Buka menu utama
Lambang BSMI

Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) adalah sebuah organisasi yang bergerak dibidang kemanusiaan kemanusiaan

Penggunaan Lambang Bulan Sabit Merah sebagai simbol perhimpunan masyarakat penolong di Indonesia dimulai sejak 8 Juni 2002, bertepatan dengan didirikan dan diresmikannya Bulan Sabit Merah Indonesia oleh Ketua MUI KH Amidan di Gedung Pertemuan Kompleks Masjid Agung Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta. Secara resmi Perhimpunan Bulan Sabit Merah Indonesia disahkan melalui Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Nomor AHU-72.AH.01.06.Tahun 2008.[1] Walaupun berusia jauh dari pendahulunya Palang Merah Indonesia, BSMI memiliki peran hadir dengan gagasan baru dan bahkan aktif di dunia internasional.[2]

SejarahSunting

Lembaga Bulan Sabit Merah didirikan dan digunakan pertama kali oleh Turki pada 11 Juni 1868. Penggunaan simbol Bulan Sabit Merah pertama kali dalam perang pada saat konflik bersenjata Kekaisaran Ottoman dan Rusia (1877-1878). Selama perang Turki-Rusia sejak 1876 hingga 1878, Kekaisaran Ottoman menggunakan Bulan Sabit Merah, Rusia komitmen menghormati penuh kesucian semua personil dan fasilitas yang berhubungan dengan Bulan Sabit Merah.

Setelah kenyataan penilaian atas keabsahan yang sama terhadap simbol tersebut, ICRC meresmikan pada 1878 bahwa seharusnya dimungkinkan dalam prinsip untuk mengakui simbol perlindungan resmi tambahan bagi bukan negara-negara kristen. Simbol Bulan Sabit Merah diadopsi konvensi internasional secara resmi pada 1929 saat Konvensi Jeneva diamendemen, dan sampai saat ini Bulan Sabit Merah telah digunakan oleh 33 negara-negara mayoritas berpenduduk muslim.

Setelah runtuhnya Kekaisaran Ottoman, Bulan Sabit Merah pertama kali digunakan kemudian oleh bangsa Turki, diikuti oleh Mesir. Sejak pengakuan secara resmi hingga sekarang, Bulan Sabit Merah menjadi simbol organisasi dari hampir setiap perhimpunan nasional di negara-negara dengan populasi mayoritas muslim. Perhimpunan nasional dari beberapa negara seperti Pakistan (1974), Malaysia (1975), atau Bangladesh (1989) telah secara resmi mengganti nama dan simbol mereka dari Palang Merah menjadi Bulan Sabit Merah.

Bulan Sabit Merah di IndonesiaSunting

Di Negara Republik Indonesia penggunaan lambang Bulan Sabit Merah Indonesia juga dilakukan oleh beberapa Rumah Sakit dan lembaga. Dengan demikian, ada dua organisasi kemanusiaan yang berjalan bersama. Di dalam draf awal RUU Kepalangmerahan atau yang lebih dikenal dengan RUU Palang Merah Indonesia (PMI) tidak diatur penggantian lambang PMI menjadi Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) namun eksistensi Bulan Sabit Merah Indonesia tetap berlaku.[3]

Berikut adalah Rumah Sakit dan lembaga yang menggunakan Bulan Sabit Merah Indonesia, antara lain:

  1. Rumah Sakit Islam Jakarta
  2. Rumah Sakit Islam Fatimah Banyuwangi
  3. Rumah Sakit Islam Siti Khadijah Palembang
  4. KSR STIKES Siti Khadijah Palembang
  5. Rumah Sakit Islam Karawang
  6. Rumah Sakit Islam Jakarta Sukapura
  7. Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang
  8. Rumah Sakit Islam Assyifa Sukabumi
  9. Rumah Sakit Islam Yogyakarta PDHI
  10. Rumah Sakit Umum Nurhidayah Bantul Yogyakarta
  11. Rumah Sakit Roemani Muhammadyah Semarang
  12. Rumah Sakit Ibu dan Anak Alfauzan
  13. Rumah Sakit Al Islam Bandung
  14. Klinik PPDS Al Fauzan
  15. Rumah Sakit Ibu dan Anak AlFauzan
  16. Korps Sukarela Universitas Muslim Indonesia, Makasar
  17. Majelis Syuro Upaya Kesehatan Islam Indonesia
  18. RS PKU Muhammadiyah Blora
  19. RS PKU Muhammadiyah Moga, Pemalang
  20. RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta
  21. RS PKU Muhammadiyah Sruweng, Kebumen
  22. RS Muhammadiyah Bandung
  23. RS PKU Muhammadiyah Temanggung
  24. Klinik Rawat Inap PKU Muhammadiyah Sampang, Cilacap
  25. RS Muhammadiyah Surabaya
  26. Klinik Rawat Inap PKU Muhammadiyah Wanareja, Cilacap
  27. Rumah Sakit Pendidikan Universitas Hasanuddin, Makassar

Pranala luarSunting

ReferensiSunting

  1. ^ "Sejarah BSMI". Diakses tanggal 11 Juni 2017. 
  2. ^ "Antara PMI dan BSMI, Pilih mana?". Diakses tanggal 11 Juni 2017. 
  3. ^ "RUU PMI Juga Amankan Eksistensi Bulan Sabit Merah Indonesia". 12 September 2012. Diakses tanggal 12 Juli 2017.