Azis Mangasi Siagian

(Dialihkan dari Azis Jamrud)

Azis Mangasi Siagian atau biasa dikenal dengan nama Aziz MS atau Azis Jamrud (lahir 26 Juli 1968) adalah musisi dan pencipta lagu. Azis merupakan gitaris utama sekaligus pendiri dan pimpinan dari grup musik Jamrud yang juga memotori dan memimpin berdirinya grup tersebut. Ia bersama Ricky Teddy juga membuat dan menulis lirik lagu. Aziz memulai kariernya sebagai gitaris utama dan pimpinan dalam pembentukan band yang bernama Jamrock (yang menjadi cikal bakal band Jamrud) di Cimahi pada 1984.

Azis Mangasi Siagian
LahirAzis Mangasi Siagian
26 Juli 1968 (umur 55)
Cimahi, Jawa Barat
Nama lainAzis MS
PekerjaanMusisi, Pencipta Lagu
Suami/istri
Dian Firdianie
(m. 1987)
Anak3
Karier musik
Instrumen
Tahun aktif1984–sekarang
LabelLogiss Record (1995–2017)
Triplesix Rockhouse (2021 –) (Didistribusikan oleh VMC/Warner Music Indonesia)
SRN Entertainment
AnggotaJamrud
Discogs: 5760270 Edit nilai pada Wikidata

Sejak remaja dan mulai mengenal musik, musisi yang satu ini memang sudah terpengaruh dengan musik-musik keras. Dia juga sempat membentuk band Jam Rock, yang merupakan cikal bakal band Jamrud yang terkenal hingga kini. Andilnya dalam band ini memang bisa dianggap paling besar di antara personel Jamrud lainnya.

Aziz adalah anggota tertua dan motor pembentukkan yang paling setia dengan Jamrud sejak awal berdiri (bersama Ricky Teddy). Sempat mengalami pergantian personel, tetapi ayah tiga anak ini masih setia menghidupkan band rock ini. Ditinggal vokalisnya, Krisyanto, justru semakin meningkatkan semangatnya untuk memajukan Jamrud.

Suami Dian Firdianie ini juga turut andil dalam penggarapan album penyanyi Nicky Astria, dan sempat berkolaborasi musik dengan musisi kelas dunia seperti White Lion dan Helloween.

Biografi

sunting

Selama dunia musik Indonesia mengalami krisis di jalur musik Metal, hanya ada satu grup Metal yang tetap berkibar. Bahkan mampu menembus angka penjualan album melebihi 2 juta copy,dan tercatat sebagai satu-satunya band aliran Trash Metal Di Indonesia. Band tersebut adalah Jamrud yang dimotori dan pimpinan oleh Azis MS sang gitaris. Mungkin rahasia kesuksesan Azis dalam menjual musiknya adalah dengan meramu musik trash metal dengan berbagai tema lirik-lirik lagu mulai dari tema puitis, seksualitas, lelucon, sifat manusia, sindiran, dan masih banyak lagi. Hal ini yang membuat Jamrud lebih berbeda dibandingkan grup musik trash metal lainnya yang ada di Indonesia.

Sejak masih remaja memang sudah terinfeksi oleh musik-musik keras. Ia pun sempat terjerumus oleh gaya hidup musisi rock & roll (narkoba). Sempat mendirikan band yang bernama Jam Rock bersama Robby (vokal), Yudi (gitar ritme), Ari (kibor), Ricky (bass) dan Budi Haryono (drum; mantan drummer Gigi dan Tiket). Setelah menyelesaikan demo rekaman pada tahun 1987, Jam Rock ini sudah diambang perpecahan tiga orang yakni Robby, Yudi dan Budi keluar dari grup ini karena tiga orang pendiri grup yang tersisa yaitu Azis, Ricky dan Ari. Maka Untung Widjanarko telah masuk di vokalis dan gitaris ritme untuk menggantikan Robby dan Yudi sedangkan Agus Azis telah masuk di drummer, untuk menggantikan Budhy Haryono. Saking keasyikan main band sampai-sampai kuliahnya ditelantarkan. Azis sempat berkelana ke Bali dan bermain musik reggae. Namun setelah satu tahun, ia kembali pulang ke Cimahi dan menghidupkan kembali Jam Rock dengan menarik Krisyanto (vokal), sepulang dari Amerika untuk bergabung dengan Jamrock.

Demo album yang ia gagas ditolak berbagai produser sampai akhirnya dilirk oleh kaisar rock Indonesia, Log Zhelebour. Album pertama Nekad dirilis pada tahun 1996. Dilanjutkan dengan album Putri (1997), Terima Kasih (1998). Mulai saat itu, album-album Jamrud mampu bersaing di kancah musik nasional. Puncak kejayaan Jamrud adalah pada tahun 2000 akhir ketika Jamrud mencapai kesuksesan terbesar sepanjang sejarah kariernya dengan berhasil menembus angka penjualan 2 juta keping untuk album Ningrat. Hal tersebut membuat produser Log Zhelebour memberangkatkan Azis cs ke Australia untuk proses penggarapan album berikutnya, Sydney 09.01.02.

Selama berkiprah didunia musik ia cenderung tak pernah berganti-ganti alat musik. Hanya satu kali saat ia mencoba menggunakan Ibanez JEM flower yang salah satu pick upnya adalah Dimarzio Tone Zone. Sejak saat itu ia selalu menggunakan gitar tersebut, tetapi karena bobotnya cukup berat ia kembali menggunakan Steinberger selain karena ringan juga postur yang menarik. Ia lebih memilih menggunakan efek digital jenis Korg AX-1000 karena memang biasanya efek digital lebih mudah disetting dan memiliki sound yang gahar. Bila menyimak permainan Azis memang lebih mengutamakan sound gahar dan power chord. Namun ia juga sering mencampur-campurkan ritem gitar gaya reggae, pop, gaya “kondangan” bahkan musik tradisional Jawa seperti yang terdengar dalam lagu Surti-Tejo dan Ningrat.

Selain sebagai personel dan pimpinan grup Jamrud, Azis juga ikut serta menangani pembuatan album terbaru Nicky Astria. Di album itu terlihat sekali warna Azis MS, berbeda ketika pada era Nicky Astria ditangani oleh Ian Antono, warna God Bless cukup terasa pada album-albumnya. Ini membuktikan bahwa Azis memiliki sebuah karakter yang membangun bandnya. Prestasi Azis lainnya adalah saat mendapat kehormatan mendampingi konser band rock legendaris dunia White Lion pada tahun 2003 dan grup heavy metal legendaris dunia Helloween pada tahun 2004. Azis juga pernah membuat lagu untuk penyanyi cilik Joshua Suherman. Satu hal lagi, kecintaan terhadap jalur musik rock juga membuat Azis menamai dua orang anaknya dengan mengambil dua rock star dunia, Axl (diambil dari nama Axl Rose) dan Vai (diambil dari nama Steve Vai).

Diskografi

sunting
Bersama Jamrud

Pranala luar

sunting