Buka menu utama
Andai Menara Eiffel saat ini mewakili usia dunia, kulit cat di puncaknya mewakili usia umat manusia; dan siapapun akan menganggap bahwa kulit tersebut adalah tujuan dibangunnya menara ini. Aku kira mereka akan beranggapan seperti itu. Aku tak tahu.

Mark Twain, menyindir kepercayaan antroposentris Alfred Russel Wallace bahwa alam semesta tercipta khusus untuk evolusi manusia.[1]

Antroposentrisme adalah paham bahwa manusia adalah spesies paling pusat dan penting daripada spesies hewan) atau penilaian kenyataan melalui sudut pandang manusia yang eksklusif.[2]

DefinisiSunting

Antroposentrisme adalah konsep utama di bidang etika lingkungan dan filsafat lingkungan, karena sering dianggap sebagai akar masalah yang tercipta akibat interaksi manusia dengan lingkungan. Meski begitu, antroposentrisme tertanam kuat dalam berbagai budaya manusia modern dan tindakan-tindakan sadarnya. Istilah ini dapat ditukar dengan humanosentrisme dan supremasi manusia.

Lihat pulaSunting

Bacaan lanjutanSunting

  • Bertalanffy, General System Theory (1993): 239-48
  • Boddice, Rob (ed), Anthropocentrism: Humans, Animals, Environments (Leiden and Boston, Brill: 2011)
  • White, Lynn Townsend, Jr, "The Historical Roots of Our Ecologic Crisis", Science, Vol 155 (Number 3767), March 10, 1967, pp 1203–1207
  • Seigel, Michael T. (2002), "Conference, meeting of the Victorian Medico-Legal Society" (PDF), Pacifica: Australian theological studies, Brunswick, Australia: Pacifica Theological Studies Association (dipublikasikan tanggal 2003 Feb), 16 (1): 67–88, ISSN 1030-570X, diakses tanggal 2012-07-22  Parameter |contribution= akan diabaikan (bantuan)
  • Chew, Sing C. "Ecology in Command"
  • Chew, Sing C. "Ecological Futures"

ReferensiSunting

  1. ^ Twain, Mark (1903). Was the world made for Man? Reprinted in John Carey, Eyewitness to Science (1997), 250.
  2. ^ Anthropocentrism - Merriam-Webster Dictionary.