Bahasa Isyarat Jepang

bagian dari rumpun bahasa Isyarat

Bahasa Isyarat Jepang (bahasa Inggris: Japanese Sign Language) (日本手話, Nihon Shuwa), yang juga dikenal dengan akronim JSL, adalah sebuah bahasa isyarat dominan di Jepang.

Bahasa Isyarat Jepang
Dituturkan diJepang
Penutur
(320 per 1986)[1]
Status resmi
Diatur olehFederasi Tuna Rungu Jepang
Kode bahasa
ISO 639-3jsl
Glottologjapa1238[2]
QIDQ35601
Status konservasi
C10
Kategori 10
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa telah punah (Extinct)
C9
Kategori 9
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa sudah ditinggalkan dan hanya segelintir yang menuturkannya (Dormant)
C8b
Kategori 8b
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa hampir punah (Nearly extinct)
C8a
Kategori 8a
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa sangat sedikit dituturkan dan terancam berat untuk punah (Moribund)
C7
Kategori 7
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa mulai mengalami penurunan ataupun penutur mulai berpindah menggunakan bahasa lain (Shifting)
C6b
Kategori 6b
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa mulai terancam (Threatened)
C6a
Kategori 6a
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa masih cukup banyak dituturkan (Vigorous)
C5
Kategori 5
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa mengalami pertumbuhan populasi penutur (Developing)
C4
Kategori 4
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa digunakan dalam institusi pendidikan (Educational)
C3
Kategori 3
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa digunakan cukup luas (Wider Communication)
C2
Kategori 2
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa yang digunakan di berbagai wilayah (Provincial)
C1
Kategori 1
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa nasional maupun bahasa resmi dari suatu negara (National)
C0
Kategori 0
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa merupakan bahasa pengantar internasional ataupun bahasa yang digunakan pada kancah antar bangsa (International)
10
9
8
7
6
5
4
3
2
1
0
EGIDS SIL EthnologueC5 Developing
Bahasa Isyarat Jepang dikategorikan sebagai C5 Developing menurut SIL Ethnologue, artinya bahasa ini mengalami peningkatan jumlah penutur dari waktu ke waktu
Referensi: [3]
Lokasi penuturan
PetaPerkiraan persebaran penuturan bahasa ini.
 Portal Bahasa
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B • PW
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Sejarah sunting

Sedikit yang diketahui tentang bahasa isyarat dan komunitas tuna rungu sebelum zaman Edo. Pada 1862, keshogunan Tokugawa mengirim para duta dari berbagai sekolah Eropa untuk tuna rungu. Sekolah pertama untuk tuna rungu tidak didirikan sampai 1878 di Kyōto.

Pada 1948, anak-anak tuna rungu diijinkan untuk masuk sekolah untuk mendapatkan pendidikan formal.[4]

Penggunaan dalam film dan televisi sunting

Lihat pula sunting

Catatan sunting

  1. ^ Bahasa Isyarat Jepang di Ethnologue (ed. ke-18, 2015)
  2. ^ Hammarström, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2023). "Bahasa Isyarat Jepang". Glottolog 4.8. Jena, Jerman: Max Planck Institute for the Science of Human History. 
  3. ^ "Bahasa Isyarat Jepang". www.ethnologue.com (dalam bahasa Inggris). SIL Ethnologue. 
  4. ^ Monaghan, Leila Frances. (2003). Many Ways to be Deaf: International Variation in Deaf Communities, p. 211., hlm. 211, di Google Books

Referensi sunting

Pranala luar sunting