Buka menu utama


‘Alawiyin adalah keturunan dari Ali Bin Abi Thalib.[1] Di antara putra-putranya yang diketahui dalam sejarah adalah Hasan, Husein, Muhammad al Hanafiyah, Umar dan Abbas.[1] Keturunan Husein adalah keluarga yang paling dikenal.[1] Imam Syiah yang berjumlah sembilan orang keturunannya adalah Ali Zainal Abidin, Muhammad al Bakir, Ja’far ash Shadiq, Musa al Khazim, Ali ar Ridha, Muhammad al Jawad, Ali Al Hadi, Hasan Al Askary, dan Muhammad Al Mahdi.[1] Keturunan Ali kebanyakan tidak beruntung nasibnya.[1] Pada masa Umayyah mereka sebagai buronan para penguasa, kecuali pada masa Khalifah Abdul Aziz (99-101 Hijriyah).[1] Demikian pula pada masa Abbasiyyah, walaupun mereka banyak membantu Bani Abbas sewaktu berjuang menumbangkan kekuasaan Bani Umayyah.[1] Kecuali pada masa Ali Ar Ridha sebagai penggantinya.[1] Tetapi mereka kembali diperangi oleh khalifah-khalifah penggantinya.[1] Banyak di antara merek yang dibunuh, seperti Hasan, Husein, Ja’far ash-Shadiq, Musa al-Khazim dan Ali Ar Ridha.[1] Ada yang memberontak kepada Khalifah lalu ditangkap dan dibunuh.[1] Ada pula yang berhasil mendirikna kerajaan, antara lain Bani Fatimah di Mesir, Bani Idris di Maghrib (908 Masehi), Bani Ukhaidir di Mekah dan Yaman (865-961 Masehi), Bani Thabathaba di Yaman (901 Masehi), Bani Husein di Thabristan dan Dailam (913-930 Masehi) dan Bani Zaidiyah di Thabristan (864-928 Masehi).[1] Keluarga Alawiyin sampai sekarang banyak tersebar di dunia Islam, bergelar Sayyid atau Syarif dan berhak memakai serban hijau.[1]

Di antara keturunan Alawiyin yang ada di Indonesia adalah Hasan Tohir Baagil, Alwi Alhabsyi, Najib Bin Syaikh Abu Bakar, Hasan bin Abdulkadir Alatas, Muhsin Idrus Alhamid, Muhammad Idrus Alhamid.[2]

ReferensiSunting

  1. ^ a b c d e f g h i j k l m Shadily, Hassan (1980).Ensiklopedia Indonesia.Jakarta:Ichtiar Baru van Hoeve. Hal 142
  2. ^ "Pernikahan". Rabithah Alawiyah. Diakses tanggal 27 Juni 2014.