Buka menu utama

Dr. H. Sutan Bagindo Fachmi SH. MH. atau yang lebih dikenal dengan Bagindo Fachmi (lahir di Pariaman, Sumatra Barat, 13 September 1951; umur 68 tahun) adalah seorang ahli hukum Indonesia yang berprofesi sebagai jaksa. Ia pernah menjabat Direktur Tata Usaha Negara Kejaksaan Agung, Staf Ahli Jaksa Agung dan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatra Barat.[1]

Bagindo Fachmi
220px
Lahir13 September 1951 (umurĀ 68)
Bendera Indonesia Pariaman, Sumatra Barat
KebangsaanBendera Indonesia Indonesia
AlmamaterUniversitas Padjadjaran, Bandung
PekerjaanJaksa

Pada tahun 2010, Bagindo Fachmi pernah mencalonkan diri dan sempat masuk 7 besar calon Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebelum dimenangkan oleh Busyro Muqoddas untuk menggantikan Antasari Azhar yang ditahan.

Bagindo Fachmi juga pernah menangani beberapa perkara besar yang kontroversial, diantaranya kasus ruislag (tukar guling) antara Bulog dengan PT. Goro Batara Sakti yang melibatkan Tommy Soeharto, Beddu Amang dan Ricardo Gelael, serta kasus Technical Assisten Contract, dengan terdakwa Ginandjar Kartasasmita dan Ida Bagus Sudjana, kasus dana non-bujeter Bulog yang melibatkan Akbar Tandjung, Dadang Sukandar dan Windfried Simatupang, serta kasus korupsi dan pembalakan liar Adelin Lis di Medan.[2]

Daftar isi

PendidikanSunting

KarierSunting

  • Kasi Intel Kejari Sawahlunto Sijunjung, Sumatra Barat
  • Aspidsus Kejati Sumatra Utara
  • Wakil Kepala Kejati Sumatra Barat
  • Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Tenggara di Kendari
  • Kepala Pusat Statistik Kriminal (Pustakrim) Kejaksaan Agung
  • Direktur Ekonomi dan Keuangan Kejaksaan Agung
  • Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatra Barat (2010)
  • Direktur Tata Usaha Negara Kejaksaan Agung

ReferensiSunting

  1. ^ "DR H Bagindo Fachmi SH MH Kajati Sumbar" Padang Today, 24 September 2010.
  2. ^ "Sutan Bagindo, Jaksa Kasus Tommy Soeharto" VIVAnews, 12 Agustus 2010. Diakses 26 April 2013.

Pranala luarSunting