000089 Kluge, Klaus-JürgenKlaus-Jürgen Kluge
[130]
25 Juli 1948 13 September 1969 21 Melarikan diri Ditembak
700190000000000000090 Lis, LeoLeo Lis
[131]
10 Mei 1924 20 September 1969 45 Melarikan diri Ditembak
700191000000000000091 Wehage, EckhardEckhard Wehage
[132]
8 Juli 1948 10 Maret 1970 21 Melarikan diri Bunuh dirig
700192000000000000092 Wehage, ChristelChristel Wehage
[132]
15 Desember 1946 10 Maret 1970 23 Melarikan diri Bunuh dirig
700193000000000000093 Müller, HeinzHeinz Müller
[133]
16 Mei 1943 19 Juni 1970 27 Tanpa tujuan Ditembak setekah ia jatuh dari sebuah menara pengintai di sisi barat tembok dalam keadaan mabuk
700194000000000000094 Born, WilliWilli Born
[134]
19 Juli 1950 7 Juli 1970 19 Melarikan diri Bunuh diri; upaya pelarian diri gagal
700195000000000000095 Ehrlich, FriedhelmFriedhelm Ehrlich
[135]
11 Juli 1950 2 Agustus 1970 20 Tanpa tujuan Ditembak setelah menguji coba penembakan dari sebuah pistol kepada seorang penjaga
700196000000000000096 Thiem, GeraldGerald Thiem
[136]
6 September 1928 7 Agustus 1970 41 Tidak jelas Ditembak
700197000000000000097 Kliem, HelmutHelmut Kliem
[137]
2 Juni 1939 13 November 1970 31 Tanpa tujuan Ditembak setelah salah kira bergerak menuju perbatasan memakai sepeda motor
700198000000000000098 Hans-Joachim, ZockZock Hans-Joachim
[138]
26 Januari 1940 November 1970 30 Melarikan diri Tenggelam antara 14 dan 17 November 1970 di Spree
700199000000000000099 Friese, Christian-PeterChristian-Peter Friese
[139]
5 Agustus 1948 25 Desember 1970 22 Melarikan diri Ditembak
7002100000000000000100 Kabelitz, Rolf-DieterRolf-Dieter Kabelitz
[140]
23 Juni 1951 30 Januari 1971 19 Melarikan diri Ditembak
7002101000000000000101 Hoffmann, WolfgangWolfgang Hoffmann
[141]
1 September 1942 15 Juli 1971 28 Perlintasan barat-timur Kabur pada tahun 1961, ditangkap di titik perlintasan perbatasan saat meminta ijin masuk ke Berlin Timur, kemudian loncat dari jendela kantor polisi
7002102000000000000102 Kühl, WernerWerner Kühl
[142]
10 Januari 1949 24 Juli 1971 22 Perlintasan barat-timur Ditembak saat melintasi perbatasan dari Berlin Barat ke Berlin Timur
7002103000000000000103 Beilig, DieterDieter Beilig
[143]
5 September 1941 2 Oktober 1971 30 Perlintasan barat-timur Ditembak; berupaya kabur melalui jendela setelah ditangkap
7002104000000000000104 Kullack, HorstHorst Kullack
[144]
20 November 1948 21 Januari 1972 23 Melarikan diri Ditembak pada 1 Januari 1972
7002105000000000000105 Weylandt, ManfredManfred Weylandt
[145]
12 Juli 1942 14 Februari 1972 29 Melarikan diri Tenggelam di Spree setelah ditembak
7002106000000000000106 Schulze, KlausKlaus Schulze
[146]
13 Oktober 1952 7 Maret 1972 19 Melarikan diri Ditembak
7002107000000000000107 Katrancı, CengaverCengaver Katrancı
[147]
1964 30 Oktober 1972 8 Tanpa tujuan Tenggelam di Spreee
7002108000000000000108 H., HolgerHolger H.
[148]
1971 22 Januari 1973 1 Melarikan diri Tercekikh
7002109000000000000109 Frommann, VolkerVolker Frommann
[149]
23 April 1944 5 Maret 1973 29 Melarikan diri Loncat dari kereta pada 1 Maret 1973
7002110000000000000110 Einsiedel, HorstHorst Einsiedel
[150]
8 Februari 1940 15 Maret 1973 33 Melarikan diri Ditembak
7002111000000000000111 Gertzki, ManfredManfred Gertzki
[151]
17 Mei 1942 27 April 1973 30 Melarikan diri Ditembak/Tenggelam di Spree
7002112000000000000112 Kroboth, SiegfriedSiegfried Kroboth
[152]
1968 14 Mei 1973 5 Tanpa tujuan Tenggelam di Spreee
7002113000000000000113 Niering, BurkhardBurkhard Niering
[153]
1 September 1950 5 Januari 1974 23 Melarikan diri Ditembak saat berupaya untuk melintasi Titik Pengecekan Charlie dengan seorang sandera
7002114000000000000114 Kukuczka, CzesławCzesław Kukuczka
[154]
23 Juli 1935 29 Maret 1974 39 Melarikan diri (warga negara Polandia) Ditembak saat berupaya untuk melarikan diri dari Berlin Timur melalui stasiun kereta Friedrichstrasse.
7002115000000000000115 Sprenger, JohannesJohannes Sprenger
[155]
3 Desember 1905 10 Mei 1974 68 Bunuh dirii Ditembak
7002116000000000000116 Savoca, GiuseppeGiuseppe Savoca
[156]
22 April 1968 15 Juni 1974 6 Tanpa tujuan Tenggelam di Spreee
7002117000000000000117 Halli, HerbertHerbert Halli
[157]
24 November 1953 3 April 1975 21 Melarikan diri Ditembak
7002118000000000000118 Mert, ÇetinÇetin Mert
[158]
11 Mei 1970 11 Mei 1975 5 Tanpa tujuan Tenggelam di Spreee
7002119000000000000119 Kiebler, HerbertHerbert Kiebler
[159]
24 Maret 1952 27 Juni 1975 23 Melarikan diri Ditembak
7002120000000000000120 Hennig, LotharLothar Hennig
[160]
30 Juni 1954 5 November 1975 21 Tanpa tujuan Ditembak di dekat perbatasan saat berlari ke rumah
7002121000000000000121 Schwietzer, DietmarDietmar Schwietzer
[161]
21 Februari 1958 16 Februari 1977 18 Melarikan diri Ditembak
7002122000000000000122 Weise, HenriHenri Weise
[162]
13 Juli 1954 Mei 1977 18 Melarikan diri Tenggelam di Spree; jasad ditemukan pada 27 Juli 1977
7002123000000000000123 Odinzov, VladimirVladimir Odinzov
[163]
1960 2 Februari 1979 22 Melarikan diri (prajurit Soviet) Ditembak di jalan desa di Seeburg di cincin antara Seeburg (Kreis Potsdam) dan Berlin-Spandau
7002124000000000000124 Steinhauer, UlrichUlrich Steinhauer
[164]
13 Maret 1956 4 November 1980 24 Penjaga Ditembak oleh seorang bawahan yang membangkang
7002125000000000000125 Jirkowsky, MarienettaMarienetta Jirkowsky
[165]
25 Agustus 1962 22 November 1980 18 Melarikan diri Ditembak
7002126000000000000126 Peter, GrohganzGrohganz Peter
[166]
25 September 1948 10 Desember 1980 / 9 Februari 1981 33 Melarikan diri Ditembak
7002127000000000000127 Muschol, JohannesJohannes Muschol
[167]
31 Mei 1949 16 Maret 1981 31 Perlintasan barat-timur Gangguan mental, ditembak saat melintasi tembok dari Berlin Barat ke Berlin Timur
7002128000000000000128 Starrost, Hans-JürgenHans-Jürgen Starrost
[168]
24 Juni 1954 16 April 1981 26 Melarikan diri Ditembak
7002129000000000000129 Taubmann, ThomasThomas Taubmann
[169]
22 Juli 1955 12 Desember 1981 26 Melarikan diri Loncat dari kereta
7002130000000000000130 Freie, Lothar FritzLothar Fritz Freie
[170]
8 Februari 1955 6 Juni 1982 27 Tanpa tujuan Datang dari Berlin Barat, ditembak saat berjalan malam-malam di sekitaran wilayah rawan di perbatasan tersebut
7002131000000000000131 Proksch, SilvioSilvio Proksch
[171]
3 Maret 1962 25 Desember 1983 21 Melarikan diri Ditembak
7002132000000000000132 Schmidt, MichaelMichael Schmidt
[172]
20 Oktober 1964 1 Desember 1984 20 Melarikan diri Ditembak
7002133000000000000133 Liebeke, RainerRainer Liebeke
[173]
11 September 1951 3 September 1986 34 Melarikan diri Tenggelam di Sacrower
7002134000000000000134 Mäder, ManfredManfred Mäder
[174]
23 Agustus 1948 21 November 1986 38 Melarikan diri Ditembak di sepanjang René Groß
7002135000000000000135 Groß, RenéRené Groß
[175]
1 Mei 1964 21 November 1986 22 Melarikan diri Ditembak di sepanjang Manfred Mäder
7002136000000000000136 Bittner, MichaelMichael Bittner
[176]
31 Agustus 1961 24 November 1986 25 Melarikan diri Ditembak di Glienicke/Nordbahn
7002137000000000000137 Schmidt, LutzLutz Schmidt
[177]
8 Juli 1962 12 Februari 1987 24 Melarikan diri Ditembak
7002138000000000000138 Diederichs, IngolfIngolf Diederichs
[178]
13 April 1964 13 Januari 1989 24 Melarikan diri Loncat dari kereta
7002139000000000000139 Gueffroy, ChrisChris Gueffroy
[21][179]
21 Juni 1968 5 Februari 1989 20 Melarikan diri Ditembak di Britz
7002140000000000000140 Freudenberg, WinfriedWinfried Freudenberg
[20][21]
29 Agustus 1956 8 Maret 1989 32 Melarikan diri Kecelakaan balon

PeringatanSunting

Terdapat peringatan dari para korban sebelum dan setelah reunifikasi Jerman. Terdapat berbagai tempat peringatan dan upacara perinagtan. Terdapat juga jalan dan lapangan yang mengambil nama dari korban tewas.

Tempat peringatanSunting

 
Sisa-sisa Tembok, bagian dari Monumen Tembok Berlin, di persimpangan antara Bernauerstraße dan Bergstraße, dilihat dari timur (2015). Rumput yang menyelimuti dipakai untuk menjadi "jalur kematian". Monumen yang dibangfun di bagian tengah gambar tersebut mencantumkan nama-nama dan foto-foto para korban. Gedung abu-abu di latar belakang juga menjadi bagian dari tempat peringatan tersebut.

Dalam mengenang para korban, terdapat sejumlah tempat peringatan yang didirikan, didanai oleh inisiatif swasta dan badan-badan umum atas perintah borough-borough Berlin, DPR atau pemerintah Berlin, yang ditempatkan di berbagai tempat di Berlin. Yang tertua berasal dari hari-haris aat Tembok tersebut masih berdiri. Mereka meliputi monumen, salib dan batu peringatan, dan dikunjungi oleh para politikus asing saat Tembok tersebut dirubuhkan. Bersama dengan instalasi-instalasi perbatasan, terdapat juga beberapa tempat peringatan yang dihilangkan saat Tembok tersebut dirubuhkan. Situs-situs dari para penjaga tembok dirubuhkan secara khusus akibat hal tersebut. Sampai peringatan kesepuluh pembangunan Tembok tersebut, untuk setiap korban, badan swasta Berliner Bürger-Verein ("Asosiasi Warga Berlin") menempatkan sebuah salib kayu putih di TKP. Mereka dibantu dalam upaya mereka oleh senat Berlin Barat. Pada 13 Agustus 1971, tempat peringatan Weiße Keuze ("Salib-Salib Putih") dibuka di sisi timur gedung Reichstag.

Di muka bagian depan tembok, terdapat salib-salib peringatan dengan nama-nama dan tanggal kematian pada mereka.[180] Namun, sejak pemerintah pinah ke Berlin, salib-salib putih tersebut dipindahkan pada 1995 dari sisi timur Reichstag. Lokasi barunya berada di sisi barat gedung tersebut di bagian depan Tiergarten. Pada 2003, Wolfgang Thierse membuka sebuah tempat peringatan baru rancangan Jan Wehberg dengan nama yang sama dengan tempat di Reichstagufer. Di tujuh salib yang ditulis di kedua sisinya adalah nama dari 13 korban tewas. Tempat peringatan lainnya dari Asosiasi Sipil berada di Bernauer Straße.[181] Korban-korban lainnya dikenang melalui plakat-plakat komemoratif yang dipasang di pinggir-pinggir jalan yang dekat dengan tempat kematian mereka. Pada Oktober 2004, Grup Buruh 13 Agustus membangun Monumen Kebebasan di Titik Pengecekan Charlie. Ini mengenang korban-korban tewas di Tembok Berlin dan perbatasan Jerman dalam dengan 1067 salib. Monumen tersebut dihilangkan setelah sekitae satu setengah tahun karena para tuan tanah menuntut pembayaran terhadap grup buruh tersebut.[182]

Dengan bantuan dari para artis lainnya, artis pertunjukan Ben Wagin mendirikan Parlemen Pohon di bekas jalur kematian di sisi timur Sungai Spree, berseberangan dengan Reichstag. 258 nama korban Tembok tersebut dicantumkan pada potongan-potongan granit. Beberapa didaftarkan sebagai "pria tak dikenal" atau "wanita tak dikenal" yang diidentifikasi dengan tanggal kematian. Koleksi tersebut, yang dibuat pada 1990, berisi orang-orang yang kemudian tak dianggap menjadi para korban dari Tembok tersebut. Segmen-segmen yang dibuat hitam-putih dari Tembok tersebut dihimpun di latar belakang. Monumen tersebut diperlukan untuk diminimalisir untuk pembangunan Marie-Elisabeth-Lüders-Haus. Pada 2005, monumen tambahan dibuka di ruang bawah tanah gedung Bundestag. Mereka memakai segmen-segmen tembok dari bekas Parlemen Pohon. Pada 1998, Republik Jerman dan negara bagian Berlin mendirikan Monumen Tembok Berlin di Bernauer Straße dan mendeklarasikannya menjadi monumen nasional. Bangunan monumen tersebut berdasarkan pada sebuah rancangan yang digambar oleh arsitek Kohlhoff & Kohlhoff. Kemudian, monumen tersebut diperluas dan sekarang meliputi Pusat Dokumentasi Tembok Berlin, sebuah pusat kunjungan, Kapel Rekonsiliasi, Jendela Kenangan dengan potret-potret dari orang-orang yang kehilangan nyawa mereka di tanah Tembok Berlin, dan bagian sepanjang 60 meter dari bekas instalasi perbatasan yang ditutup oleh tembok baja di kedua ujung.

Tembok utara mencantumkan inskripsi: "Dalam ingatan pembagian kota tersebut dari 13 Agustus 1961 sampai 9 November 1989 dan dalam pringatan dari para korban pemerintahan keras komunis". Dalam mengenang Gedung peringatan ke-50 Tembok Berlin, pendirian "Berliner Mauer" menghimpun 29 prasasti, yang mengenang para korban, sepanjang bekas perbatasan antara Jerman Barat dan RDJ. Disamping pilar jingga sepanjang 3,6 meter, beberapa tanda memberitahukan soal para korban tembok. Sebuah prasasti yang dirancanakan untuk Lothar Hennig di Sacrow tak dibangun pada masa itu, karena Henning dipandang secara skeptis sebagai hasil dari tindakan-tindakannya untuk MfS sebagai mantan IM.[183]

Layanan peringatanSunting

Beberapa organisasi – untuk asosiasi bagian besar atau inisiatif pribadi – mengadakan layanan peringatan tahunan di Berlin bahkan sejak korban pertama jatuh. Layanan tersebut biasanya diadakan pada peringatan pembangunan Tembok Berlin; mereka sebagian didukung oleh para pejabat distrik Berlin Barat atau untuk senat. Hasilnya, "Jam Hening" diintroduksikan kepada para pendoa hening pada setiap 13 Agustus antara pukul 20 dan 21. Bahkan sejak 13 Agustus 1990, Negara Bagian Federal Berlin mengenang para korban tewas. Upacara tersebut diadakan setiap tahun di "Peter-Fechter-Kreuz" di Zimmerstraße dekat Titik Pengecekan Charlie.[184] Disamping itu, terdapat juga beberapa layanan peringatan dan protes melawan Tembok Berlin di tempat lain di Jerman dan luar negeri pada 13 Agustus.[185] Sebuah layanan peringatan tahunan dari kejatuhan Tembok Berlin diadakan pada 9 November setiap tahun di Eureka College di Illinois, Amerika Serikat, alma mater Presiden Ronald Reagan.[186]

Catatan kakiSunting

^a Rudolf Urban dan istrinya berupaya untuk memanjat dari sebuah jendela di rumah mereka di Bernauer Straße 1 pada 19 Agustus 1961 saat berupaya untuk melarikan diri namun jatuh ke halaman dan terluka. Mereka berdua dibawa ke rumah sakit dengan luka-luka mereka.
^b Berupaya untuk menerobos dengan melintasi perbatasan dalam truk yang diisi dengan pasir dan kerikil; ia ditembak beberapa kali dan tercekik pasir yang memasuki baknya setelah truk tersebut ringsek.
^c Telah menyerah saat ia ditembak; penjaga perbatasan yang bertanggung jawab dikenai dakwaan pembunuhan pada tahun 1992.
^d Prajurit Tentara Rakyat Nasional yang membangkang
e ^1 ^2 ^3 ^4 ^5 Dalam lima kasus, penjaga dituduh menghalami penyelamatan orang yang tenggelam.
^f Setelah menari di sore hari pada 7 Juli 1962, Mende dibawa ke rumah seorang penjaga karena tak memiliki identifikasi jelas. Meyakini materi tersebut berlebihan, ia lari menuju rumah bus dan ditembak. Ia meninggal sekitar enam tahun kemudian.
g ^1 ^2Pasutri Eckhardt dan Christel melakukan bunuh diri setelah gagal membajak pesawat.
^hDisembunyikan dengan orangtuanya di bak belakang truk yang melintasi perbatasan, ia pun mulai menangis. Ibunya menutup mulutnya dan ia mati tercekik.
^i Dinyatakan bunuh diri oleh pengadilan di Berlin, Sprenger tertembak saat ia berada di menara pengintai. Ia didiagnosa terserang kanker paru-paru dan berkata kepada istrinya bahwa ia akan kembali dalam sebuah peti.

ReferensiSunting

  1. ^ Church, George. Freedom! The Berlin Wall. Time, 20 November 1989. Accessed 3 September 2011.
  2. ^ Sauer, Hans; Plumeyer, Hans-Otto. Der Salzgitter-Report. Die Zentrale Erfassungsstelle berichtet über Verbrechen im SED-Staat. 
  3. ^ a b Hertle, Hans-Hermann; Nooke, Maria (2011). The Victims at the Berlin Wall, 1961–1989: A Biographical Handbook. Ch. Links Verlag. hlm. 14. ISBN 978-3-86153-632-1. 
  4. ^ Hertle, Hans-Hermann; Nooke, Maria. Die Todesopfer an der Berliner Mauer 1961–1989. Ein biographisches Handbuch. Ch. Links, Berlin 2009. hlm. 12f. ISBN 978-3-86153-517-1. 
  5. ^ Hertle & Nooke (2011), p. 15
  6. ^ Rogalla, Thomas (13 August 2008). "Die lebenden Toten vom Checkpoint Charlie". Berliner Zeitung. 
  7. ^ a b Hecht, Patricia. Schlegel, Matthias. Geschichte Unterschiedliche Ergebnisse: Wieviele Opfer gab es an der Mauer? (History of Differing Results: How many victims there were on the wall?). 11 August 2009. Accessed 25 August 2011. (Jerman)
  8. ^ "Opferzahlen und Projektbeschreibung". chronik-der-mauer.de. 
  9. ^ Fatalities at the Berlin Wall, 1961–1989. Berlin.de. Accessed 23 August 2011.
  10. ^ Todesopfer an der Berliner Mauer (Deaths at the Berlin Wall). Centre for Contemporary History. 23 August 2011. (Jerman)
  11. ^ a b c d e f g h i j Hertle, Hans-Hermann. Nooke, Maria. The Victims at the Berlin Wall, 1961–1989: Findings of a Research Project by the Centre for Research on Contemporary History Potsdam and the Berlin Wall Memorial Site and Documentation Centre Archived 3 October 2011 di Wayback Machine.. Gedenkstätte Berliner Mauer, Zentrum für Zeithistorische Forschung Potsdam. July 2011. Accessed 1 September 2011.
  12. ^ a b Hertle & Nooke (2011), p. 17
  13. ^ Hertle, Hans-Hermann; Nooke, Maria. Die Todesopfer an der Berliner Mauer 1961–1989. Ein biographisches Handbuch. Ch. Links, Berlin 2009. hlm. 471. ISBN 978-3-86153-517-1. 
  14. ^ a b Rogalla, Thomas (11 August 2008). "Hildebrandt: Historiker arbeiten im PDS-Auftrag". in: Berliner Zeitung. 
  15. ^ "48. Jahrestag des Mauerbaus – Gedenken an die Opfer der deutschen Teilung". tagesschau.de. 
  16. ^ a b c Sprung in den Tod (Jumping to her Death), Deutschlandradio Kultur. 9 November 2009. Accessed 1 September 2011. (Jerman)
  17. ^ a b Grewe, Meike. Die Berliner Mauer (The Berlin Wall) Focus. 19 October 2009. Accessed 1 September 2011. (Jerman)
  18. ^ a b Forscher korrigieren in neuer Studie Zahl der Mauertoten (Researchers correct number of deaths at the Berlin Wall) Berliner Morgenpost. 8 August 2008. Accessed 1 September 2011. (Jerman)
  19. ^ a b Kellerhoff, Sven Felix. Die Erste und der Letzte (The First and the Last) Die Welt. 13 August 2010. Accessed 1 September 2011. (Jerman)
  20. ^ a b Ahrends, Martin. Baron, Udo. Hertle, Hans-Hermann. Winfried Freudenberg, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  21. ^ a b c Berlin Pays Tribute to Last Person Shot Crossing Wall, Spiegel Online International. 2 June 2009. Accessed 1 September 2011.
  22. ^ E German 'licence to kill' found. BBC News. 12 August 2007. Accessed 1 September 2011.
  23. ^ a b Berlin Wall Guards Found Guilty of Manslaughter. Deutsche Welle. 12 February 2004. Accessed 30 August 2011.
  24. ^ a b c Hertle & Nooke (2011), pp. 23–24
  25. ^ Brecht, Christine. "Fechter, Peter". chronik-der-mauer.de. Zentrum für Zeithistorische Forschung e.V. Diakses tanggal 12 February 2015. 
  26. ^ Grafe 2002, hlm. 120.
  27. ^ Major 2009, hlm. 146.
  28. ^ a b Brecht, Christine. "Wroblewski, Eduard". chronik-der-mauer.de. Zentrum für Zeithistorische Forschung e.V. Diakses tanggal 12 February 2015. 
  29. ^ Stötzel, Wengeler, Böke 1995, hlm. 300ff..
  30. ^ a b Aly, Götz (23 April 1999). "Die Wahrheit über Reinhold Huhn". Berliner Zeitung. Diakses tanggal 12 February 2015. 
  31. ^ Brecht, Christine. "Litfin, Günter". chronik-der-mauer.de. Zentrum für Zeithistorische Forschung e.V. Diakses tanggal 12 February 2015. 
  32. ^ a b Wolfrum, Edgar (2003). "Die Mauer.". Dalam François, Étienne; Schulze, Hagen. Deutsche Erinnerungsorte – Band 1. München: Beck. hlm. 386ff. ISBN 3-406-50987-8. 
  33. ^ Grathwol, Moorhus 1999, hlm. 112.
  34. ^ a b c Hofmann 2007, hlm. 61ff..
  35. ^ Brecht, Christine. "Göring, Peter, in Dienst getöteter Grenzsoldat". chronik-der-mauer.de. Zentrum für Zeithistorische Forschung e.V. Diakses tanggal 12 February 2015. 
  36. ^ Ahrends, Martin; Baron, Udo; Hertle, Hans-Hermann. "Mert, Cetin". chronik-der-mauer.de. Zentrum für Zeithistorische Forschung e.V. Diakses tanggal 12 February 2015. 
  37. ^ Hertle, Nooke 2009, hlm. 474ff..
  38. ^ a b Lappenküper 2001, hlm. 1738.
  39. ^ "GRENZSCHUTZ/DDR-FLUCHT: Holt ihn raus". Der Spiegel. 12 January 1970. Diakses tanggal 11 February 2015. 
  40. ^ Hofmann 2007, hlm. 177.
  41. ^ a b Quint, Peter. Judging the past: the prosecution of East German border guards and the GDR chain of command, The Review of Politics. 22 March 1999. Accessed 30 August 2011.
  42. ^ Hall, Allan. Berlin Wall anniversary: former Stasi man 'sickened' by collapse of communism. The Telegraph. 9 November 2009. Accessed 30 August 2011.
  43. ^ Rühmland, Ulrich. Die NVA in Stichworten (The NVA in brief). 1978 Bonner Druck- und Verlagsgesellschaft, Bonn-Röttgen. (Jerman)
  44. ^ a b Ahrends, Martin. Baron, Udo. Hertle, Hans-Hermann. Michael Kollender, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  45. ^ a b Ahrends, Martin. Baron, Udo. Heinz Schmidt, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  46. ^ a b Dollmann, Lydia. Peter Mädler, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  47. ^ Brecht, Christine. Günter Litfin, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  48. ^ Brecht, Christine. Roland Hoff, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  49. ^ Brecht, Christine. Rudolph Urban, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  50. ^ Brecht, Christine. Olga Segler, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  51. ^ Brecht, Christine. Bernd Lünser, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  52. ^ Brecht, Christine. Udo Düllick, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  53. ^ Brecht, Christine. Werner Probst, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  54. ^ Brecht, Christine. Lothat Lehmann, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  55. ^ Brecht, Christine. Dieter Wohlfahrt, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  56. ^ Brecht, Christine. Ingo Krüger, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  57. ^ Brecht, Christine. Georg Feldhahn, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  58. ^ Brecht, Christine. Dorit Schmiel, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  59. ^ Brecht, Christine. Heinz Jercha, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  60. ^ Brecht, Christine. Philipp Held, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  61. ^ Brecht, Christine. Klaus Brueske, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  62. ^ Brecht, Christine. Peter Böhme, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  63. ^ Brecht, Christine. Jörgen Schmidtchen, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  64. ^ Brecht, Christine. Horst Frank, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  65. ^ Brecht, Christine. Peter Göring, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  66. ^ Brecht, Christine. Lutz Haberlandt, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  67. ^ Brecht, Christine. Alex Hannemann, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  68. ^ Brecht, Christine. Erna Kelm, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  69. ^ Brecht, Christine. Wolfgang Glöde, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  70. ^ Brecht, Christine. Nooke, Maria . Reinhold Huhn, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  71. ^ Brecht, Christine. Siegfried Noffke, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  72. ^ Brecht, Christine. Peter Fechter, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  73. ^ Brecht, Christine. Hans-Dieter Wesa, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  74. ^ Brecht, Christine. Ernst Mundt, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  75. ^ Brecht, Christine. Günter Seling, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  76. ^ Brecht, Christine. Anton Walzer, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  77. ^ Brecht, Christine. Horst Plischke, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  78. ^ Brecht, Christine. Otfried Reck, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  79. ^ Brecht, Christine. Günter Wiedenhöft, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  80. ^ Brecht, Christine. Hans Räwel, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  81. ^ Dollmann, Lydia. Horst Kutscher, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  82. ^ Brecht, Christine. Peter Kreitlow, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  83. ^ Brecht, Christine. Wolf-Olaf Muszynski, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  84. ^ Brecht, Christine. Siegfried Widera, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  85. ^ Brecht, Christine. Klaus Schröter, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  86. ^ Brecht, Christine. Dietmar Schulz, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  87. ^ Brecht, Christine. Dieter Berger, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  88. ^ Brecht, Christine. Paul Schultz, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  89. ^ Brecht, Christine. Walter Hayn, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  90. ^ Brecht, Christine. Adolf Philipp, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  91. ^ Brecht, Christine. Walter Heike, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  92. ^ Brecht, Christine. Norbert Wolscht, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  93. ^ Brecht, Christine. Rainer Gneiser, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  94. ^ Brecht, Christine. Hildegard Trabant, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  95. ^ Brecht, Christine. Wernhard Mispelhorn, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  96. ^ Nooke, Maria. Egon Schultz, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  97. ^ Dollmann, Lydia. Hans-Joachim Wolf, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  98. ^ Brecht, Christine. Joachim Mehr, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  99. ^ Brecht, Christine. Unidentified Fugitive, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  100. ^ Dollmann, Lydia. Christian Buttkus, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  101. ^ Ahrends, Martin. Hertle, Hans-Hermann. Ulrich Krzemien, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  102. ^ Ahrends, Martin. Hertle, Hans-Hermann. Peter Hauptmann, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  103. ^ Brecht, Christine. Hermann Döbler, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  104. ^ Brecht, Christine. Klaus Kratzel, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  105. ^ Ahrends, Martin. Baron, Udo. Klaus Garten, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  106. ^ Dollmann, Lydia. Walter Kittel, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  107. ^ Ahrends, Martin. Baron, Udo. Hertle, Hans-Hermann. Heinz Cyrus, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  108. ^ Brecht, Christine. Heinz Sokolowski, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  109. ^ Brecht, Christine. Erich Kühn, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  110. ^ Ahrends, Martin. Baron, Udo. Heinz Schöneberger, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  111. ^ Brecht, Christine. Dieter Brandes, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  112. ^ Ahrends, Martin. Baron, Udo. Hertle, Hans-Hermann. Willi Block, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  113. ^ Brecht, Christine. Lothar Schleusener, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  114. ^ Brecht, Christine. Jörg Hartmann, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  115. ^ Baron, Udo. Hertle, Hans-Hermann. Willi Marzahn, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  116. ^ Baron, Udo. Eberhard Schulz, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  117. ^ Ahrends, Martin. Baron, Udo. Paul Stretz, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  118. ^ Brecht, Christine. Eduard Wroblewski, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  119. ^ Ahrends, Martin. Andreas Senk, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  120. ^ Hertle, Hans-Hermann. Karl-Heinz Kube, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  121. ^ Ahrends, Martin. Baron, Udo. Max Sahmland, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  122. ^ Ahrends, Martin. Baron, Udo. Franciszek Piesik Archived 14 May 2012 di Wayback Machine., Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  123. ^ a b Ahrends, Martin. Baron, Udo. Elke and Dieter Weckeiser, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  124. ^ Hertle, Hans-Hermann. Herbert Mende, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  125. ^ Dollmann, Lydia. Bernd Lehmann, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  126. ^ Ahrends, Martin. Baron, Udo. Siegfried Krug, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  127. ^ Ahrends, Martin. Baron, Udo. Hertle, Hans-Hermann. Horst Körner, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  128. ^ Ahrends, Martin. Baron, Udo. Hertle, Hans-Hermann. Rolf Henniger, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  129. ^ Baron, Udo. Johannes Lange, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  130. ^ Baron, Udo. Klaus-Jürgen Kluge, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  131. ^ Baron, Udo. Leo Lis, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  132. ^ a b Ahrends, Martin. Baron, Udo. Christel and Eckhard Wehage, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  133. ^ Baron, Udo. Heinz Müller, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  134. ^ Baron, Udo. Nooke, Maria. Willi Born, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  135. ^ Ahrends, Martin. Baron, Udo. Friedhelm Ehrlich, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  136. ^ Ahrends, Martin. Baron, Udo. Hertle, Hans-Hermann. Gerald Thiem, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  137. ^ Ahrends, Martin. Baron, Udo. Hertle, Hans-Hermann. Helmut Kliem, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  138. ^ Ahrends, Martin. Baron, Udo. Hertle, Hans-Hermann. Hans-Joachim Zock, Berlin Wall Memorial. Accessed 28 September 2015.
  139. ^ Ahrends, Martin. Baron, Udo. Hertle, Hans-Hermann. Christian Peter Friese, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  140. ^ Ahrends, Martin. Baron, Udo. Rolf-Dieter Kabelitz, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  141. ^ Ahrends, Martin. Baron, Udo. Hertle, Hans-Hermann. Wolfgang Hoffmann, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  142. ^ Ahrends, Martin. Baron, Udo. Hertle, Hans-Hermann. Werner Kühl, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  143. ^ Brecht, Christine. Dieter Beilig, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  144. ^ Ahrends, Martin. Baron, Udo. Hertle, Hans-Hermann. Horst Kullack, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  145. ^ Ahrends, Martin. Baron, Udo. Manfred Weylandt, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  146. ^ Ahrends, Martin. Baron, Udo. Hertle, Hans-Hermann. Klaus Schulze, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  147. ^ Baron, Udo. Cengaver Katrancı, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  148. ^ Ahrends, Martin. Baron, Udo. Holger H., Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  149. ^ Hertle, Hans-Hermann. Volker Frommann, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  150. ^ Ahrends, Martin. Baron, Udo. Horst Einsiedel, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  151. ^ Ahrends, Martin. Baron, Udo. Hertle, Hans-Hermann. Manfred Gertzki, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  152. ^ Baron, Udo. Siegfried Kroboth, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  153. ^ Ahrends, Martin. Baron, Udo. Hertle, Hans-Hermann. Burkhard Niering, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  154. ^ Gańczak, Filip. Hertle, Hans-Hermann. Czesław Jan Kukuczka, Berlin Wall Memorial. Accessed 7 November 2016.(Jerman)
  155. ^ Ahrends, Martin. Baron, Udo. Hertle, Hans-Hermann. Johannes Sprenger, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  156. ^ Baron, Udo. Giuseppe Savoca, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  157. ^ Ahrends, Martin. Baron, Udo. Hertle, Hans-Hermann. Herbert Halli, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  158. ^ Ahrends, Martin. Baron, Udo. Hertle, Hans-Hermann. Cetin Mert, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  159. ^ Ahrends, Martin. Baron, Udo. Hertle, Hans-Hermann. Herbert Kiebler, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  160. ^ Ahrends, Martin. Baron, Udo. Nooke, Maria. Lothar Hennig, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  161. ^ Ahrends, Martin. Baron, Udo. Hertle, Hans-Hermann. Dietmar Schqietzer, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  162. ^ Dollmann, Lydia. Henri Weise, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  163. ^ Hertle, Hans-Hermann. Vladimir Ivanovich Odinzow, Berlin Wall Memorial. Accessed 14 August 2017.(Jerman)
  164. ^ Ahrends, Martin. Baron, Udo. Hertle, Hans-Hermann. Ulrich Steinhauer, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  165. ^ Ahrends, Martin. Baron, Udo. Hertle, Hans-Hermann. Marinetta Jirkowsky, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  166. ^ Ahrends, Martin. Baron, Udo. Hertle, Hans-Hermann. Peter Grohganz, Berlin Wall Memorial. Accessed 28 September 2015.
  167. ^ Baron, Udo. Hertle, Hans-Hermann. Dr. Johannes Muschol, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  168. ^ Ahrends, Martin. Baron, Udo. Hertle, Hans-Hermann. Hans-Jürgen Starrost, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  169. ^ Hertle, Hans-Hermann. Thomas Taubmann, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  170. ^ Ahrends, Martin. Baron, Udo. Hertle, Hans-Hermann. Lothar Fritz Freie, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  171. ^ Baron, Udo. Silvio Proksch, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  172. ^ Baron, Udo. Michael Schmidt, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  173. ^ Baron, Udo. Rainer Liebeke, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  174. ^ Baron, Udo. Manfred Mäder, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  175. ^ Baron, Udo. René Groß, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  176. ^ Baron, Udo. Michael Bittner, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  177. ^ Baron, Udo. Hertle, Hans-Hermann. Lutz Schmidt, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  178. ^ Ahrends, Martin. Baron, Udo. Ingolf Diederichs, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  179. ^ Baron, Udo. Hertle, Hans-Hermann. Chris Gueffroy, Berlin Wall Memorial. Accessed 30 August 2011.
  180. ^ "Feierliche Übergabe des Erinnerungsortes "Mauerkreuze"". Stadtentwicklung Berlin. 17 June 2003. 
  181. ^ Kaminsky, Annette. Orte des Erinnerns: Gedenkzeichen, Gedenkstätten und Museen zur Diktatur in SBZ und DDR. 
  182. ^ Sontheimer, Michael (2005). "Zweiter Tod". Der Spiegel (27): 50. 
  183. ^ Metzner, Thorsten (8 August 2011). "Stelen für Mauertote – Das Opfer, das ein Spitzel war". in: Der Tagesspiegel. 
  184. ^ Hertle, Hans-Hermann (2009). Maria Nooke: Die Todesopfer an der Berliner Mauer 1961–1989. Ein biographisches Handbuch. Berlin. ISBN 978-3-86153-517-1. 
  185. ^ Wolfrum, Edgar. Die Mauer. In: Étienne François, Hagen Schulze: Deutsche Erinnerungsorte. ISBN 3-406-50987-8. 
  186. ^ http://www.pjstar.com/x1659494167/College-to-mark-Berlin-Walls-fall

SumberSunting

  • Grafe, Roman (2002). Die Grenze durch Deutschland - eine Chronik von 1945 bis 1990. Berlin: Siedler. ISBN 3-88680-744-4. 
  • Grathwol, Robert P.; Moorhus, Donita M. (1999). American Forces in Berlin: Cold War Outpost, 1945-1994. New York: New York UP. ISBN 978-0-7881-2504-1. 
  • Hertle, Hans-Hermann; Nooke, Maria (2009). Die Todesopfer an der Berliner Mauer 1961–1989. Ein biographisches Handbuch. Berlin: Ch. Links. ISBN 978-3-86153-517-1. 
  • Hofmann, Arne (2007). The emergence of détente in Europe: Brandt, Kennedy and the formation of Ostpolitik. London: Routledge. ISBN 978-0-415-38637-1. 
  • Lappenküper, Ulrich (2001). Die Deutsch-französischen Beziehungen, 1949-1963: 1949-1958, Band 1. Oldenbourg: Oldenbourg Wissenschaftsverlag. ISBN 3-486-56522-2. 
  • Major, Patrick (2009). Behind the Berlin Wall: East Germany and the Frontiers of Power. Oxford: Oxford UP. ISBN 978-0-19-924328-0. 
  • Stötzel, Georg; Wengeler, Martin; Böke, Karin (1995). Kontroverse Begriffe: Geschichte des öffentlichen Sprachgebrauchs in der Bundesrepublik Deutschland. Band 4 von Sprache, Politik, Öffentlichkeit. Berlin: De Gruyter. ISBN 3-11-014652-5.