Buka menu utama

Kehidupan awalSunting

Amri lahir Tanjungbalai dari kalangan keluarga militer, keduanya orang tuanya yakni Mayor (T) Djamaluddin Tambunan dan Lettu Nurbanun Siregar adalah purnawirawan TNI. Ayahnya ini pernah menjabat berbagai jabatan strategis seperti Wedana Tanjung Balai (1946), Patih di Asahan (1947), kemudian menjadi Bupati Asahan (1947), Bupati Labuhanbatu (1949), Wali Kota Pematang Siantar (1957), Bupati Simalungun (1959), Gubernur Muda Sumatra Utara (1960), Sekwilda Sumatra Utara (1973), Gubernur Jambi (1974), Kepala bagian Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Depdagri (1980). Dibidang politik ayah Amri Tambunan pernah menjadi anggota DPR dan MPR (1982) dan Wakil ketua Fraksi Karya Pembangunan DPD/MPR (1987). Masa kecilnya dalam kepungan agresi Belanda. Saat ibunya hamil tua mengandung dirinya, ibunya ditangkap dan ditawan Belanda di Tanjungbalai untuk memaksa ayahnya menyerah.

Keluarga tersebut lalu pindah menuju ke Padang Sidempuan, karena keadaan Tanjung Balai yang semakin mengkhawatirkan. Dalam perjalanan kakak Amri, Irma Tambunan yang masih berusia 4 tahun meninggal dunia. Amri lahir di rumah sakit dengan kawalan ketat tentara Belanda. Beberapa pejuang kemerdekaan lalu membebaskan mereka. Amri kecil bersama ibunya melarikan diri dengan masuk ke hutan-hutan untuk menghindari kejaran tentara Belanda.

PendidikanSunting

Amri menjalani pendidikan dasar SD di Pematang Siantar, lalu melanjutkan SMP di Medan. Pendidikan SMAnya dilakukan berpindah-pindah dari Medan, lalu pindah ke SMA Sipirok dan tamat di SMA Pematang Siantar. Ia juga sempat menuntut ilmu di Fakultas USU Medan kemudian memilih untuk menekuni ilmu pemerintahan di APDN Medan dan mendapat gelar sarjana muda pada 1977. Lalu ia pindah ke Jakarta untuk melanjutkan studi di Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) jurusan Sosial Politik hingga tamat tahun 1983 dan mendapat gelar Strata 1 (S1).

KarierSunting

Amri mengawali kariernya mendapat amanah sebagai pelaksana Lurah dan Kepala urusan (Kaur) Pembinaan masyarakat Kantor Kecamatan Medan Johor (1979), tamat dari IIP, Amri dipercaya menjadi Camat Tanjung Morawa (1984), karena kinerja yang baik Amri ditunjuk memegang jabatan Asisten 2 Sekretaris Wilayah Daerah (Setwilda) Deli Serdang (1988). Amri lalu menduduki jabatan sebagai pembantu Bupati Deli Serdang Wilayah IV hingga tahun 1995 lalu Amri menduduki jabatan sebagai Subdis Retribusi Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Sumatra Utara.

Selanjutnya Amri pernah memengang berbagai jabatan yakni, Kepala Humas Setdaprov Sumut (1997),kemudian menjabat Sekda Kota Medan (1999) dan Kepala Badan Informasi dan Komunikasi Provinsi Sumut (2002).

Menjadi bupatiSunting

Amri dilantik pertama kali pada tahun 2004 dengan wakilnya Yusuf Sembiring. Pada masa pemerintahannya ia mencanangkan program Gerakan Deli Serdang Membangun (GDSM).

Meninggal DuniaSunting

Amri Tambunan meninggal pada hari Jumat, 15 April 2016 di Rumah Sakit Columbia Asia.

ReferensiSunting

Didahului oleh:
Abdul Hafid
Bupati Deli Serdang
2004 - 2014
Diteruskan oleh:
Ashari Tambunan