Buka menu utama

Arbeitseinsatz (pengerahan tenaga kerja) adalah kategori penahanan kerja paksa di Jerman Nazi (bahasa Jerman: Zwangsarbeit) pada masa Perang Dunia II. Ketika laki-laki Jerman dikenai wajib militer, pemerintah Jerman Nazi menangkap/mengumpulkan warga sipil untuk mengisi kekosongan tenaga kerja dan memperluas operasi pabrikan. Sebagian tenaga kerja didatangkan dari Jerman, tetapi seiring waktu lebih banyak yang didatangkan lewat penangkapan (łapanka) di wilayah pendudukan Jerman. Arbeitseinsatz tidak diterapkan pada sektor industri dan pabrik senjata saja, melainkan juga pertanian, layanan masyarakat, dan bahkan gereja.

Arbeitseinsatz
Bundesarchiv Bild 183-L12005, Polen, Zwangsarbeiter in Gewehrfabrik.jpg
Tenaga kerja paksa perempuan di pabrik senjata Jerman, Polandia masa pendudukan. Sekitar 2.500 perusahaan Jerman mempekerjakan pekerja paksa semasa Perang Dunia II.[1]
LokasiEropa masa pendudukan Jerman, kebanyakan tenaga kerja dari Polandia masa pendudukan Jerman dan Uni Soviet
PeriodePerang Dunia II (1939 – 1945)

Kategori tenaga kerjaSunting

Banyak pekerja paksa yang dapat dikelompokkan menurut berbagai variabel (kadang saling bertindihan) seperti geografi, suku bangsa, agama, politik, dan kesehatan. Para pekerja paksa ini meliputi tahanan politik SA, Gestapo, dan SS; laki-laki dan perempuan sipil asing dari wilayah pendudukan Eropa Timur (Ostarbeiter); tawanan perang; pasien institusi (cacat jiwa atau fisik atau pasien medis dan psikiatris); dan berbagai kelompok suku, agama, atau etnoagama (contohnya, Yahudi, Sinti, Romani, Yeniche, dan Saksi-Saksi Yehuwa). Mereka tinggal di berbagai jenis kamp yang disebut kamp kerja (Arbeitslager dalam bahasa Jerman) dan kamp konsentrasi (Konzentrationslager [KZ] dalam bahasa Jerman). Kamp konsentrasi Nazi biasanya berarti kerja paksa sekaligus pemusnahan. Pada tahun 1945, sekitar 7,7 juta pekerja industri Jerman bukan berasal dari Jerman. Banyak di antaranya yang sangat muda dan setengahnya adalah perempuan.[2]

Arsip fotoSunting

Catatan kakiSunting

  1. ^ "List of 2,500 firms that employed forced labourers" (dalam bahasa German). New Germany. 16 November 1999. Diarsipkan dari versi asli tanggal July 19, 2011 – via Internet Archive. 
  2. ^ Ulrich Herbert. "The Army of Millions of the Modern Slave State". Deported, used, forgotten: Who were the forced workers of the Third Reich, and what fate awaited them. Universitaet Freiburg. Diarsipkan dari versi asli tanggal June 4, 2011 – via Internet Archive. First published in the Frankfurter Allgemeine Zeitung, 16 March 1999. Extract from Ulrich Herbert, Hitler’s Foreign Workers: Enforced Foreign Labor in Germany under the Third Reich, Cambridge University Press, 1997. 

Pranala luarSunting