Erich Fritz Emil Mielke (bahasa Jerman: [ˈeːʁɪç ˈmiːlkə]; 28 Desember 1907 – 21 Mei 2000) adalah pejabat Jerman yang pernah menjabat selaku Menteri Keamanan Negara Jerman Timur, membawahi Kementerian Keamanan Negara (Ministerium für Staatsicherheit, atau Stasi) dari 1957 hingga sesaat sesudah jatuhnya Tembok Berlin pada 1989.

Erich Fritz Emil Mielke
Bundesarchiv Bild 183-R0522-177, Erich Mielke.jpg
Mielke pada 1976
Masa jabatan
11 Desember 1957 – 18 November 1989
PresidenWilhelm Pieck (1957–1960)
Walter Ulbricht (1960–1973)
Friedrich Ebert (1973)
Willi Stoph (1973–1976)
Erich Honecker (1976–1989)
Perdana MenteriOtto Grotewohl (1957–1964)
Willi Stoph (1964–1973)
Horst Sindermann (1973–1976)
Willi Stoph (1976–1989)
Hans Modrow (1989)
WakilWalter Ulbricht (1957–1971)
Erich Honecker (1971–1989)
PendahuluErnst Wollweber
PenggantiWolfgang Schwanitz
Informasi pribadi
Lahir(1907-12-28)28 Desember 1907
Berlin
Meninggal dunia21 Mei 2000(2000-05-21) (umur 92)
Berlin

Sebagai putra daerah Berlin dan anggota KPD generasi kedua, ia menjadi satu dari dua dalang pembunuhan dua orang polisi di Berlin Pada 1931, sehingga ia harus kabur ke Uni Soviet dan direkrut menjadi anggota NKVD.

Menyusul akhir Perang Dunia II, Mielke kembali ke Jerman zona Soviet, yang dengan bantuannya menjadi Jerman Timur yang berasaskan partai-tunggal, Partai Persatuan Sosialis Jerman, kemudian menjabat sebagai kepala Stasi; menurut John Koehler, Mielke merupakan "kepala polisi rahasia terlama sepanjang rentang hidup blok Soviet."[1]

Di bawah tangan besi Mielke, Stasi menjelma menjadi yang disebut oleh Simon Wiesenthal sebagai polisi rahasia yang "lebih buruk dari pada Gestapo sekali pun."[2]

Pada 1950-an hingga 1960-an, Mielke menjadi dalang di balik kolektivisasi paksa yang menimpa tanah garapan keluarga di Jerman Timur, hingga menyebabkan banyak dari mereka mengungsi ke Jerman Barat. Banjir pengungsi ini membuat Mielke dendam, dan membalasnya dengan membangun Tembok Berlin dan menyetujui sendiri perintah tembak di tempat bagi siapa saja warga Jerman Timur yang mencoba kabur. Ia diduga menjadi dalang berbagai kerusuhan yang meletus di Eropa Barat, Amerika Latin, Afrika, dan Timur Tengah.

Catatan kakiSunting

  1. ^ Koehler (1999), page 72.
  2. ^ Koehler (1999), page 8.