Ata Ullah

Ata Ullah, juga dikenal sebagai Abu Amar Jununi, Ameer Abu Amar dan Hafiz Tohar, adalah pemimpin Tentara Penyelamat Rohingya Arakan (bahasa Inggris: Arakan Rohingya Salvation Army, ARSA), sebuah gerakan pemberontak Rohingya yang aktif di utara Negara Bagian Rakhine.[1] Ullah tampil dalam beberapa video yang dirilis di dunia maya oleh ARSA, di mana ia memberikan pidato dan "pernyataan pers".[2]

Ata Ullah
JulukanAbu Amar Jununi, Ameer Abu Amar dan Hafiz Tohar
LahirKarachi, Pakistan
PengabdianTentara Penyelamat Rohingya Arakan
Perang/pertempuranPemberontakan Rohingya di Myanmar Barat
Tanda tanganAta Ullah's signature.png

Masa kecilSunting

Ata Ullah lahir di Karachi, Pakistan dari seorang ayah migran, yang kabur dari penindasan keagamaan di kampung halamannya, Negara Bagian Rakhine, Myanmar (juga dikenal sebagai Arakan, Burma). Pada masa awal, keluarga Ullah pindah ke Mekkah, Arab Saudi, di mana ia masuk sebuah madrasah.[1]

PemberontakanSunting

International Crisis Group (ICG) berkata dalam sebuah laporan bahwa mereka mewawancarai para anggota dari kelompoknya. Pihak ketiga berkata bahwa pemimpin dari grup tersebut memiliki hubungan dekat dengan Arab Saudi.[3] Laporan ICG yang dirilis pada Desember 2016 menyatakan bahwa ia meninggalkan Arab Saudi pada 2012, tak lama setelah kekerasan bermotivasi agama timbul di Negara Bagian Rakhine. Sebuah perilisan pers pemerintah Myanmar mengklaim bahwa Ullah menjalani pelatihan enam bulan dalam perang gerilya modern di bawah bimbingan Taliban di Pakistan. Laporan ICG menyatakan bahwa meskipun tak terkonfirmasi, terdapat indikasi bahwa ia datang ke Pakistan, dan mungkin tempat lainnya, dan bahwa ia meraih pelatihan dalam perang gerilya modern. Beberapa anggota dari kelompok tersebut juga berkata kepada ICG bahwa ia meraih pelatihan tambahan di Libya sebelum ia pulang ke Negara Bagian Rakhine, namun ini masih tak terkonfirmasi.[1]

Pada 9 Oktober 2016, Ullah memimpin ratusan pemberontak di perbatasan Bangladesh-Myanmar, di mana mereka menyerang pos-pos polisi perbatasan Burma.[4] Sepekan kemudian, Ullah tampil dalam sebuah video di dunia maya, yang mengklaim tanggung jawab atas serangan tersebut.[1][2]

ReferensiSunting

  1. ^ a b c d Millar, Paul (16 February 2017). "Sizing up the shadowy leader of the Rakhine State insurgency". Southeast Asia Globe Magazine. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2017-02-24. Diakses tanggal 24 February 2017. 
  2. ^ a b McPherson, Poppy (17 November 2016). "'It will blow up': fears Myanmar's deadly crackdown on Muslims will spiral out of control". The Guardian. Diakses tanggal 11 December 2016. 
  3. ^ J, Jacob (15 December 2016). "Rohingya militants in Rakhine have Saudi, Pakistan links, think tank says". 
  4. ^ "Rakhine unrest leaves four Myanmar soldiers dead". BBC News. 12 October 2016. Diakses tanggal 13 October 2016.