Buka menu utama

Banteng Betawi

SinopsisSunting

Si Pitung (Dicky Zulkarnaen) bersama Aisah (Paula Rumokoy), pacarnya, bersembunyi di rumah Bang Miun (Benyamin S.). Ia berhasil kawin. Berita ini didengar Demang Meester (Mansjur Sjah), yang ingin memperistri Aisah, dan Heyne Scott (A. Hamid Arief), opsir Belanda. Rumah orangtua Aisah diancam dibeslah oleh Demang Meester, karena ia sudah memberi panjar pada orangtua Aisah untuk biaya perkawinannya. Pencarian terhadap Aisah dilakukan dan berhasil berkat anak buah Demang, Dadap (WD Mochtar) dan Japat (Jeffry Sani), yang juga melakukan perampokan atas nama Pitung. Pitung sendiri repot, karena harus pula membasmi perampok yang mengatasnamakan dirinya. Aisah berhasil disekap di rumah istri muda Dadap dan ayahnya dibunuh. Setelah digagahi Demang, Aisah gantung diri. Pitung makin kalap dan merajalela tanpa bisa dicegah, sampai ada orang yang memberi tahun nahasnya Pitung, yaitu antara lohor dan magrib, jimatnya harus dicuri, dan ditembak dengan peluru emas. Yang memberi tahu syarat itu adalah Somad, orang seperguruan Pitung. Syarat ini dipenuhi Heyne dan berhasil. Pitung sempat mencoba melawan, tetapi perlawanannya berakhir ketika Heyne menembakkan peluru emasnya. Ia pun roboh seketika. Sebelum meninggal ia sempat meminta minum. Pitung pun meninggal, meninggal dipangkuan Heyne. Heyne memberi hormat saat Pitung meninggal.[1]

PemeranSunting

  • Dicky Zulkarnaen - Pitung
  • Paula Rumokoy - Aisyah
  • Benyamin S. - Bang Miun
  • Masjur Sjah - Demang Meester
  • A. Hamid Arief - Heyne Scoot
  • WD Mochtar - Dadap
  • Jeffry Sani - Japat

ReferensiSunting

  1. ^ Banteng Betawi, diakses pada 7 Maret 2011

Pranala luarSunting